Bisnis properti saat ini semakin banyak pilihannya. Salah satu peluang terbaru dalam bisnis properti ialah bisnis Coworking Space. Pada prinsipnya, bisnis model ini bergerak dalam penyewaan ruang kantor untuk penggiat usaha, terutama untuk kalangan start-up dan UMKM.

Karena merupakan pendatang baru, peluang bisnis Coworking Space tentu masih terbuka lebar untuk Anda. Lalu apa saja yang perlu diketahui sebelum memulai bisnis ini? Berikut adalah penjelasannya.

Definisi Coworking Space

bisnis coworking space

Coworking space berasal dari Bahasa Inggris yang artinya kerja sama atau kolaborasi (coworking) dan ruang (space). Jika diartikan, istilah ini merujuk pada tempat untuk bekerja dengan cara berkolaborasi dengan individu lain yang latar belakang pekerjaan dan perusahaannya berbeda.

Adanya Coworking Space diharapkan mampu menjadi tempat bagi individu-individu untuk saling bertukar ide ataupun solusi untuk mengembangkan bisnis masing-masing. Jadi, karyawan dapat bersosialisasi dan bertukar pikiran dengan karyawan dari perusahaan lain.

Kelebihan Coworking Space jika dibandingkan dengan ruang kantor konvensional adalah ruang Coworking Space lebih unik, menarik dan kekinian. Suasana seperti ini diciptakan agar pekerja dapat lebih kreatif dan tetap semangat dalam bekerja.

Penyewa Coworking Space biasanya adalah para founder start-up yang belum banyak memiliki karyawan. Ketimbang bekerja di unit apartemen atau cafe, mereka lebih suka bekerja di Coworking Space karena fasilitas yang lengkap dan bisa mendapat peluang untuk membangun relasi.

Baca juga: 9 Coworking Space di Jakarta Cocok untuk Startup hingga Mahasiswa

Prospek Bisnis Coworking Space di Indonesia

Sebelum terjun di bisnis Coworking Space, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu peluang bisnis ini di Indonesia. Kabar buruknya, mengutip dari laporan The 2nd Global Coworking Survey (2017), hanya ada 40% dari pelaku bisnis Coworking Space di dunia yang mendulang sukses. Walaupun begitu, 72% dari pemain pada akhirnya akan mendulang untung setelah dua tahun beroperasi.

Sumber pemasukan bisnis Coworking cukup bervariasi, tidak terbatas pada satu sumber saja. Mengutip sumber yang sama, sumber pemasukan terbesar adalah dari penyewaan meja (61%), diikuti dengan penyewaan ruang pertemuan (10%), penjualan makanan dan minuman (5%), penjualan tiket workshop (5%) dan virtual office service (3%).

Menurut Faye Alund, Ketua Coworking Indonesia, data yang ditampilkan dari laporan di atas kemungkinan juga akan terjadi di Indonesia. Menurutnya, angka 40% pemain yang untung didapat karena sejauh ini, mereka hanya fokus pada memperbanyak lokasi saja, bukan karena bisnisnya yang kurang menguntungkan.

Semestinya, yang dilakukan pelaku bisnis Coworking adalah mengisi konten yang dibutuhkan anggotanya. Selain itu, dalam bisnis Coworking juga dianjurkan untuk melakukan diversifikasi pemasukan. Apa yang dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan anggota, seperti hospitality, makanan, minuman, dsb.

Merencanakan Bisnis Coworking Space Anda

Sudah yakin untuk memulai bisnis Coworking Space, tetapi bingung mulai darimana? Untuk mempermudah Anda dalam merencanakan bisnis ini, berikut adalah to do list yang bisa Anda kerjakan.

1. Temukan Properti yang Tepat

bisnis coworking space

Sebelum memulai bisnis Coworking, yang perlu dilakukan adalah menemukan properti dengan ukuran yang tepat. Luasnya harus optimal dalam menampung anggota Coworking dan mampu membantu Anda sebagai owner untuk berkembang.

Ruang kerja berukuran 100 hingga 280 m2 kemungkinan terlalu kecil untuk bisnis Coworking Anda. Biaya sewa dan operasional ruang tersebut bisa melebihi laba yang dihasilkan. Sebaliknya, jika Anda menyewa ruang kantor untuk Coworking Space berukuran 500 m2 ke atas, dengan tingkat okupansi tertentu, margin profit yang dihasilkan alan lebih besar.

2. Tetapkan Visi yang Terukur

Anda perlu memiliki tujuan yang jelas dalam berbisnis Coworking Space. Jika tidak, yang datang ke Coworking Space Anda adalah orang-orang acak tanpa tujuan yang jelas. Coworking Space yang baik memiliki sekumpulan nilai yang dapat menarik komunitas untuk menjadi anggota.

Apapun tujuannya, mau itu membuat komunitas Coworking Space Anda sendiri, atau apapun sangat berdampak pada strategi bisnis Anda ke depan. Seiring dengan perkembangan bisnis Anda, perubahan pasti dilakukan. Akan tetapi, visi yang telah ditetapkan di awal akan membuat perubahan tetap pada koridornya, bukannya bergerak ke arah yang lain.

3. Pilih Lokasi yang Pas

Jangan tergoda dengan harga sewa properti yang terjangkau. Sebelum menandatangani perjanjian sewa, pastikan Anda tahu persis lokasinya, apakah mudah dijangkau oleh calon anggota Coworking Space Anda? Jika sulit, ada baiknya untuk mencari pilihan lain.

Memilih lokasi yang jauh dari akses transportasi adalah faktor kegagalan dalam bisnis Coworking, bahkan sebelum dimulai. Anda membutuhkan lebih dari 80% tingkat okupansi untuk menjalankan bisnis ini di tahap awal, dan menyewa properti di area yang jauh tidak akan membantu.

4. Meriset Bisnis Coworking di Kota Anda

bisnis coworking space

Memperoleh pengetahuan mendalam tentang bisnis Coworking di kota Anda akan sangat membantu perkembangan bisnis ini. Misalnya di Manhattan, bisnis Coworking menyumbang 10% pemasukan di sektor real estate pada paruh awal tahun 2018. Bagaimana dengan kota Anda?

Jika kesulitan mendapat datanya, Anda bisa meminta bantuan ke manajer Coworking Space terdekat dan lihat data apa saja yang mereka punya. Atau, Anda juga bisa bertanya lewat forum di Google atau LinkedIn terkait perkembangan industri Coworking Space di kota Anda.

5. Pelajari Calon Anggota Coworking Space Anda

Orang-orang atau komunitas seperti apa yang nantinya akan menjadi anggota Coworking Space Anda? Lingkungan kerja seperti apa yang mereka butuhkan? Beberapa pebisnis Coworking Space akan menawarkan fasilitas premium dan harga keanggotaan yang terjangkau bagi pekerja freelance. Yang lainnya lebih fokus pada bisnis-bisnis besar dan sisanya melayani tim-tim kecil.

6. Rencanakan Keuangan Coworking Space Anda

Rencana keuangan adalah aspek terpenting yang tidak bisa dilepaskan dari bisnis Coworking Space. Apa yang perlu dipertimbangkan dalam keuangan bisnis Anda? Berikut adalah daftarnya.

  • Jumlah modal yang diperlukan untuk memulai
  • Pos-pos tempat uang Anda akan dihabiskan
  • Tanggal yang diperkirakan akan menjadi keuntungan Anda
  • Pendapatan bulanan yang diharapkan
  • Potensi-potensi kerugian
  • Rencana darurat

Tentu angka yang didapat dari penghitungan ini hanyalah estimasi, namun tetap harus didasarkan pada data dan riset yang matang. Mengapa perencanaan ini penting? Perencanaan keuangan yang jelas akan membantu Anda dalam menarik investor untuk permodalan tambahan.

7. Temukan Harga yang Seimbang

Mengenakan tarif yang terlalu tinggi pada anggota Coworking Space Anda hanya akan membuat mereka enggan untuk datang lagi. Menetapkan tarif yang terlalu rendah juga tidak akan mendatangkan profit, tidak peduli berapa tempat pun yang terisi.

Tetapkanlah harga yang seimbang bagi anggota Coworking Space Anda, disertai dengan alasannya. Jika Anda menyediakan layanan premium kepada para anggota, mereka tidak akan keberatan untuk membayar mahal.

8. Ciptakan Tim Impian Anda

Tidak ada orang yang ahli dalam segala hal. Jika Anda ingin membangun bisnis Coworking Space, Anda perlu membangun tim yang solid dengan keahliannya masing-masing.

Tim Anda nantinya harus terdiri dari ahli Coworking software, manajer operasional dan orang marketing. Selain itu, bekerja sama dengan investor dan rekan real estate juga akan meningkatkan nilai bisnis Anda.

Baca juga: 9 Bisnis Sampingan Karyawan dengan Modal Rp. 0

9. Mengembangkan Strategi Marketing untuk Bisnis Coworking Anda

Layaknya bisnis lainnya, Coworking Space juga dipandang sebagai produk yang butuh dipasarkan. Oleh karena itu, strategi marketing sangat krusial bagi kelancaran bisnis Anda. Contoh strategi pemasaran yang bisa Anda lakukan seperti membuat iklan di media cetak yang sesuai dengan target pasar Anda.

Pengiklanan online dan membuat situs yang profesional juga tidak kalah penting dilakukan di era digital ini. Hal lainnya yaitu melakukan penyuluhan¬†brand¬†pada komunitas yang ada juga sangat efektif, sebab konsumen cenderung mempercayai ucapan orang ‘sebenarnya’ ketimbang iklan.

Sebanyak 49% konsumen lebih mempercayai pendapat influencer dibanding orang biasa. Jadi ini bisa dijadikan lahan promosi yang bagus. Pertimbangkan juga untuk mendirikan booth di pameran-pameran yang berkaitan dengan bisnis properti. Siapkan marketing material yang bisa disebarkan untuk event ini.

10. Fokus Pada Niche Anda

Niche bisnis adalah bisnis yang hanya menargetkan satu kelompok dengan minat spesifik saja. Tanpa niche bisnis, bisnis yang Anda geluti akan nampak terlalu umum, sehingga menyulitkan dalam menentukan rencana bisnis. Menemukan niche bisnis yang tepat bukanlah perkara mudah.

Riset perlu banyak dilakukan, untuk menemukan apa yang menjadi pembeda antara bisnis Anda dengan yang lainnya. Jika kompetitor Anda menarget banyak pekerja, Anda harus fokus pada kalangan yang tidak mereka perhatikan.

Model Bisnis Coworking Space

Dalam bisnis Coworking, pemasukan utama yang akan Anda terima adalah biaya keanggotaan dari para konsumen. Bentuknya bisa beragam. Ada biaya keanggotaan yang dibayar per tahun, per bulan hingga per jam.

Untuk memenuhi kebutuhan para anggota, Anda dapat menyewakan meja kerja yang bisa dipesan kapanpun, atau meja kerja yang sifatnya semi permanen. Anggota yang menyewa meja kerja semi permanen dapat meninggalkan barang-barang mereka di sana dan kembali kapanpun.

Anda juga bisa menawarkan keanggotaan pada perusahaan-perusahaan tertentu. Cara ini bisa membantu perusahaan dalam mempekerjakan karyawan mereka secara remote.

Pendapatan lain dari bisnis Coworking Space bisa datang dari fasilitasnya, salah satunya cafe. Atau, Anda juga bisa menawarkan keanggotaan dengan tingkatan tertentu. Misalnya, member premium punya keistimewaan untuk mendapat kopi gratis, akses gratis ke event-event, dsb.

Pilihan pemasukan lainnya yang cukup populer pada bisnis Coworking adalah “virtual office”. Konsep ini mengizinkan pelaku¬†start-up¬†untuk memiliki alamat bisnis yang bisa digunakan untuk mengirim maupun menerima paket, bahkan ketika mereka bekerja dari rumah. Tentu Anda dapat mengenakan tarif yang berbeda untuk layanan satu ini.

Kerjasama dengan Pihak Lain

Tidak menutup kemungkinan Anda akan bekerjasama dengan pihak lain ketika menekuni bidang Coworking Space. Di tahap awal, banyak pebisnis Coworking Space yang bergantung pada investor. Dana dari investor menjadi sumber permodalan mereka dan mereka dapat menjadi penyalur antara investor dengan start-up atau pebisnis yang bekerja di tempat mereka.

Untuk skala yang lebih kecil, bisnis Coworking Space dapat bekerja sama dengan coffee shop atau restoran setempat untuk membuka gerainya di Coworking Space Anda. Tidak sebatas pada usaha makanan dan minuman, Anda juga bisa bekerjasama dengan gym terdekat lewat diskon keanggotaan atau mendatangkan instruktur gym ke Coworking Space Anda agar dapat diikuti para anggota.

Untuk promosi, Anda dapat mengadakan event yang mengundang tokoh penting. Entah pengusaha yang dapat memberikan inspirasi atau penulis yang mampu mendatangkan kerumunan.

Permasalahan dalam Bisnis Coworking Space

Bisnis Coworking bukannya tanpa kendala. Dilansir dari Tempo.co, masalah yang cukup serius adalah pajak yang dikenakan pada model usaha ini. Belum ada nomenklatur jelas yang mengkategorikan Coworking Space dalam unit usaha tertentu. Pasalnya usaha ini berbeda dengan penyedia jasa sewa kantor, hotel, apalagi restoran.

Hal ini menimbulkan kebingungan bagi petugas pajak maupun penggiat bisnis Coworking. Menurut Felencia Hutabarat, Sekertaris dari Asosiasi Coworking Space Indonesia, permasalahan lain yang menyangkut bidang usaha ini yaitu banyak instansi pemerintah yang belum paham akan konsep virtual office.

Mereka khawatir virtual office akan disalahgunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab. Padahal menurut Felencia, pelaku UMKM maupun perusahaan perintis yang masih membutuhkan alamat kantor yang legal.

Bisnis Coworking Space memang masih merupakan lahan baru di Indonesia. Maka dari itu, pemainnya masih belum sebanyak pemain bisnis properti lain. Ini justru bisa menjadi kesempatan emas Anda. Panduan di atas diharapkan mampu meyakinkan Anda yang masih ragu untuk menggeluti bidang usaha ini.