5 Desain Interior Terburuk yang Viral di TikTok Menurut Ahli

by

|

|

, ,
desain interior terburuk di tiktok

Pernah nggak sih kamu lagi scroll TikTok, terus muncul video makeover apartemen yang kelihatannya wow banget? Dalam 15 detik, ruang sempit berubah jadi super estetik, tembok warna navy, cermin di mana-mana, dan semua sudut terlihat seperti studio foto. Tapi begitu kamu coba tiru di apartemen sendiri, hasilnya malah… sempit, gelap, dan jauh dari ekspektasi.

Nah, di sinilah bahaya dari desain interior terburuk di TikTok, tren viral yang sering kali terlihat menakjubkan di layar, tapi nggak cocok diterapkan di kehidupan nyata, apalagi di unit apartemen yang punya keterbatasan ruang.

Yuk, kita bahas satu per satu apa yang sebenarnya terjadi di balik tren dekorasi yang “kelihatan gampang tapi sering gagal total” ini.

 

Memang Ada Inspirasi Desain yang Salah di TikTok?

TikTok memang gudangnya inspirasi cepat, termasuk urusan desain interior. Tapi nggak semua ide yang viral bisa diikuti begitu saja.

Menurut para desainer profesional yang diwawancarai oleh The Spruce, banyak video dekorasi viral sebenarnya menampilkan proyek yang menarik secara visual, tapi kurang realistis dari segi fungsi, proporsi, dan ketahanan material.

Desainer asal Inggris, Cliff Tan, menegaskan bahwa mengecat elemen permanen seperti lantai kayu atau batu perapian dengan warna ekstrem bisa bikin ruangan tampak seperti set film, bukan tempat tinggal. Jadi meski hasilnya Instagrammable, efek jangka panjangnya belum tentu bagus, terutama di unit apartemen yang ruangnya terbatas.

 

Ciri-Ciri Umum Desain Interior Terburuk di TikTok

Supaya kamu nggak terjebak pada tren viral yang menyesatkan, berikut beberapa pola yang sering muncul di konten desain interior terburuk di TikTok, menurut para ahli.

1. Warna Ekstrem pada Elemen Permanen (Color-Drenching)

Tren “color-drenching” sempat viral banget di TikTok, yaitu mengecat seluruh ruangan (termasuk plafon dan pintu) dengan warna mencolok seperti hijau zamrud atau biru tua.

Sekilas hasilnya memang dramatis, tapi menurut Cliff Tan, gaya ini bisa membuat ruang terasa “panggung” dan kehilangan keseimbangan visual.

Untuk apartemen yang kecil, penggunaan warna solid ekstrem justru membuat ruangan terasa lebih sempit dan menekan. Padahal yang dibutuhkan oleh ruang terbatas adalah kesan lapang dan ringan.

💡 Tip dari ahli: Gunakan warna netral seperti krem, abu muda, atau sage green, lalu tambahkan aksen lewat artwork atau cushion, bukan lewat cat seluruh ruangan.

2. DIY Besar dalam Waktu Singkat

Video TikTok sering menunjukkan proyek DIY (Do It Yourself) besar yang selesai hanya dalam hitungan jam, seperti membuat dinding panel kayu atau rak gantung sendiri. Padahal di dunia nyata, prosesnya butuh alat, keterampilan, dan waktu yang tidak sedikit.

Desainer interior John Stivale menilai bahwa tren DIY instan seperti ini sering melewatkan aspek penting seperti kekuatan struktur dan finishing material. Akibatnya, hasilnya cepat rusak dan malah bikin repot.

💬 “Kalau proyek besar dilakukan tanpa pemahaman teknis, hasilnya jarang tahan lama,” ujar Stivale dalam wawancara dengan The Spruce.

3. Ruangan Gelap dan Moody yang Tidak Sesuai Konteks

Tren mengecat seluruh dinding dengan warna gelap, seperti navy, hitam, atau burgundy, memang tampak elegan di video. Tapi dalam konteks apartemen kecil, efeknya bisa berbalik.

Menurut para ahli, desain moody hanya efektif jika ruang punya pencahayaan alami melimpah dan ceiling tinggi.

Desainer Steven Graffam menyebutkan bahwa ruangan gelap bisa membuat penghuni merasa terkungkung jika tidak diimbangi pencahayaan yang cukup.

Buat kamu yang tinggal di apartemen studio dengan jendela terbatas, pilihan warna gelap justru bisa mengurangi kenyamanan visual.

4. Memasang Cermin di Setiap Ruangan Tanpa Perencanaan

Cermin sering dianggap “senjata ajaib” untuk bikin ruangan kecil terasa luas. Tapi kalau asal pasang, efeknya bisa sebaliknya.

Penempatan cermin yang salah bisa menimbulkan pantulan yang tidak nyaman, misalnya memantulkan area dapur berantakan atau televisi menyala.

Desainer interior Cliff Tan menyarankan agar penempatan cermin selalu memperhatikan arah cahaya dan sudut pandang utama ruangan, bukan sekadar estetika di kamera.

5. Tren Dekorasi Instan Tanpa Pertimbangan Fungsi

Banyak desain viral yang fokus pada tampilan visual saja tanpa memikirkan fungsi ruang. Misalnya, menambahkan kursi besar di ruang tamu mungil atau menempelkan ornamen dinding berlapis-lapis di ruangan dengan ceiling rendah.

Hasilnya? Ruangan jadi sesak dan tidak proporsional. Dalam konteks apartemen milenial yang biasanya multifungsi (bisa untuk kerja, istirahat, dan bersantai), desain seperti ini justru mengurangi kenyamanan jangka panjang.

 

Baca juga: 11 Tips Desain Kamar Tidur Vintage yang Aesthetic

 

Kenapa Milenial Sering Terjebak Tren Desain TikTok?

Buat generasi milenial yang baru punya apartemen, TikTok terasa seperti sumber inspirasi paling cepat dan praktis.

Video yang berdurasi 30 detik seolah memberi solusi instan untuk membuat ruang terasa mahal tanpa keluar banyak biaya.

Masalahnya, desain interior tidak bisa disederhanakan sesingkat algoritma video viral. Faktor seperti ukuran ruang, arah cahaya, ventilasi, dan material semuanya memengaruhi hasil akhir.

Kebanyakan apartemen milenial di kota besar berukuran kompak, dengan pencahayaan alami terbatas. Jadi kalau meniru tren yang didesain untuk rumah luas atau ruang dengan jendela besar, hasilnya jelas berbeda jauh.

 

Apa Kata Para Ahli Tentang Tren Desain Interior TikTok

Para desainer profesional punya pandangan yang sama: TikTok bisa jadi sumber inspirasi, tapi tidak bisa dijadikan patokan tunggal.

  • Steven Graffam mengatakan warna berani memang menarik, tapi kuncinya adalah keseimbangan, bukan kekacauan. Ia menekankan pentingnya memilih kombinasi warna yang tidak hanya bagus di kamera, tapi juga nyaman di kehidupan sehari-hari.
  • John Stivale menambahkan bahwa, “DIY project yang viral sering terlihat mudah karena hasil akhirnya disunting rapi. Tapi detail teknis di balik layar sering kali diabaikan.” Ia menyarankan untuk melakukan riset sebelum memulai proyek besar di apartemen.
  • Cliff Tan, dikenal lewat karya desain yang fungsional dan estetis, juga menegaskan desain yang baik bukan soal meniru tren, tapi memahami ruangmu sendiri.

 

Ketiga desainer ini sepakat bahwa konten inspiratif tidak sama dengan panduan desain profesional.

Strategi Menghindari Desain Interior Terburuk di TikTok untuk Apartemen

Supaya apartemenmu tetap nyaman dan estetik tanpa terjebak tren viral, berikut strategi yang direkomendasikan oleh para ahli desain:

1. Prioritaskan Fungsi dan Skala Ruang

Sebelum menentukan gaya atau warna, pikirkan dulu bagaimana ruangan digunakan setiap hari. Untuk apartemen kecil, pilih furnitur multifungsi dan warna yang menciptakan ilusi luas.

2. Mulai dari Dasar, Bukan Tren Cepat

Fokus dulu pada layout, pencahayaan, dan sirkulasi udara.
Setelah dasar ruang nyaman, baru tambahkan elemen dekoratif yang sesuai gaya pribadimu.

3. Pilih Aksesori dengan Tujuan

Daripada menumpuk banyak dekorasi kecil, lebih baik punya satu statement piece yang benar-benar menonjol, seperti lukisan besar atau cermin berbingkai artistik.

4. Konsultasi atau Riset Sebelum Eksekusi

Kamu nggak harus langsung menyewa desainer profesional, tapi riset kecil bisa membantu. Misalnya, cari tahu efek warna terhadap mood, atau bagaimana pencahayaan buatan bisa memengaruhi tampilan warna cat di ruangmu.

 

Kesimpulan

TikTok bisa jadi sumber inspirasi desain yang menyenangkan, tapi nggak semua tren cocok diterapkan di apartemen milenial. Banyak desain interior terburuk di TikTok lahir karena orang meniru tren tanpa mempertimbangkan konteks ruang, fungsi, atau proporsi.

Desain yang baik bukan soal viral, tapi soal relevansi dan kenyamanan.
Sebelum mengikuti tutorial TikTok, tanyakan dulu: “Apakah ini cocok untuk ruang dan gaya hidupku?”

Dengan memahami prinsip dasar desain dan tetap selektif terhadap tren, kamu bisa menciptakan apartemen yang bukan cuma estetik, tetapi juga benar-benar nyaman untuk ditinggali.

 

🏡 Ingin Apartemen dengan Desain Interior Estetik Tanpa Repot Dekorasi?

Kalau kamu ingin tinggal di apartemen yang sudah siap huni dengan desain interior yang estetik, rapi, dan nggak bikin sakit mata, saatnya cari unit impianmu di Jendela360!

Di Jendela360, kamu bisa pilih:

  • Apartemen Studio yang praktis dan stylish
  • 1 Bedroom yang pas buat pasangan muda
  • 2 Bedroom & 3 Bedroom untuk kamu yang ingin ruang lebih luas

Semua unit Star Listing di Jendela360 sudah full furnished dengan desain interior modern dan fungsional, jadi kamu tinggal bawa koper dan langsung bisa menikmati hunian yang nyaman.

👉 Yuk, temukan apartemen favoritmu sekarang di Jendela360.com dan rasakan pengalaman sewa apartemen yang bebas drama!

Artikel Lainnya