Apa Itu KPA? Ini Dia Pengertian, Cara Mengajukan, dan Tipsnya!

by

|

|

kpa adalah

Apartemen bukan lagi pilihan yang jarang dilirik ketika mencari rumah. Harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan rumah tapak serta lokasinya yang cenderung lebih strategis membuat apartemen jadi opsi hunian yang menarik.

Nah, kalau Anda sering menemukan istilah KPR saat ingin beli rumah tapak, maka Anda akan menemukan istilah KPA saat akan beli apartemen. Apa itu KPA? Apa perbedaannya dengan KPR? Dan bagaimana cara mengajukannya? Simak artikel berikut ini!

Apa Itu KPA?

kpa adalah
(Sumber: unsplash/@jakubzerdzicki)

Meskipun harga apartemen relatif lebih rendah dibandingkan dengan rumah tapak, namun mengeluarkan uang ratusan juta secara sekaligus tentu berat. Karenanya, KPA pun hadir untuk meringankan permasalahan yang satu ini.

KPA atau Kredit Pemilikan Apartemen adalah program untuk Anda yang ingin beli apartemen secara lebih ringan dengan cara dicicil. Program ini dikeluarkan oleh bank atau institusi pembiayaan untuk nasabahnya.

Biasanya, KPA akan menutupi sekitar 70% hingga 80% dari harga apartemen, sedangkan sisanya harus Anda bayarkan melalui DP (Down Payment). Setelah membayar DP, Anda harus mencicil sisanya. Cicilan yang dibayarkan ini merupakan pinjaman pokok dan bunganya, dibayarkan dengan tenor 5 hingga 20 tahun, tergantung kesepakatan Anda dengan bank.

Semakin lama tenornya, maka cicilan yang dibayarkan setiap bulan juga semakin kecil. Namun, total bunga yang perlu dibayar lebih besar. Sebaliknya, semakin pendek tenornya, maka cicilan per bulannya semakin besar. Namun, total bunga yang dibayarkan lebih kecil.

Selama cicilan, apartemen yang Anda beli menjadi jaminan untuk pihak bank. Apabila Anda gagal membayar angsuran, maka bank berhak mengambil alih unit apartemen Anda. Karenanya, penting untuk memastikan bahwa kondisi keuangan Anda sudah stabil untuk mengajukan KPA. Selain itu, harus memiliki riwayat kredit yang baik dan penghasilan yang stabil untuk dapat mengajukan KPA ke bank. Jadi, tidak bisa sembarangan mengajukan KPA ke bank.

Perbedaan KPR dan KPA


(Sumber: freepik)

Bisa dibilang, KPA adalah versi apartemennya KPR. Tidak seperti KPR yang digunakan untuk membeli rumah tapak dan rumah toko, objek yang dibiayai KPA hanya apartemen saja.

Mekanisme, jumlah DP, dan besaran cicilan per bulan KPA hampir mirip dengan KPR, tergantung dengan ketentuan yang berlaku pada bank atau institusi keuangan tempat Anda mengajukannya.

Sayangnya, hingga kini bank yang menyediakan produk KPA belum sebanyak bank yang menyediakan produk KPR. Hampir setiap bank yang ada di Indonesia—termasuk bank swasta sekalipun—menyediakan produk KPR. Namun, tidak semuanya menyediakan KPA. Beberapa bank yang menyediakan KPA adalah BCA, OCBC, BNI, dan CIMB Niaga.

Baca juga: Kenali Perbedaan KPR dan KPA Sebelum Beli Hunian

Keuntungan Mengajukan KPA

kpa adalah
(Sumber: freepik)

1. Dana Awal Kecil

Besaran uang muka/DP (down payment) KPA hanya sekitar 10% hingga 30% saja dari harga asli unit apartemen yang Anda pilih. Harga unit apartemen cenderung lebih murah dari dengan harga rumah tapak, sehingga DP-nya pun tentu jadi lebih rendah pula dibandingkan Anda membayar DP untuk KPR rumah tapak.

Dengan begitu, dana yang Anda keluarkan di awal pun lebih kecil. Anda tidak perlu menyiapkan modal yang terlalu besar untuk bayar DP Kredit Pemilikan Apartemen. Sisanya tinggal Anda cicil saja sesuai dengan tenor yang sudah disepakati bersama pihak bank.

2. Jaminan Legalitas Apartemen dan Perlindungan Asuransi

Apartemen yang dapat dibeli melalui program KPA tentu bukan apartemen sembarangan. Pihak bank pun pastinya hanya ingin bekerja sama dengan apartemen yang dikembangkan oleh developer dengan latar belakang yang jelas. Bank tidak hanya membiayai kredit saja, tetapi juga membantu dalam memastikan bahwa apartemen yang akan Anda beli bukan dari pengembang properti bodong yang tidak dapat dipercaya.

Apartemen-apartemen yang sudah bekerja sama dengan bank dipastikan memiliki surat-surat lengkap seputar perizinan dari pemerintah yang mungkin tidak dimiliki apartemen yang tidak jelas asal-usulnya. Dengan mengajukan KPA, risiko mengenai legalitas apartemen jauh berkurang.

Tidak hanya itu, program KPA juga memiliki perlindungan asuransi. Asuransi yang diberikan adalah asuransi properti dan jiwa.

3. Antisipasi Harga Apartemen Naik

Sudah bukan rahasia lagi kalau harga properti setiap tahun hampir selalu mengalami kenaikan. Tapi, dengan mengajukan KPA untuk apartemen yang Anda incar dari sekarang, Anda bisa mengunci harga apartemen tersebut dengan harga aslinya. Hingga tahun-tahun selanjutnya pun, meski cicilan Anda belum lunas, harga apartemen Anda tidak akan naik.

Dengan begitu, Anda bisa memiliki apartemen dengan harga yang lebih rendah, meskipun apartemen lain di pasaran mengalami kenaikan.

4. Cocok untuk Investasi

Properti memang menjadi salah satu instrumen investasi yang paling banyak digemari. Kenaikan harganya yang hampir selalu konstan membuat properti lebih menggiurkan untuk dijadikan sebagai investasi jangka panjang.

Apartemen yang Anda beli melalui program KPA pun termasuk properti yang dapat diinvestasikan. Anda bisa menyewakan apartemen dan menggunakan biaya sewa bulanan dari tenant untuk membayar cicilan KPA. Menguntungkan, bukan?

Tapi, perlu diperhatikan bahwa pihak bank tempat Anda mengajukan KPA juga tidak melarang penyewaan properti yang kreditnya belum lunas.

Secara umum, properti yang cicilannya belum lunas sebenarnya boleh saja untuk disewakan oleh pemilik. Dengan catatan bahwa pihak penyewa tidak boleh dirugikan. Artinya, Anda tidak boleh mematok harga sewa tinggi hanya karena ingin membayar cicilan sambil mengambil keuntungan. Pastikan pada pihak bank mengenai regulasi hal yang satu ini agar tidak mengundang masalah di kemudian hari.

5. Bisa Langsung Ditempati

Apartemen yang KPA-nya belum lunas bisa langsung Anda tempati, loh! Tidak perlu tunggu 20 tahun sampai cicilan Anda lunas. Asalkan cicilan Anda selalu dibayar setiap bulan, Anda dan keluarga sudah bisa menempati apartemen.

6. Apartemen Jadi Milik Sendiri

Keuntungan paling menarik dalam mengajukan Kredit Pemilikan Apartemen adalah memiliki properti sendiri. Anda tidak lagi sewa, melainkan memilikinya sendiri. Apartemen yang Anda pilih menjadi milik Anda sepenuhnya.

Memiliki rumah sendiri tentu jadi impian semua orang, bukan? Dengan mengajukan KPA, Anda dapat merealisasikan impian ini lebih cepat!

Cara Mengajukan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA)


(Sumber: freepik)

1. Pilih Unit Apartemen

Langkah paling pertama yang harus dilakukan adalah memilih unit apartemen yang ingin Anda beli. Pilah berdasarkan area yang Anda inginkan dan budget yang Anda miliki agar memilih apartemen bisa dilakukan dengan lebih mudah. Pertimbangkan juga jika Anda atau anggota keluarga Anda memiliki keinginan khusus akan apartemen yang ingin dibeli, seperti memiliki sistem keamanan ketat, fasilitas olahraga lengkap, dan lain-lain.

Misalnya, Anda ingin membeli apartemen di Jakarta Selatan. Jakarta Selatan memiliki beberapa apartemen dengan kualitas dan fasilitas terbaik, seperti Apartemen Hamptons Park, Apartemen Southgate Residence, dan Apartemen Casablanca. Kalau keluarga Anda menginginkan apartemen yang berada di dalam satu kawasan eksklusif, maka Anda bisa memilih Apartemen Fatmawati City Center.

2. Pilih Bank yang Ingin Anda Ajukan KPA

Jika Anda sudah menetapkan pilihan pada satu unit apartemen dan sudah sesuai dengan harganya, langkah selanjutnya adalah memilih bank untuk Anda ajukan KPA. Perlu diingat bahwa bank yang memiliki produk KPR belum tentu memiliki produk KPA juga.

Pelajari skema pengajuan kredit dari bank-bank yang memiliki produk KPA. Bandingkan sisi plus dan minusnya dan lihat mana yang paling sesuai dengan kondisi keuangan Anda.

3. Siapkan Syarat dan Dokumen Kredit Pemilikan Apartemen (KPA)

Lanjutkan ajuan KPA dengan mempersiapkan dokumen dan pastikan Anda sudah memenuhi syarat yang ditentukan.

Syarat Umum Pengajuan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA)

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Usia minimal 18 tahun atau sudah menikah
  • Karyawan dengan lama kerja minimal 1 tahun di perusahaan terakhir atau total pengalaman kerja minimal 2 tahun
  • Wiraswasta dengan lama kerja minimal 2 tahun pada bidang yang sama
  • Khusus karyawan, usia saat kredit berakhir maksimal 55 tahun
  • Khusus wiraswasta, usia saat kredit berakhir maksimal 65 tahun
  • Memiliki riwayat kredit yang baik

Dokumen yang Perlu Disiapkan untuk Pengajuan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA)

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Surat keterangan kerja dari perusahaan untuk karyawan
  • Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk wiraswasta
  • Slip gaji atau bukti pendapatan selama 3 bulan terakhir
  • Rekening koran 3 bulan terakhir untuk karyawan
  • Rekening koran 6 bulan terakhir untuk wiraswasta
  • Dokumen surat pemesanan atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)

Anda mungkin juga suka: 11 Cara Menabung untuk Beli Rumah, Gen Z Juga Bisa!

4. Tunggu Konfirmasi dari Bank

Setelah mengisi formulir, melengkapi dokumen, dan memenuhi semua syarat KPA, maka Anda tinggal menunggu konfirmasi dari bank saja. Bank akan memproses dengan menganalisa seluruh dokumen dan persyaratan Anda dan menghubungi Anda untuk memberitahu jika ajuan KPA Anda disetujui atau ditolak.

5. Tanda Tangan Perjanjian dan Bayar Uang Muka/DP

Apabila ajuan KPA Anda disetujui, bank akan mengirimkan surat perjanjian untuk Anda tanda tangan. Baca seluruh perjanjian secara detail, jangan sampai ada syarat dan ketentuan dari bank yang Anda lewatkan. Anda juga perlu menyiapkan besaran uang muka atau DP yang sudah ditentukan.

6. Pencairan Dana

Setelah perjanjian ditandatangani dan uang muka dibayarkan, bank akan mencairkan dana KPA yang Anda ajukan. Dana tersebut akan langsung disalurkan oleh bank ke pihak penjual atau developer apartemen. Biasanya, pencairan dana ini akan dilakukan beberapa hari setelah penandatanganan perjanjian kredit.

Tips Agar Ajuan KPA Anda Berhasil

kpa adalah
(Sumber: freepik)

1. Pastikan Skor Kredit Anda Baik

Salah satu syarat KPA adalah riwayat kredit yang baik. Jadi, agar bank menyetujui ajuan KPA Anda, pastikan skor kredit Anda baik.

Agar skor kredit Anda baik, Anda harus membayar semua cicilan yang Anda miliki dengan tepat waktu. Dengan begitu, bank pun dapat percaya untuk memberikan dana KPA Anda.

2. Ajukan KPA ke Tempat Anda Menabung

Mengajukan KPA ke tempat Anda menabung dapat menambah peluang ajuan Anda disetujui oleh bank. Ini karena bank dapat lebih mudah memeriksa dan meninjau pemasukan dan riwayat kredit Anda. Karena itu, cobalah untuk mengajukan KPA ke bank tempat Anda menabung atau bank yang Anda gunakan sebagai rekening payroll.

3. Sewa Apartemen Terlebih Dahulu

Pengajuan KPA yang berhasil bukan perkara persetujuan dari bank saja. Anda juga harus memastikan bahwa apartemen yang Anda pilih sudah sangat sesuai dengan apa Anda perlukan, baik dalam faktor lokasi, fasilitas, hingga posisi unit di dalam gedung. Jangan sampai Anda baru menemukan kekurangan yang tidak bisa Anda tolerir setelah Anda membeli apartemen tersebut.

Agar Anda dapat memastikan bahwa Anda cocok dengan lokasi, lingkungan, dan fasilitas apartemen, coba untuk sewa salah satu unit di apartemen tersebut untuk sementara waktu. Cara ini dilakukan agar Anda memiliki gambaran ketika tinggal di apartemen tersebut. Anda bisa sewa apartemen melalui Jendela360.

Jendela360 adalah solusi sewa apartemen yang telah terpercaya dengan ribuan unit apartemen di kota-kota besar di Indonesia. Setiap unitnya sudah melalui proses verifikasi sehingga kualitasnya lebih terjamin.

Proses pencarian apartemen Anda menjadi lebih mudah karena Jendela360 dilengkapi dengan fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang memungkinkan Anda untuk apartemen secara lebih detail tanpa harus beranjak dari tempat duduk Anda.

Seluruh transaksi Anda dengan Jendela360 juga terjamin aman tanpa ada hidden fees karena dilakukan secara transparan.

Kunjungi website Jendela360 atau hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut!

Artikel Lainnya