Gaya Hidup Slow Living: Temukan Harmoni Dalam Kesederhanaan 🌱

by

|

|

Jendela360 – Belakangan, istilah slow living sebagai konsep gaya hidup menjadi perbincangan banyak orang di media sosial. Gaya hidup ini menjadi trending karena pemahamannya akan hidup yang tidak perlu berambisi, tanpa pusing memikirkan persaingan, atau pemikiran mengenai kekhawatiran tertentu.

Slow living merupakan gaya hidup yang direkomendasikan untuk semua kalangan, karena konsepnya yang bisa menciptakan kebahagiaan, kesederhanaan, dan apa adanya dalam memandang suatu hal. Dengan begitu, kita dijauhkan dari rasa lelah dan kecewa atau hal lainnya yang tidak kita inginkan.

Pengertian slow living itu sendiri adalah sebuah sudut pandang dalam menjalani kehidupan dengan lebih santai, sederhana dan bermakna dengan menyesuaikan apa yang paling berharga dalam hidup.

Dengan gaya hidup slow living berarti kita cukup menjalani dan melakukan segala hal yang membuat kita merasa lebih baik, serta fokus pada hal-hal kecil yang biasanya diabaikan.

Kemudian juga lebih fokus pada rutinitas, melakukan hal yang sekiranya kita sukai sehingga akan menciptakan kebahagiaan, jauh dari stress, dan hidup damai.

Artikel ini akan membahas tentang gaya hidup slow living yang bisa menemukan kita dengan kebahagiaan dan hidup yang lebih bermakna. Simak ulasannya!

Manfaat Slow Living

gaya hidup slow living

Slow living memiliki manfaat pada kehidupan seseorang yang menjalani konsep tersebut, orang yang melakukannya akan memiliki waktu lebih luang sehingga bisa memprioritaskan hubungan yang bermakna untuk keluarga atau teman dan orang sekitarnya.

Gaya hidup ini juga bermanfaat pada lingkungan di sekitarnya, slow living membuat seseorang lebih bisa menghabiskan waktu di alam untuk memperhatikan dan menjaga kondisi alam atau lingkungan disekitarnya.

Lalu, bagaimana langkah-langkah untuk menerapkan gaya hidup slow living, kami akan memberikannya untuk anda.

1. Menghargai Diri Sendiri

Menghargai diri sendiri merupakan salah satu aspek yang penting dalam menjalani gaya hidup slow living yang memfokuskan pada kebahagiaan dan kesejahteraan pribadi.

Dengan langkah ini juga berarti memberikan perhatian pada diri sendiri seperti kesehatan fisik, mental dan emosional serta mementingkan kebutuhan dan keinginan diri sendiri.

Misalnya melakukan kegiatan yang sekiranya kita sukai seperti olahraga, makan makanan favorit, membiarkan diri kita beristirahat tanpa memikirkan pekerjaan demi menciptakan kesehatan fisik dan mental serta kesejahteraan emosional diri sendiri.

2. Hidup Minimalis

Dalam praktiknya, gaya hidup slow living juga mengutamakan hidup minimalis. Artinya menekankan pada kesederhanaan atau memfokuskan diri pada hal-hal yang memiliki nilai yang bermakna dalam hidup.

Hidup minimalis juga melibatkan fokus dari keinginan materialistik menuju keinginan yang lebih dalam dan bermanfaat bagi diri sendiri. Memperhatikan pada kebutuhan dasar dan menghargai hal yang sederhana dalam hidup.

misalnya mengurangi kepemilikan barang-barang yang tidak diperlukan, cukup mengidentifikasi barang yang memang penting dan memiliki nilai untuk diri sendiri, atau tidak perlu bertekad untuk mencapai status sosial yang diinginkan orang lain sehingga kita lelah dan capek untuk mencapainya.

Langkah ini adalah cara untuk mengurangi stress dan kecemasan dari tekanan mengejar material atau status sosial.

3. Meluangkan Waktu Pada Hal Penting

Meluangkan waktu pada hal penting juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam menjalani gaya hidup slow living, Dengan aspek tersebut kita dapat mengeluarkan energi dan tenaga kita untuk hal-hal yang lebih bermakna dan bermanfaat untuk kehidupan diri sendiri.

Langkah tersebut bisa menghindarkan dari rasa lelah fisik atau mental pada hal yang seharusnya tidak perlu kita lakukan atau pikirkan seperti mengurusi politik di kantor, berkumpul membahas permasalahan orang lain atau yang lainnya.

Cukup memfokuskan pada hal yang membuat diri bahagia, sehat, dan bermanfaat untuk diri sendiri seperti berolahraga, melakukan hobi atau kegiatan yang penting untuk diri sendiri.

4. Menjalani Hari Dengan Santai

Menjalani hari dengan santai adalah inti dari gaya hidup slow living, pada hal ini bahwa kita perlu menjalankan hidup dengan ritme yang lambat atau santai sehingga kita bisa menghargai dan menikmati setiap momen.

Pada konsep inilah kita bisa mengurangi tekanan dan kecemasan yang seringkali terjadi akibat kehidupan yang terburu-buru dan penuh dengan tuntutan baik itu di lingkungan sekitar seperti pekerjaan atau tekad untuk mencapai tingkat sosial sesuai standar orang lain.

Menjalani hari dengan santai juga diperlukan pengaturan pada jadwal harian atau mengurangi ketergantungan pad rutinitas yang padat sehingga kita bisa memberi ruang pada diri sendiri untuk beristirahat secara fisik atau mental.

5. Meluangkan Waktu untuk Orang Sekitar

Langkah yang penting juga dalam menjalani gaya hidup slow living adalah meluangkan waktu untuk orang sekitar, yang berarti kita perlu menjalin hubungan yang mendalam pada orang sekitar seperti keluarga, teman dekat atau tetangga untuk memberikan perhatian, dukungan sosial untuk kesejahteraan mental dan emosional diri.

Dengan menjalani langkah tersebut, kita akan merasa terhubung, dilengkapi dan diterima sebagai individu sosial yang juga membutuhkan orang sekitar dalam hidup kita untuk berbagi momen berharga dan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

6. Bersyukur dan Menerima dengan Ikhlas

Bersyukur dan menerima dengan ikhlas adalah sikap yang memungkinkan kita untuk menemukan kedamaian dan kepuasan pada hasil atau peristiwa yang kita alami sehari-hari, tanpa merasa kurang puas atau tidak terima.

Aspek inilah yang perlu kita praktikan pada kehidupan sehari-hari yaitu dengan mengakui dan menghargai berkah dan kebaikan yang telah atau akan kita capai dalam hidup kita, seperti menghargai momen kecil, kebahagiaan, atau peristiwa positif sehingga kita bisa memusatkan kebaikan disekitar kita dan mensyukuri yang mendalam.

Langkah inilah yang akan mengantarkan diri untuk menemukan kedamaian dan ketenangan sehingga kita bisa menghargai kehidupan baik itu yang telah, dan akan terjadi. Dengan begitu, kita bisa memandang dunia dengan baik dan bahagia.

7. Rutin Menenangkan Pikiran

gaya hidup slow living

Langkah terakhir dalam menjalani gaya hidup slow living adalah rutin menenangkan pikiran, dengan begitu kita bisa menciptakan ketenangan dan kedamaian serta kebahagiaan dalam hidup.

Dengan menenangkan pikiran, kita tidak terus-menerus menekan fisik dan mental kita untuk memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya kita pikirkan, kita juga harus perduli bahwa langkah ini sangat penting.

__

Itulah pembahasan mengenai gaya hidup slow living dari pengertian, manfaat, dan langkah-langkah yang harus kita lakukan dalam menjalani konsep hidup tersebut.

Dengan artikel ini semoga bermanfaat bagi kita semua untuk lebih peduli pada diri sendiri dan mementingkan kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian serta mental dan fisik diri sendiri demi keberlangsungan hidup yang terus-menerus semakin cepat, bahwa menjalani hidup dengan santai dan pelan adalah penting.

Jika anda sedang mencari hunian mewah seperti apartemen dengan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan anda dengan desain minimalis, dan lingkungan serta akses yang mudah menuju tempat-tempat penting. Anda bisa kunjungi Jendela360, disana menyediakan informasi penting mengenai apartemen. Segera kunjungi!

Artikel Lainnya