Pernahkah Anda mendengar kata “hygge”? Hygge adalah sebuah istilah dari Denmark yang kini banyak menarik minat dari seluruh dunia. Kata ini sebenarnya tidak dapat diartikan secara harfiah. Namun, hygge sering dikaitkan dengan kebahagiaan dan kenyamanan. Lalu, apa itu hygge dan bagaimana cara melakukannya? Simak penjelasannya berikut ini.
Hygge Adalah…

(Sumber: unsplash)
Secara garis besar, hygge (dibaca: hoo-ga) adalah merasakan kebahagiaan dengan melakukan hal-hal sederhana seperti makan hidangan yang enak, berbincang dengan keluarga, menikmati segelas cokelat panas, dan lain-lain. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari kesibukan aktivitas dengan menciptakan suasana yang nyaman dan hangat untuk mengapresiasi hal-hal kecil yang terjadi dalam kehidupan.
Di Denmark, kata ini biasanya lebih sering dikaitkan dengan musim dingin karena pada saat inilah suhu sekitar menjadi lebih dingin dan masyarakat Denmark banyak menghabiskan waktu di dalam rumah bersama keluarga. Tidak heran kalau musim dingin menjadi waktu yang paling utama untuk merasakan hygge.
Hygge menggambarkan nilai sosial yang ada di masyarakat Denmark, yaitu “equality and everybody’s well-being”. Hal ini karena hygge digambarkan sebagai waktu untuk bertemu dengan orang lain tanpa menghiraukan status sosialnya dan menganggap bahwa semua orang adalah setara.
Meski memang tidak terikat pada aktivitas tertentu saja, namun tidak sedikit juga turis yang datang ke Denmark dengan harapan dapat merasakan “hygge” di negeri asalnya tersebut. Padahal, yang terpenting dalam adalah rasa bahagia yang Anda rasakan saat melakukannya. Bahkan, berdiam sendirian di rumah sambil membaca buku atau mengobrol dengan pasangan pun juga bisa dilakukan apabila aktivitas tersebut memancarkan rasa nyaman yang hangat.
Asal Mula Hygge

(Sumber: freepik)
Kata “hygge” sudah muncul sejak tahun 1800-an, diambil dari bahasa Norwegia kuno yang berarti well-being atau kesejahteraan. Meskipun kemunculannya sudah ada dari ratusan tahun yang lalu, akan tetapi baru di masa sekarang ini menjadi gaya hidup yang populer di seluruh dunia.
Sebelum istilah ini populer di seluruh dunia, gaya hidup masyarakat negara nordik—termasuk Denmark—kian populer melalui buku-buku fiksi dengan genre crime mystery dan seri televisi bertema nordic noir. Media-media ini berhasil menggambarkan masyarakat negara nordic yang mengenakan pakaian hangat seperti sweater rajut dan mantel, duduk berbalutkan selimut di dalam rumah yang disinari menggunakan lilin, sambil menikmati secangkir minuman hangat.
Kemudian, mulai dari sekitar tahun 2016, kata ini mulai menjadi kultur populer yang sering digunakan untuk menggambarkan sebuah gaya hidup. Terlebih lagi setelah kemunculan sebuah buku self-help karya seorang penulis asal Denmark, Meik Wiking, dengan judul “The Little Book of Hygge”.
Di tahun-tahun berikutnya pun, kata ini makin banyak digunakan. Bahkan, tidak sedikit juga perusahaan-perusahaan yang menerbitkan “barang hygge” seperti selimut, sweater rajut, hingga lilin aromaterapi yang menggambarkan rasa nyaman.
Anda mungkin juga suka: Konsep Hidup Ikigai, Cara Mudah Jadi Bahagia Ala Orang Jepang
Miskonsepsi Mengenai Konsep Hygge
Karena tidak memiliki arti secara harfiah yang saklek, konsep ini sering disalahartikan. Beberapa miskonsepsi mengenai hygge antara lain adalah sebagai berikut ini:
1. Hanya dilakukan saat musim dingin

(Sumber: freepik)
Musim dingin memang menjadi waktu paling utama untuk mencapai hygge. Akan tetapi ini hanya karena masyarakat Denmark lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah bersama keluarga saat musim dingin.
Padahal, hygge bisa dilakukan saat musim apapun, bahkan termasuk juga musim panas. Anda bisa berpiknik di taman, barbecue bersama kerabat, atau bermain dengan si kecil di playground.
2. Harus di dalam rumah dan tidak boleh keluar

(Sumber: freepik)
Hygge tidak harus dilakukan di dalam rumah saja. Seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, hygge banyak dikaitkan dengan kegiatan di dalam rumah karena masyarakat Denmark banyak menghabiskan waktu di dalam rumah saat musim dingin.
Tidak perlu mengurung diri demi mencapai hygge. Baik di dalam rumah maupun di taman kota Anda, asalkan Anda merasa senang saat melakukannya, maka hygge pun dapat terwujud.
3. Harus beli barang-barang bertema hygge

(Sumber: freepik)
Populernya konsep ini disertai dengan munculnya barang-barang yang diklaim memiliki tema senada. Barang-barang ini memang dapat memberikan Anda rasa nyaman. Namun, bukan barang-barang tersebut yang dapat menjadi alasan Anda merasa nyaman.
Tidak ada barang spesifik yang bisa membuat Anda mencapai perasaan nyaman dan bahagia. Anda tidak perlu membeli selimut, cangkir, lilin aromaterapi, atau teh tertentu. Kegiatan dengan barang apapun selama membuat Anda merasa senang, maka termasuk hygge.
Bukan berarti Anda tidak boleh membeli barang yang baru sama sekali. Namun, pastikan apapun yang Anda beli membuat Anda lebih bahagia.
4. Hanya dapat dilakukan dengan orang lain

(Sumber: freepik)
Miskonsepsi lain mengenai hygge adalah bahwa harus dilakukan dengan orang lain. Menghabiskan quality time bersama teman dan keluarga memang menjadi cara paling ampuh, namun bukan berarti hanya bisa dilakukan dengan orang lain saja.
Anda pun bisa mencapai hygge seorang diri seperti dengan membaca buku, me time di cafe, atau sekadar memandangi langit dari balkon rumah.
Baca juga: 7 Cafe di Cawang yang Paling Nyaman dan Cocok untuk WFC
5. Hanya bisa dilakukan di Denmark

(Sumber: freepik)
Biarpun memang berasal dari Denmark, tapi bukan berarti hanya dapat dilakukan di Denmark atau oleh orang Denmark saja. Tidak perlu jauh-jauh ke negara nordik satu ini karena Anda pun bisa melakukan lifestyle ini di rumah Anda sendiri. Hal sekecil apapun yang Anda lakukan, asal bisa memberikan Anda rasa bahagia dan rasa puas, maka Anda pun sudah mencapai hygge.
Kesimpulan

(Sumber: freepik)
Meski memang tidak ada definisi yang saklek, namun yang menjadi intinya adalah rasa senang dan puas atas apa yang telah Anda miliki selama ini. Rasa syukur atas makanan yang dimasak keluarga Anda di rumah, atas selimut yang Anda gunakan saat tidur, atas waktu bersama dengan kerabat terdekat Anda, dan hal-hal sederhana lain yang sering terlewat oleh perhatian Anda.
Hal paling penting adalah perasaan yang Anda rasakan dan bukan kegiatan yang Anda lakukan. Selama Anda merasa senang, nyaman, dan cukup akan apa yang Anda miliki, maka Anda sudah berhasil melakukan hygge.
Kualitas hidup yang lebih baik juga bisa Anda rasakan dengan memiliki tempat tinggal yang nyaman seperti dengan sewa apartemen melalui Jendela360.
Kalau hygge bisa mempertemukan Anda dengan kebahagiaan, Jendela360 bisa mempertemukan Anda dengan apartemen terbaik.
Jendela360 adalah sebuah situs sewa apartemen yang kini telah terpercaya dengan puluhan ribu pilihan unit apartemen di kota-kota besar di Indonesia.
Proses pencarian apartemen Anda jadi lebih mudah karena Jendela360 memiliki fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang memungkinkan Anda untuk apartemen secara lebih detail tanpa harus beranjak dari tempat duduk Anda.
Seluruh transaksi Anda dengan Jendela360 juga terjamin aman tanpa adanya hidden fees karena dilakukan secara transparan.
Kunjungi website Jendela360 atau hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut!
Riana adalah seorang SEO writer dan copywriter di Jendela360. Riana memiliki pengalaman selama 3 tahun, khususnya dalam bidang properti dan gaya hidup. Dalam menulis, Riana percaya bahwa konten yang berorientasi pada autentisitas adalah kunci dalam menciptakan sebuah tulisan yang lebih berkualitas. Di waktu luang, Riana senang membaca buku untuk terus memperluas wawasan dan memperkaya inspirasinya dalam menulis.




