Daftar Isi:
Apa itu cabin fever? — Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan interaksi dengan manusia lain. Tapi, semenjak adanya kebiasaan baru yang terbentuk karena masa pandemi, semua orang kini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Bahkan, setelah pandemi selesai pun, tidak sedikit kantor yang masih memberlakukan jadwal work from home kepada karyawannya.
Meskipun memang memiliki sisi positifnya sendiri, namun kebiasaan terus menerus di rumah ini juga memberikan dampak negatif. Salah satunya adalah cabin fever.
Lalu, apa itu cabin fever dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini!
Apa Itu Cabin Fever?

(Sumber: freepik)
Cabin fever adalah suatu kondisi psikologis yang terjadi ketika seseorang berada di rumah untuk waktu yang terlalu lama. Kedengarannya seperti hal yang sepele bukan? Berdiam diri di rumah sendiri seharusnya tidak akan jadi masalah. Akan tetapi, nyatanya tidak seperti itu.
Sebagai makhluk sosial, kurangnya interaksi sosial karena terlalu lama terisolasi di dalam rumah dapat berdampak buruk. Meski pada awalnya mungkin Anda tidak merasakan apa-apa, setelah beberapa lama, Anda akan merasakan beberapa kondisi seperti kesepian, bosan, kurang motivasi, hingga depresi. Tidak heran kalau kondisi ini banyak dirasakan ketika sedang masa pandemi yang mengharuskan semua orang diam di rumah.
Cabin fever sebenarnya bukan sebuah gangguan mental. Akan tetapi, perasaan dan kebiasaan yang terbentuk karena kondisi ini tetap nyata dan dapat mempengaruhi pola hidup.
Gejala Cabin Fever

(Sumber: freepik)
Setiap orang mungkin akan mengalami gejala cabin fever yang berbeda-beda. Gejala-gejala ini juga tidak terjadi hanya dalam rentang waktu yang sebentar saja, melainkan berlangsung dalam waktu yang lama. Beberapa gejala cabin fever yang dapat Anda rasakan antara lain adalah sebagai berikut:
- Rasa bosan
- Mudah marah atau mudah tersinggung
- Gelisah
- Mudah cemas
- Lesu
- Kesepian
- Tidak sabar
- Tidak ada motivasi
- Putus asa
- Depresi
Selain beberapa gejala yang dapat Anda rasakan di atas, cabin fever juga bisa ditandai dengan adanya perubahan kebiasaan seperti berikut ini:
- Tidak bisa melakukan rutinitas
- Sulit tidur atau terlalu banyak tidur
- Sulit berkonsentrasi
- Perubahan cara merawat diri
- Tidak ada nafsu makan atau nafsu makan berlebih
- Terlalu banyak minum alkohol
Anda mungkin juga suka: 10 Cara Mengatasi Homesick saat Merantau, Aman dan Ampuh
Penyebab Cabin Fever

(Sumber: freepik)
Secara garis besar, cabin fever disebabkan karena terlalu lama berada di rumah tanpa interaksi sosial. Bahkan, orang introvert sekalipun tetap butuh untuk berinteraksi dengan orang lain. Selain kurangnya interaksi, beberapa hal berikut ini juga dapat menyebabkan atau memperparah cabin fever:
- Tidak adanya kontak secara fisik dengan teman atau keluarga
- Tidak melakukan aktivitas yang disenangi atau digemari
- Burnout karena pekerjaan
- Lesu dan malas karena kerjaan yang terlalu sedikit atau tidak ada sama sekali
- Rasa cemas yang meningkat karena kekurangan penghasilan
Cara Mengatasi Cabin Fever
Cabin fever adalah suatu kondisi yang umum dirasakan. Bahkan, banyak juga yang tidak menyadari bahwa mereka sedang merasakan cabin fever. Tidak perlu khawatir jika Anda merasakan hal ini karena cabin fever masih bisa diatasi dengan cara-cara berikut ini:
1. Buat rutinitas

(Sumber: freepik)
Memiliki rutinitas dapat menjadi salah satu cara paling efektif untuk memperbaiki pola hidup Anda. Dengan adanya rutinitas, Anda lebih sadar untuk mengontrol kebiasaan hidup Anda. Karena itu, untuk mengatasi cabin fever, cobalah untuk membuat rutinitas dan menjalankannya.
2. Bentuk pola work life balance

(Sumber: freepik)
Apabila Anda yang merasa burnout karena pekerjaan, maka cara yang satu ini sangat penting untuk dilakukan, terutama untuk Anda yang kerja dari rumah. Bekerja dari rumah atau work from home memang lebih nyaman, tetapi juga bisa membuat Anda lupa dengan jam kerja yang berakhir menyebabkan pola hidup Anda berantakan. Atur jam kerja Anda dengan mendedikasikan beberapa jam untuk bekerja dan jam lainnya untuk beristirahat.
3. Bentuk pola makan yang sehat

(Sumber: freepik)
Tanpa Anda sadari, apa yang Anda makan mempengaruhi mood Anda. Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa orang yang memiliki pola makan sehat memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami depresi dan gangguan kecemasan dibandingkan mereka yang tidak menjaga pola makan. Bonusnya, Anda juga bisa jadi lebih sehat secara fisik.
4. Rutin olahraga

(Sumber: freepik)
Selain pola makan yang sehat, penting juga untuk membiasakan diri berolahraga. Olahraga dapat membuat tubuh Anda mengeluarkan hormon endorfin yang dapat meningkatkan mood dan mengurangi stress.
5. Keluar dari rumah

(Sumber: freepik)
Jika memungkinkan, cobalah untuk keluar dari rumah agar Anda tidak terus-terusan merasa terkurung. Kalau Anda bekerja dari rumah, pergilah ke cafe atau perpustakaan untuk mencari suasana baru. Anda juga bisa mencoba jogging saat pagi atau sore hari. Keluar sendirian pun tidak jadi masalah, yang penting Anda tidak terus menerus di dalam rumah.
6. Menyatu dengan alam

(Sumber: freepik)
Setelah terlalu lama di dalam rumah, melihat hijaunya alam pasti menjadi kegiatan yang menyenangkan. Anda tidak harus sampai pergi jauh ke pegunungan atau pantai. Pergi ke taman kota pun sudah cukup.
Kalau di dekat rumah Anda tidak ada taman, Anda juga bisa mencoba kegiatan lain seperti merawat tanaman, menikmati cuaca yang cerah di teras atau balkon rumah, atau bermain dengan hewan peliharaan Anda.
7. Perbaiki pola tidur

(Sumber: freepik)
Kurang tidur dan tidur terlalu lama merupakan salah satu gejala cabin fever. Apabila Anda tidur kurang dari 5 jam atau lebih dari 9 jam, artinya pola tidur Anda sudah tidak sehat. Keduanya akan membuat Anda merasa lelah dan tidak bertenaga.
Karena itu, perbaiki pola tidur Anda. Buat rutinitas sehat yang memungkinkan Anda untuk tidak tidur terlalu malam agar bisa mendapatkan durasi tidur yang cukup.
8. Jaga hubungan

(Sumber: freepik)
Apabila Anda tinggal sendirian di tempat yang jauh dari teman dan keluarga, bertemu secara fisik memang menyulitkan. Tapi, untuk mengatasi hal ini, usahakan agar tetap terhubung dengan mereka. Bertukar kabarlah secara berkala agar Anda tidak merasa terputus dari kehidupan sosial dan memperparah cabin fever yang Anda rasakan.
9. Jangan terlalu banyak melihat berita

(Sumber: freepik)
Meskipun memang penting bagi kita untuk terus mengetahui perkembangan yang terjadi di sekitar, akan tetapi berita yang buruk dapat mempengaruhi depresi dan gangguan kecemasan. Belum lagi beberapa berita yang menyebalkan bisa mengganggu mood Anda dan akhirnya memperburuk kondisi cabin fever Anda.
Konsumsi berita secara sehat. Kurangi waktu yang Anda habiskan di depan layar laptop, televisi, maupun handphone dan coba melakukan kegiatan lain seperti membaca buku, merajut, dan lain-lain.
Baca juga: Digital Detox: Cara Kurangi Screen Time agar Bebas dari Stress
10. Santai saja!

(Sumber: freepik)
Cabin fever tidak terjadi karena Anda sengaja dan merupakan sebuah efek dari kebiasaan yang berubah. Jadi, apabila Anda tidak merasa ada perubahan yang signifikan meskipun Anda sudah mencoba untuk mengatasi cabin fever, Anda tidak perlu khawatir. Lakukan secara bertahap dan fokus saja pada apa yang berhasil Anda lakukan.
Tanda Anda Harus ke Psikolog karena Cabin Fever

(Sumber: freepik)
Apabila Anda merasakan beberapa hal seperti:
- Timbul depresi atau kecemasan berlebih
- Timbul kebiasaan yang kompulsif
- Kekurangan energi, motivasi, atau kehilangan minat akan hal-hal yang biasanya Anda minati
- Pola makan dan pola tidur yang sangat terganggu
Maka tidak ada salahnya untuk mencari pertolongan professional. Konsultasikan dengan psikolog agar Anda bisa mendapatkan pertolongan yang lebih akurat sebelum kondisi Anda semakin parah.
Kesimpulan

(Sumber: freepik)
Meski memang bukan termasuk sebagai penyakit atau gangguan mental, namun cabin fever tetap dapat mempengaruhi pola hidup seseorang dan bahkan berpotensi mengganggu kesehatan mental.
Untuk mengatasi cabin fever, jagalah hubungan dengan teman atau keluarga meskipun hanya secara virtual. Anda juga bisa mengatasinya dengan keluar rumah seperti ke cafe, perpustakaan, taman, dan yang lainnya.
Selain itu, memiliki tempat tinggal yang dilengkapi fasilitas seperti jogging track, kolam renang, taman hijau, dan fasilitas lain yang dapat mengoptimalkan gaya hidup sehat juga bisa membantu Anda untuk mengatasi cabin fever. Tempat tinggal yang demikian bisa Anda rasakan dengan sewa apartemen melalui Jendela360.
Jendela360 merupakan situs sewa apartemen yang telah terpercaya dengan puluhan ribu unit apartemen di kota-kota besar di Indonesia.
Jendela360 memiliki fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang memungkinkan Anda untuk apartemen secara lebih detail tanpa harus beranjak dari tempat duduk Anda.
Seluruh transaksi Anda dengan Jendela360 juga terjamin aman tanpa adanya hidden fees karena dilakukan secara transparan.
Kunjungi website Jendela360 atau hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut!
Riana adalah seorang SEO writer dan copywriter di Jendela360. Riana memiliki pengalaman selama 3 tahun, khususnya dalam bidang properti dan gaya hidup. Dalam menulis, Riana percaya bahwa konten yang berorientasi pada autentisitas adalah kunci dalam menciptakan sebuah tulisan yang lebih berkualitas. Di waktu luang, Riana senang membaca buku untuk terus memperluas wawasan dan memperkaya inspirasinya dalam menulis.




