Lavender memang bukan tanaman rumahan biasa. Menanam lavender dipercaya membutuhkan kesabaran, pengetahuan, serta tips dan trik tersendiri.

Terutama karena tanaman bunga ini masih sangat jarang ditanam secara rumahan. Baik itu di halaman, sampai di pot.

Sehingga bila berniat untuk mulai menanam bunga lavender, perhatikan dengan baik apa saja tips dan trik yang akan diberikan di bawah ini.

Lavender merupakan tanaman bunga menarik. Selain memiliki bunga yang harum, daun lavender juga terdapat beberapa manfaat.

Tanaman bunga lavender memiliki aroma tersendiri yang dipercaya memberikan efek aromatik. Salah satunya sepertinya menghilangkan stres sampai membantu kesulitan tidur.

Untuk itu, tak ada salahnya bukan untuk mulai menanam lavender di rumah?

Satu hal penting sebelum memulai menanam bunga lavender di rumah, harus diketahui sampai saat ini tanaman satu ini masih jarang menjadi house plant.

Salah satu alasan mengapa tanamanan lavender belum menjadi house plant atau tanaman rumahan karena membutuhkan perawatan serta pengetahuan ekstra. Selain itu tanaman lavender juga sensitif terhadap cahaya dan kelembaban.

Tanaman lavender berasal dari Eropa dan Mediterania. Meski begitu, lavender dipercaya bisa tumbuh pada berbagai musim dan daerah.

Meski bukan tanamanan rumahan, tidak berarti lavender sama sekali tidak bisa ditanam di rumah. Sebelumnya perhatikan dulu beberapa tips dan trik penting untuk mulai menanam bunga lavender.

Tips dan trik menanam lavender di rumah

1. Lavender sebaiknya ditanam di pot

cara menanam lavender di pot

Ya, berbeda dengan pengetahuan kebanyakan, lavender sebaiknya ditanam di pot. Terutama pot dengan terracotta atau tanah liat.

Tipe pot ini akan membuat lavender tumbuh seolah di lingkungan Eropa dan Mediterania. Salah satunya karena karakter tanah liat yang ada pada pot.

Menanam bunga lavender di pot terracotta dan tanah liat memang sangat dianjurkan daripada secara langsung di tanah.

Bila hendak menanam bunga lavender ini di kebun, maka sebaiknya gunakan pot dari bahan terakota dan tanah liat tersebut baru di letakkan di halaman.

Begitu juga saat menanam bunga lavender di dalam rumah. Pastikan menggunakan kedua jenis pot tersebut.

Baca juga: 10 Tanaman Hias Yang Cocok Ditanam di Apartemen

2. Perhatikan media tanam yang digunakan

Media tanam sangat berpengaruh pada kesuburan dan tumbuh kembang tanaman. Hal ini sepertinya sudah tak asing lagi.

Menanam bunga lavender juga tak jauh berbeda. Media tanam menjadi pertimbangan paling penting yang harus menjadi perhatian.

Tanaman lavender sangat sensitif dengan air. Untuk itu pastikan saat menanam bunga lavender menggunakan media tanam yang mudah menyerap air.

Demi memastikan tak akan ada air yang tergenang di dalam media tanam, tanah yang digunakan untuk menanam bunga lavender boleh dicampur dengan batu-batuan serta limestone. Ini akan membantu menyerap kelebihan air di dalam tanah.

Selain memastikan semua air terserap dan tak tergenang, kandungan basa dan asam dalam tanah juga menjadi pertimbangan.

Tanaman lavender memiliki asal dari Eropa, dimana tingkat alkali pada tanah berbeda dengan di Indonesia. Perbedaan tingkatan alkali ini bisa menganggu perkembangan bahkan menyebabkan tanaman lavender mati.

Untuk menghindari keadaan tanah yang terlalu basa, campurkan sedikit perasaan jeruk dalam media tanam satu bulan sekali.

Tips lain yang bisa dilakukan ialah dengan mencampur remahan cangkang kulit telur dengan media tanam.

Selain juga menaburkan cangkang kulit telur di atas tanah pada tanaman lavender. Pastikan untuk melakukan campuran ini sebanyak satu bulan sekali pula.

3. Mendapat matahari cukup tapi tak berlebihan

Iklim Indonesia sebenarnya susah-susah gampang untuk menanam lavender. Di satu sisi, menanam lavender di iklim Indonesia akan sangat mudah karena banyaknya matahari.

Tanaman lavender yang berasal dari Mediterania menyukai banyaknya matahari yang bisa didapatkan. Di satu ini, sering kali matahari yang didapatkan justru terlalu banyak.

Untuk mengakali hal ini, bila menanam tanaman lavender di halaman rumah maka pastikan tak terkena sengatan matahari secara langsung.

Pot tanamanan lavender bisa diletakkan di teras demi menghindari sengatan matahari secara langsung nantinya.

Meski begitu, saat sebelum matahari naik, terutama di pagi hari, pastikan mengeluarkan lavender hingga terkena matahari secara langsung.

Hal yang sama juga penting diperhatikan saat menanam tanaman lavender di dalam ruangan rumah. Di pagi hari pastikan menjemur pot tanaman lavender agar terkena sinar matahari.

Saat sudah siang, letakan lavender dekat jendela hingga tetap terkena matahari meski tidak secara langsung. Banyaknya sinar matahari yang didapat akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman lavender.

4. Jangan menyiram tepat pada tanaman lavender

tips menanam lavender di rumah

Tips berikutnya tak kalah penting. Saat menyiram, pastikan untuk tidak secara langsung pada tanaman lavender.

Ini tentu saja berbeda dengan tanamanan rumahan lain seperti mawar yang justru akan tumbuh dengan baik melalui proses penyiraman secara langsung.

Lavender justru sebaliknya. Menyiram secara langsung akan menimbulkan infeksi pada daun dan batang tanaman lavender.

Baca juga: Butuh Udara Segar Dalam Ruangan? 5 Tanaman Hias Pembersih Udara Ini Bisa Jadi Pilihan

5. Pilih tipe yang tepat

Sebelum menanam lavender, ketahui tipe yang tepat. Ada banyak varietas dan jenis tanamanan lavender.

Beberapa tak cocok sebagai tanaman rumahan seperti “Lady” dan “Munstead” yang memberikan aroma manis pada masakan. Sedangkan tipe bunga lavender lebih kecil akan lebih pas saat ditanam di rumah.

Setelah tips dan trik di atas, menanam lavender di rumah tak terdengar sangat sulit lagi bukan?

Sebaliknya, memiliki tanaman lavender di rumah, baik itu di halaman atau di dalam ruangan rumah akan memberikan keharuman alami serta kesegaran. Selain tentunya tampilan lebih cantik di rumah.