Cara menghilangkan bau pipis kucing — Para cat lovers pasti sudah paham tentang bagaimana merepotkannya ketika kucing peliharaannya buang air sembarangan. Meskipun sudah disediakan kotak pasir, terkadang kucing tetap pipis di bagian rumah yang lain sesukanya. Akibatnya, bau pipis yang menyengat pun jadi mengganggu.
Urin kucing mengandung zat kimia seperti amonia dan asam urat yang membuat baunya jauh lebih tajam dibanding urin hewan lainnya. Selain itu, bau ini cenderung sulit hilang meskipun sudah dibersihkan dengan air biasa. Bahkan, jika tidak dibersihkan secara menyeluruh, kucing cenderung akan kembali buang air di tempat yang sama karena mengenali aromanya.
Tapi, Anda tidak perlu khawatir karena dengan cara berikut ini, Anda bisa menghilangkan bau pipis kucing dengan lebih efektif. Simak artikelnya berikut ini!
Penanganan Awal untuk Mengatasi Pipis Kucing
Sebelum Anda mulai menggunakan bahan pembersih alami atau kimia, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menangani urin secepat mungkin. Urin yang dibiarkan terlalu lama akan menyerap ke dalam permukaan, memperkuat bau, dan membuat proses pembersihan lebih sulit.
- Langsung lap pipis kucing. Gunakan tisu atau kain bersih yang menyerap cairan dengan baik. Jangan menggosok area tersebut, karena justru akan membuat urin menyebar ke permukaan yang lebih luas. Cukup tekan perlahan hingga cairan terserap.
- Bilas dengan air dingin. Setelah urin terserap, bilas area tersebut dengan air dingin. Hindari menggunakan air panas karena justru bisa “mengikat” protein dalam urin ke serat kain atau permukaan lantai.
Langkah awal ini akan membantu mencegah bau menyerap terlalu dalam dan memudahkan proses pembersihan lanjutan.
Cara Menghilangkan Bau Pipis Kucing Menggunakan Bahan Alami

(Sumber: freepik)
Nah, setelah mengelap pipis kucing, langkah selanjutnya adalah untuk menghilangkan bau di titik bekas dipipisi oleh kucing. Agar lebih aman untuk keluarga maupun untuk kucing Anda, gunakan bahan-bahan alami berikut ini. Selain lebih mudah didapatkan, bahan-bahan ini juga relatif lebih terjangkau dan tidak mengandung bahan kimia yang keras.
1. Cuka Putih
Cuka putih memiliki sifat asam yang efektif dalam menetralkan amonia yang terdapat dalam urin kucing. Amonia inilah yang menjadi penyebab utama bau menyengat dari pipis kucing. Untuk menggunakannya, campurkan cuka dan air dalam perbandingan 1:1, lalu semprotkan ke area yang terkena pipis.
Setelah disemprot, diamkan selama 5–10 menit agar cairan bekerja secara maksimal, lalu bilas dengan air bersih. Cuka juga memiliki efek antibakteri yang dapat membantu mencegah pertumbuhan mikroorganisme penyebab bau.
Anda mungkin juga suka: 9 Tips Memelihara Kucing di Apartemen, Cat Lovers Wajib Tahu!
2. Baking Soda
Baking soda dikenal sebagai agen penyerap bau yang sangat efektif. Setelah membersihkan area pipis dengan air atau cuka, Anda bisa menaburkan baking soda secukupnya ke permukaan tersebut.
Diamkan selama beberapa jam atau semalaman agar baking soda menyerap bau secara maksimal. Setelah itu, bersihkan dengan penyedot debu atau lap kering. Metode ini sangat cocok digunakan pada karpet, sofa, atau kasur.
3. Lemon atau Jeruk Nipis
Air perasan lemon atau jeruk nipis memiliki kandungan asam yang tinggi dan aroma segar yang bisa membantu menetralkan bau pipis kucing. Selain itu, kandungan antibakterinya juga bermanfaat untuk membunuh kuman.
Gunakan perasan lemon yang telah dicampur air, lalu semprotkan atau usapkan ke area yang terkena pipis. Biarkan beberapa saat sebelum dibersihkan agar aroma segarnya lebih bertahan lama.
4. Kopi
Kopi memiliki kemampuan alami dalam menyerap bau, sekaligus memberikan aroma netral yang menyenangkan. Anda bisa menggunakan biji kopi, bubuk kopi, atau ampas kopi untuk mengatasi bau pipis kucing.
Letakkan kopi dalam wadah terbuka dan posisikan di sekitar area yang terpapar bau. Meski tidak secara langsung membersihkan pipis, kopi sangat membantu mengurangi aroma tak sedap di dalam ruangan.
5. Air Garam
Larutan garam adalah antiseptik ringan yang efektif digunakan untuk membersihkan area pipis kucing, terutama pada permukaan keras seperti lantai keramik atau kayu.
Campurkan satu sendok makan garam ke dalam satu gelas air hangat, lalu gunakan kain bersih untuk mengelap area yang terkena. Air garam akan membantu membunuh bakteri dan meredakan bau yang tersisa.
6. Minyak Esensial
Beberapa jenis minyak esensial seperti lavender, tea tree, dan eucalyptus memiliki aroma menyegarkan dan sifat antibakteri. Namun, penting untuk mengencerkannya terlebih dahulu agar tidak membahayakan kucing.
Campurkan beberapa tetes minyak esensial ke dalam air dan semprotkan ke area yang sudah dibersihkan. Selain menghilangkan bau, minyak ini juga bisa membantu menenangkan suasana ruangan secara alami.
Cara Menghilangkan Bau Pipis Kucing dengan Cairan Pembersih

(Sumber: freepik)
Jika bahan alami tidak cukup efektif, terutama untuk bau yang sudah lama atau membandel, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan produk pembersih seperti berikut ini.
1. Pembersih Enzimatik
Pembersih enzimatik bekerja dengan cara memecah molekul organik dalam urin kucing. Enzim-enzim ini menghancurkan struktur kimia dari senyawa penyebab bau seperti asam urat dan protein sehingga bau bisa hilang lebih efektif, bukan hanya tersamarkan.
Produk ini sangat direkomendasikan untuk permukaan berpori seperti karpet, kasur, dan sofa karena dapat menjangkau bagian dalam serat yang sulit dibersihkan dengan bahan biasa. Pastikan untuk mengikuti petunjuk pemakaian pada label produk agar hasilnya optimal.
2. Pembersih Non-Amonia
Banyak produk pembersih rumah tangga berbahan dasar amonia, namun ini sebaiknya dihindari saat membersihkan pipis kucing. Aroma amonia menyerupai bau urin kucing, yang justru dapat memicu kucing untuk buang air di tempat yang sama kembali.
Sebagai gantinya, gunakan produk pembersih bebas amonia yang dirancang khusus untuk hewan peliharaan. Produk seperti ini biasanya memiliki bahan aktif yang ramah lingkungan dan aman untuk kucing maupun anggota keluarga Anda.
3. Pembersih Karpet dan Tekstil
Untuk noda dan bau pipis yang sudah meresap ke dalam karpet atau kain pelapis sofa, pembersih karpet dan tekstil adalah solusi ideal. Produk ini diformulasikan untuk mengangkat kotoran, menghilangkan bau, serta menjaga tekstur dan warna kain tetap awet.
Beberapa produk juga mengandung bahan antibakteri yang bisa membantu mencegah pertumbuhan jamur atau bakteri penyebab bau. Pastikan untuk mengetes produk pada area kecil terlebih dahulu guna menghindari kerusakan pada material.
Lakukan Ini Juga Agar Aroma Pipis Kucing Cepat Hilang

(Sumber: freepik)
Selain menggunakan bahan alami maupun pembersih di atas, Anda juga bisa melakukan cara-cara ini agar aroma pipis si anabul cepat hilang dan tidak terjebak di dalam ruangan saja.
1. Maksimalkan Sirkulasi Udara
Sirkulasi udara yang baik sangat penting untuk mempercepat hilangnya bau pipis kucing di dalam ruangan. Bau yang terperangkap di dalam ruangan tertutup bisa bertahan lebih lama dan menyebar ke seluruh bagian rumah.
Buka jendela, nyalakan kipas angin, atau gunakan air purifier untuk melancarkan aliran udara. Ini akan membantu membawa keluar udara lembap yang berbau dan menggantinya dengan udara segar.
2. Gunakan Lampu UV
Lampu ultraviolet atau UV light sangat berguna untuk mendeteksi sisa urin yang tidak terlihat oleh mata. Sering kali, bau masih tercium meskipun area tampak bersih karena ada residu mikroskopis yang tertinggal.
Dengan bantuan lampu UV, Anda dapat mengidentifikasi titik-titik pipis yang tersembunyi, seperti di sudut-sudut ruangan atau bagian bawah furniture, lalu membersihkannya secara lebih menyeluruh.
3. Letakkan Tanaman atau Aromaterapi
Menempatkan tanaman dalam ruangan seperti lavender, rosemary, atau peace lily bisa membantu menyerap bau tidak sedap secara alami. Beberapa tanaman juga memiliki kemampuan purifikasi udara yang baik.
Selain tanaman, Anda bisa menggunakan aromaterapi alami dari minyak esensial yang disebarkan melalui diffuser. Pilih aroma yang menyegarkan namun aman untuk hewan peliharaan, seperti lemon, peppermint, atau eucalyptus.
Baca juga: Mengenal Jenis Pengharum Ruangan dan Rekomendasinya
Cara Mencegah agar Kucing Tidak Pipis Sembarangan Lagi

(Sumber: freepik)
Membersihkan saja tidak cukup. Anda juga perlu untuk mencegah kucing Anda pipis sembarangan lagi. Pencegahan ini penting agar masalah tidak terus berulang.
1. Bersihkan Kotak Pasir Secara Rutin
Kucing sangat sensitif terhadap kebersihan. Jika kotak pasir kotor, mereka cenderung mencari tempat lain untuk buang air, termasuk karpet atau sudut rumah. Membersihkan kotak pasir setiap hari akan menjaga kenyamanan kucing dan mendorong mereka untuk selalu buang air di tempat yang benar.
Selain mengganti pasir secara berkala, kotak pasir juga perlu dicuci menyeluruh minimal seminggu sekali. Gunakan sabun yang tidak berbau menyengat agar tidak membuat kucing enggan menggunakannya.
2. Letakkan Kotak Pasir di Posisi yang Tepat
Lokasi kotak pasir sangat memengaruhi kenyamanan kucing. Pilih tempat yang tenang, tidak banyak dilalui orang, dan mudah dijangkau oleh kucing. Hindari menaruhnya dekat dengan tempat makan atau sumber suara bising seperti mesin cuci.
Kucing membutuhkan privasi saat buang air, jadi pastikan area tersebut cukup tertutup namun tetap memiliki ventilasi udara. Jika Anda memiliki lebih dari satu kucing, sediakan kotak pasir untuk masing-masing.
3. Periksa Kesehatan Kucing Anda
Perubahan perilaku seperti pipis sembarangan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan, misalnya infeksi saluran kemih atau stres. Jika kucing Anda tiba-tiba berhenti menggunakan kotak pasir, penting untuk memeriksakan kondisinya ke dokter hewan.
Penanganan medis sejak dini akan membantu mengatasi masalah lebih cepat dan mencegah kucing merasa tidak nyaman. Kucing yang merasa sakit bisa saja mengasosiasikan rasa sakit tersebut dengan kotak pasir, sehingga enggan menggunakannya lagi.
4. Gunakan Aroma Alami yang Tidak Disukai Oleh Kucing
Ada beberapa aroma tertentu tidak disukai kucing seperti bau jeruk, kayu manis, atau kopi. Anda dapat menggunakan bahan-bahan ini sebagai pengusir alami untuk mencegah kucing mendekati area yang tidak diinginkan.
Semprotkan larutan air jeruk atau letakkan bubuk kopi di sudut-sudut rumah yang sering dijadikan tempat pipis sembarangan. Pastikan aroma yang digunakan aman dan tidak mengandung bahan berbahaya bagi hewan peliharaan.
Menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah dari bau pipis kucing memang penting, apalagi jika Anda tinggal di hunian bersama keluarga atau hewan peliharaan.
Kalau Anda sedang cari hunian yang aman dan nyaman untuk keluarga dan hewan peliharaan Anda, Anda bisa sewa apartemen pet friendly melalui Jendela360.
Jendela360 adalah situs sewa apartemen yang telah terpercaya dengan puluhan ribu unit apartemen pet friendly maupun non pet friendly di kota-kota besar di Indonesia. Kualitas setiap unitnya terjamin karena telah melalui proses verifikasi.
Jendela360 memiliki fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang memungkinkan Anda untuk apartemen secara lebih detail tanpa harus beranjak dari tempat duduk Anda. Tim kami juga selalu bersedia dengan senang hati untuk membantu menemukan apartemen yang terbaik untuk Anda.
Seluruh transaksi Anda dengan Jendela360 juga terjamin aman tanpa adanya hidden fees karena dilakukan secara transparan.
Kunjungi website Jendela360 atau hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut!
Riana adalah seorang SEO writer dan copywriter di Jendela360. Riana memiliki pengalaman selama 3 tahun, khususnya dalam bidang properti dan gaya hidup. Dalam menulis, Riana percaya bahwa konten yang berorientasi pada autentisitas adalah kunci dalam menciptakan sebuah tulisan yang lebih berkualitas. Di waktu luang, Riana senang membaca buku untuk terus memperluas wawasan dan memperkaya inspirasinya dalam menulis.




