Daftar Isi:
Musik relaksasi — Siapa yang tidak suka mendengarkan musik? Sejak kecil, semua orang pasti sudah dikenalkan dengan musik. Huruf alfabet, nama-nama hari, hingga nama-nama bulan dalam satu tahun dikenalkan kepada menggunakan nada lagu agar memudahkan anak-anak dalam menghafalnya.
Hampir semua aktivitas sehari-hari memang lebih mudah dan nyaman untuk dilakukan sambil mendengarkan musik. Beberapa orang ada yang bisa lebih fokus saat bekerja jika dilakukan sambil mendengarkan musik. Mendengarkan musik juga sering dilakukan sambil membersihkan rumah, belajar, olahraga, hingga saat melakukan perjalanan di mobil, bus, kereta, maupun pesawat.
Musik juga sering digunakan untuk melepas penat dan bersantai. Nah, lagu-lagu yang sering digunakan disebut dengan musik relaksasi.
Apa Itu Musik Relaksasi?

(Sumber: freepik)
Seperti yang sudah bisa Anda tebak lewat namanya, musik relaksasi adalah musik yang didengarkan untuk membuat pikiran lebih tenang dan rileks. Meskipun sering dikaitkan dengan musik klasik, akan tetapi musik relaksasi tidak mesti memiliki string instruments seperti biola, cello, double bass, harpa, dan lain-lain. Beberapa genre musik selain klasik yang biasa dikaitkan dengan musik relaksasi adalah downtempo, jazz, lounge, R&B, ambient, dan lo-fi.
Lagu-lagu yang digunakan untuk relaksasi biasanya memiliki harmoni konsonan, pola yang repetitif, serta suara ambient yang memberikan suasana yang ingin digambarkannya. Tidak sedikit produser lagu yang menambahkan suara-suara alam seperti suara hujan, jangkrik, hingga suara dentingan gelas ke dalam lagunya.
Musik untuk relaksasi juga biasanya memiliki tempo yang lebih lambat. Biasanya, temponya berada di bawah 120 bpm (beats per minute) dan bisa mencapai hingga 60 bpm. Salah satu lagu yang paling sering disebut saat bicara soal musik relaksasi adalah “Weightless” dari band asal Inggris, Marconi Union.
Weightless disebut-sebut sebagai salah satu lagu paling ampuh untuk relaksasi bukan tanpa alasan. Lagu dengan durasi sepanjang 8 menit ini dibuat atas kerjasama antara Marconi Union dengan British Academy of Sound Therapy. Marconi Union menulis Weightless dengan tempo 60 bpm yang kemudian perlahan-lahan menurun hingga ke 50 bpm.
Berdasarkan dari sebuah percobaan yang dilakukan oleh Mindlab International yang melibatkan 40 partisipan, Weightless juga terbukti dapat menurunkan tingkat kecemasan dan stress hingga 65%. Saking efektifnya, bahkan Weightless juga tidak disarankan untuk didengarkan ketika Anda sedang menyetir kendaraan.
Anda mungkin juga suka: 10 Cafe Live Music di Jakarta Yang Cocok Buat Nongkrong
Manfaat Musik Relaksasi

(Sumber: freepik)
1. Mengurangi stress dan kecemasan
Sesuai namanya, musik relaksasi dapat memberikan efek menenangkan yang dapat membantu tubuh dan pikiran Anda terasa lebih rileks. Melodi yang cenderung repetitif dan harmoni yang dimilikinya mampu menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan memperlambat napas.
Selain itu, musik jenis ini juga dikatakan dapat meningkatkan produksi endorfin, serotonin, dan menurunkan kortisol sehingga membuat Anda lebih nyaman dan tenang. Karenanya, mendengarkan musik relaksasi dapat dilakukan untuk membantu dalam mengelola stress.
2. Meningkatkan kualitas tidur
Terlalu banyak pikiran merupakan salah satu biang utama yang dapat menyebabkan seseorang kesulitan untuk tidur. Akibatnya, waktu istirahat pun terpangkas. Kekurangan waktu tidur juga dapat mengundang berbagai masalah kesehatan lain baik dalam hal fisik maupun mental.
Apabila Anda sering mengalami hal ini, mungkin Anda bisa coba untuk mendengarkan musik relaksasi saat malam hari sebelum tidur. Tubuh Anda dapat lebih tenang meski tanpa Anda sadari. Agar dapat tidur lebih cepat, lagu-lagu instrumental tanpa nyanyian lebih disarankan untuk didengarkan agar pikiran Anda tidak terfokus pada lirik yang dinyanyikan.
3. Meningkatkan fokus
Tidak hanya menenangkan, musik relaksasi juga dapat meningkatkan konsentrasi. Dengan melodinya yang lebih lembut, lagu-lagu dengan tipe ini dapat membuat otot-otot Anda lebih rileks. Mendengarkan musik relaksasi juga membuat pikiran Anda lebih sunyi tanpa distraksi yang berlebihan sehingga Anda dapat lebih mudah fokus saat bekerja atau mengerjakan tugas.
4. Mengurangi tekanan darah
Musik bisa membantu mengurangi tekanan darah dengan cara memperlambat detak jantung yang pada akhirnya membantu tubuh Anda lebih rileks. Tidak heran kalau musik juga tidak jarang digunakan saat terapi untuk mengelola stress pada pengobatan pasien yang mengidap masalah kardiovaskular.
5. Meningkatkan kinerja otak
Sudah bukan rahasia lagi kalau belajar bermain instrumen musik dan bernyanyi sejak dini dapat membantu perkembangan otak. Pola lagu relaksasi yang cenderung berulang-ulang serta suasananya yang tenang membuatnya seakan-akan berperan bagi saraf di otak Anda.
Baca juga: Murah Meriah! TWS Dibawah 1 Juta Ini Bikin Suara Jernih Tanpa Menguras Dompet
Jenis dan Rekomendasi Musik yang Sering Digunakan untuk Relaksasi
1. Musik klasik

(Sumber: unsplash)
Musik klasik bisa dibilang menjadi salah satu jenis musik yang paling banyak dipilih ketika ingin meningkatkan fokus atau menenangkan pikiran. Musik klasik yang biasa digunakan untuk relaksasi biasanya berasal dari era romantik abad ke-19 seperti piece dari Franz Schubert, Niccolò Paganini, Frédéric Chopin, Pyotr Ilyich Tchaikovsky, Claude Debussy, dan lain-lain.
2. Akustik

(Sumber: unsplash)
Musik akustik artinya musik yang dihasilkan dengan instrumen yang tidak membutuhkan aliran listrik untuk menghasilkan suara. Beberapa instrumen akustik adalah gitar akustik, biola, banjo, piano, cajon, dan lain-lain. Karena dapat menghasilkan suara meski tanpa aliran listrik, lagu akustik biasanya terasa lebih menenangkan. Apabila Anda ingin menikmati lagu akustik instrumental, Anda bisa mendengarkan lagu-lagu dari Sungha Jung atau duo gitaris dari Jepang, Depapepe. Beberapa lagu akustik populer atau menggunakan instrumen akustik yang cukup kencang antara lain adalah:
- More Than Words – Extreme
- Your Song – Sam Kim
- Let Her Go – The Passengers
- I Won’t Give Up – Jason Mraz
- Say You Won’t Let Go – James Arthur
3. Jazz

(Sumber: unsplash)
Jazz adalah genre musik yang berasal dari Amerika dan sudah muncul sejak awal abad ke-20. Genre ini disebut menjadi bentuk kebebasan musisi dalam berekspresi karena memiliki improvisasi tinggi serta ritme yang kompleks. Tidak heran kalau biasanya jazz dimainkan oleh musisi-musisi yang handal. Beberapa lagu jazz yang bisa Anda dengar adalah:
- Take Five – Dave Brubeck
- Take the A Train – Duke Ellington
- Menghujam Jantungku – Tompi
- Just the Two of Us – Grover Washington, Jr., Bill Withers
- God Bless the Child – Billie Holiday
4. Ballad

(Sumber: unsplash)
Lagu ballad biasanya lebih sering dikaitkan dengan lagu sedih. Genre yang satu ini memang biasanya bercerita tentang cinta dengan lirik yang cenderung puitis. Temponya juga lebih lambat sehingga cocok untuk didengarkan apabila Anda ingin menenangkan suasana hati dengan musik relaksasi.
Ballad sudah bukan menjadi genre yang asing di Asia. Beberapa musisi yang khas dengan lagu ballad-nya antara lain seperti Ebiet G. Ade, Hoppipolla, 2AM, dan Davichi. Beberapa lagu ballad lainnya yang bisa Anda dengar antara lain:
- Supermarket Flower – Ed Sheeran
- Oh, My Sun – Kevin Oh
- Love Poem – IU
- Daddy – Coldplay
- Clouds – Before You Exit
5. Lo-fi

(Sumber: freepik)
Lo-fi merupakan singkatan dari low fidelity dan merujuk pada kualitas produksi musik dinilai belum sempurna atau masih kasar. Awalnya lo-fi bukan termasuk genre, akan tetapi karakteristiknya yang unik membuat musik lo-fi kian populer dan memiliki estetikanya sendiri.
Kini lo-fi menjadi genre musik yang banyak menjadi pilihan mereka yang ingin rileks atau fokus. Karena umumnya tidak memiliki lirik, lagu lo-fi dapat membantu Anda yang ingin berkonsentrasi saat bekerja.
Waktu untuk Mendengarkan Musik Relaksasi
1. Saat bekerja atau belajar

(Sumber: freepik)
Karena dapat membantu menambah konsentrasi, mendengarkan musik relaksasi saat bekerja atau belajar sangat direkomendasikan. Lagu instrumental tanpa lirik lebih disarankan agar Anda tidak terdistraksi dengan isi liriknya.
2. Sebelum tidur

(Sumber: freepik)
Musik relaksasi bisa membantu Anda tidur lebih nyenyak. Apabila Anda kesulitan untuk tidur, mendengarkan musik yang tenang juga bisa membantu Anda terlelap lebih cepat. Putar musik sekitar 30 menit sebelum Anda tidur untuk membantu tubuh lebih rileks dan pikiran lebih tenang.
PIlihlah lagu-lagu dengan tempo yang lebih lambat. Atur juga volume musik yang Anda putar agar tidak terlalu keras dan justru mengganggu tidur Anda.
3. Yoga atau meditasi

(Sumber: freepik)
Ketika meditasi atau yoga, Anda perlu untuk mengosongkan pikiran dan tidak terpengaruh dari suara-suara lain. Agar Anda bisa lebih santai dan tetap fokus, putarlah lagu yang cenderung lebih lembut dan menenangkan.
4. Saat perjalanan

(Sumber: freepik)
Pernahkah Anda naik mobil atau bis sambil mendengarkan musik dan melihat ke luar jendela seolah-olah Anda sedang berada di dalam music video? Tenang saja, Anda tidak sendirian!
Mendengarkan musik selama di perjalanan dapat mendistraksi pikiran dari perjalanan yang monoton dan membosankan. Dengan mendengarkan musik relaksasi saat berangkat dan pulang kerja, mood pun bisa menjadi lebih baik.
Tapi, tetap berhati-hati untuk memutar lagu apabila Anda yang menyetir. Pastikan lagu yang Anda putar tidak mengganggu konsentrasi Anda saat berkendara dan tidak membahayakan Anda maupun pengguna jalan lainnya.
5. Saat stress

(Sumber: freepik)
Stress setelah kerja atau beraktivitas seharian adalah hal yang sangat wajar. Nah, daripada Anda melampiaskannya dengan hal-hal negatif yang nantinya akan Anda sesali, lebih baik putar musik relaksasi. Selain membuat Anda lebih tenang, suasana hati juga perlahan membaik.
Mendengarkan musik untuk relaksasi adalah cara yang efektif untuk mengurangi stress, meningkatkan kualitas tidur, dan memperbaiki mood. Anda bisa memilih genre apapun yang Anda suka asalkan bisa membuat Anda lebih rileks.
Selain dengan mendengarkan musik, bersantai dan rileks juga bisa Anda rasakan dengan memiliki hunian yang ideal seperti dengan sewa apartemen melalui Jendela360.
Jendela360 adalah solusi mudah, cepat, dan terpercaya untuk sewa apartemen dengan puluhan ribu pilihan unit apartemen di kota-kota besar di Indonesia.
Proses pencarian apartemen Anda jadi lebih mudah karena Jendela360 memiliki fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang memungkinkan Anda untuk apartemen secara lebih detail tanpa harus beranjak dari tempat duduk Anda.
Seluruh transaksi Anda dengan Jendela360 juga terjamin lebih terpercaya tanpa adanya hidden fees karena dilakukan secara aman dan transparan.
Anda juga bisa menemukan unit dengan promo free service charge maupun penawaran menarik lainnya dengan sewa apartemen melalui Jendela360.
Kunjungi website Jendela360 atau hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut!
Riana adalah seorang SEO writer dan copywriter di Jendela360. Riana memiliki pengalaman selama 3 tahun, khususnya dalam bidang properti dan gaya hidup. Dalam menulis, Riana percaya bahwa konten yang berorientasi pada autentisitas adalah kunci dalam menciptakan sebuah tulisan yang lebih berkualitas. Di waktu luang, Riana senang membaca buku untuk terus memperluas wawasan dan memperkaya inspirasinya dalam menulis.




