Mencuci Tas di Mesin Cuci — Selain digunakan untuk membersihkan pakaian, sprei, dan selimut, mesin cuci juga seringkali digunakan untuk mencuci tas. Mulai dari tas ransel hingga totebag, tidak sedikit orang yang mencucinya dengan menggunakan mesin serbaguna satu ini.
Jika Anda bingung apakah boleh mencuci tas di mesin cuci, jawabannya adalah boleh. Akan tetapi, ada beberapa hal yang wajib Anda perhatikan sebelum memasukkan tas favorit Anda ke dalam mesin. Jika diabaikan, tidak hanya tas kesayangan Anda saja yang bisa rusak, tetapi juga mesin cuci itu sendiri.
Nah, bagaimana cara mencuci tas dengan menggunakan mesin cuci? Simak penjelasannya berikut ini!
Apakah Semua Tas Bisa Dicuci Menggunakan Mesin Cuci?
Tidak semua jenis tas bisa aman dicuci dengan menggunakan mesin. Bahan tas dari kulit asli sebaiknya tidak dicuci menggunakan mesin cuci karena dapat merusak tekstur dan warna kulit tersebut. Sama halnya dengan tas yang memiliki hiasan berupa ornamen manik-manik, renda, atau hiasan lain yang dapat mudah lepas atau tersangkut saat berputar di dalam tabung mesin cuci.
Tas yang aman untuk masuk mesin cuci antara lain adalah tas polos yang tidak memiliki banyak hiasan, tas kanvas, dan tas polyester. Akan tetapi, tetap penting untuk memeriksa label instruksi perawatan di dalam tas agar tahu aturan pencucian, suhu air, serta jenis detergen yang disarankan.
Baca juga: Pahami Arti Simbol Pada Label Pakaian yang Jarang Diketahui Ini
Cara Mencuci Tas di Mesin Cuci
![]()
(Sumber: usatoday.com)
1. Keluarkan Isi Tas
Hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan semua isi tas sudah benar-benar dikeluarkan. Periksa setiap saku, baik yang besar maupun kecil, karena sering kali ada koin, pulpen, atau potongan kertas yang terselip di dalamnya. Jika dibiarkan, benda-benda kecil ini bisa merusak mesin cuci atau meninggalkan noda pada tas.
Selain itu, ada baiknya Anda membalikkan tas dan mengibaskannya sebentar untuk mengeluarkan remah makanan atau debu halus yang menempel di dalamnya. Dengan begitu, proses pencucian nantinya bisa lebih efektif dan tidak ada kotoran tambahan yang mengganggu.
2. Periksa Kondisi Tas
Sebelum dicuci, periksa kondisi fisik tas secara menyeluruh. Jika ada benang yang terlepas, ritsleting yang rusak, atau bagian yang mulai sobek, sebaiknya segera diperbaiki terlebih dahulu. Hal ini penting karena putaran mesin cuci bisa memperparah kerusakan yang sudah ada.
Memastikan kondisi tas dalam keadaan baik juga membantu menjaga bentuk dan fungsinya tetap optimal setelah dicuci. Dengan begitu, tas tidak hanya bersih, tetapi juga tetap kuat digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
3. Bersihkan Kotoran Kasar
Langkah berikutnya adalah membersihkan kotoran kasar yang menempel pada bagian luar tas. Misalnya noda lumpur kering, debu tebal, atau bercak makanan. Anda bisa menggunakan sikat gigi bekas atau kain lembap untuk mengusap noda ini sebelum tas masuk ke mesin.
Tujuan dari pembersihan awal ini adalah agar mesin cuci tidak bekerja terlalu keras mengangkat kotoran berat. Selain itu, langkah ini juga mencegah noda menyebar ke bagian lain tas saat terkena air dan sabun.
4. Pisahkan Tas Sesuai Warna
Sama seperti mencuci pakaian, Anda perlu memperhatikan warna tas sebelum mencucinya dengan mesin. Jika tas memiliki warna yang mudah luntur, sebaiknya dipisahkan dari cucian lain agar tidak menodai. Hal ini juga mencegah warna asli tas menjadi kusam atau bercampur dengan warna lain.
Memisahkan tas berdasarkan warna juga membantu menjaga penampilan tas tetap menarik. Apalagi jika tas tersebut sering Anda gunakan untuk aktivitas sehari-hari, warna yang terjaga akan membuatnya terlihat seperti baru lebih lama.
5. Gunakan Detergen Cair
Detergen cair lebih disarankan untuk mencuci tas di mesin cuci dibandingkan detergen bubuk. Formula cair dapat lebih mudah larut dalam air, sehingga mampu menembus serat kain dan membersihkan noda tanpa meninggalkan residu berlebihan. Hal ini penting agar tas tidak kaku atau berubah warna akibat sisa sabun yang menempel.
Selain itu, detergen cair juga cenderung menghasilkan lebih sedikit busa, sehingga mesin cuci tidak terbebani saat berputar. Dengan penggunaan detergen yang tepat, tas Anda bisa tetap bersih sekaligus terjaga kualitas bahannya.
6. Atur Suhu Air dengan Benar
Suhu air sangat berpengaruh pada hasil cucian. Untuk mencuci tas, sebaiknya gunakan air hangat agar kotoran lebih mudah terangkat, namun hindari air yang terlalu panas karena bisa merusak bahan atau membuat warna cepat pudar.
Jika label perawatan pada tas menyarankan pencucian dengan air dingin, sebaiknya ikuti aturan tersebut. Dengan memilih suhu air yang tepat, Anda bisa mendapatkan hasil cucian yang bersih sekaligus tetap menjaga struktur dan warna tas tetap awet.
7. Pilih Mode Pencucian Lembut
Mesin cuci biasanya memiliki berbagai pilihan mode pencucian. Untuk tas, gunakan mode lembut atau “delicate” agar putaran tidak terlalu keras. Mode ini akan mengurangi risiko kerusakan pada ritsleting, jahitan, maupun bantalan di bagian belakang tas.
Dengan mode lembut, detergen tetap bisa bekerja efektif membersihkan noda tanpa harus membuat tas kehilangan bentuk. Cara ini juga membantu memperpanjang usia pakai tas, terutama jika Anda sering mencucinya dengan mesin.
8. Bilas Hingga Benar-Benar Bersih
Tahap pembilasan tidak boleh disepelekan, karena residu sabun yang tertinggal dapat menyebabkan tas menjadi kaku, berbau, atau bahkan memicu iritasi kulit saat digunakan. Oleh karena itu, pastikan proses pembilasan dilakukan secara menyeluruh hingga busa benar-benar hilang.
Jika perlu, Anda bisa melakukan pembilasan lebih dari sekali untuk memastikan tidak ada sisa detergen yang menempel. Dengan begitu, tas akan terasa lebih segar, bersih maksimal, dan aman saat digunakan kembali.
Anda mungkin juga suka: Awas Rusak Total! Ini Penyebab Mesin Cuci Tiba-tiba Berisik
Cara Mengeringkan Tas Setelah Dicuci

(Sumber: thespruce.com)
1. Jangan Dijemur Langsung di Bawah Matahari
Menjemur tas di bawah sinar matahari langsung memang terlihat praktis karena bisa cepat kering. Namun, cara ini berisiko membuat warna tas memudar dan bahan menjadi rapuh. Paparan sinar ultraviolet secara berlebihan dapat memperpendek usia pakai tas, terutama jika berbahan kain berwarna cerah.
Sebagai gantinya, jemurlah tas di tempat yang teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Biarkan angin membantu proses pengeringan secara alami agar warna tas tetap terjaga dan teksturnya tidak berubah.
2. Pastikan Tas Benar-Benar Kering
Kelembapan yang tersisa di dalam tas dapat menjadi penyebab utama bau apek dan munculnya jamur. Oleh karena itu, pastikan tas benar-benar kering sebelum digunakan atau disimpan. Anda bisa membuka semua resleting dan membiarkan bagian dalam terbuka agar udara mengalir lebih leluasa.
Jika perlu, gantung tas dengan posisi terbalik agar air sisa di sudut atau jahitan bisa turun dan mengering lebih cepat. Dengan begitu, tas tidak hanya bersih tetapi juga tetap higienis untuk dipakai sehari-hari.
3. Gunakan Gel Penyerap Lembap
Agar tas tetap segar dan tidak berbau, Anda bisa menambahkan penyerap kelembapan seperti silica gel atau karbon aktif saat menyimpannya. Benda kecil ini mampu menyerap sisa kelembapan yang mungkin tertinggal setelah proses pengeringan.
Selain menjaga kelembapan, penggunaan penyerap juga membantu melindungi tas dari potensi jamur. Dengan cara ini, tas Anda tetap nyaman digunakan meskipun disimpan dalam jangka waktu lama.
4. Simpan Tas dengan Benar
Cara menyimpan tas setelah dicuci juga tidak boleh sembarangan. Hindari menyimpan tas di tempat yang lembap, seperti lemari kayu tanpa ventilasi, karena bisa memicu bau dan jamur. Pilihlah tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara cukup baik.
Agar lebih terlindungi, simpan tas di dalam dust bag atau kantong kain. Selain menjaga tas tetap bersih, cara ini juga melindungi dari debu dan goresan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Mencuci Tas di Mesin Cuci
1. Menjemur di Bawah Matahari Terik
Banyak orang beranggapan bahwa menjemur tas langsung di bawah sinar matahari akan mempercepat proses pengeringan. Meskipun benar, cara ini berisiko merusak kualitas bahan. Sinar UV yang terlalu kuat bisa membuat warna tas memudar dan kain menjadi rapuh.
Selain itu, bahan sintetis atau busa pada tas juga bisa berubah bentuk jika terkena panas berlebih. Lebih baik jemur di tempat teduh dengan sirkulasi udara lancar agar tas tetap kering sempurna tanpa kehilangan kualitasnya.
2. Membiarkan Sisa Detergen Menempel
Residu sabun yang tidak dibilas dengan benar sering kali menempel pada permukaan tas. Hal ini dapat menyebabkan noda putih, membuat bahan terasa kaku, atau bahkan memicu iritasi kulit ketika tas digunakan.
Untuk mencegahnya, lakukan pembilasan ekstra jika perlu hingga tidak ada lagi busa atau bau sabun yang tersisa. Dengan begitu, tas akan terasa lebih segar, aman, dan nyaman digunakan sehari-hari.
3. Mengabaikan Kerusakan Kecil
Kerusakan kecil seperti ritsleting macet, benang terlepas, atau bagian yang sobek sering kali diabaikan sebelum mencuci. Padahal, saat terkena putaran mesin, kerusakan ini bisa bertambah parah dan membuat tas sulit diperbaiki.
Memperbaiki masalah kecil sebelum mencuci tas akan membantu menjaga bentuk dan fungsi tas tetap optimal. Dengan begitu, Anda tidak hanya mendapatkan tas yang bersih, tetapi juga tetap bisa digunakan untuk waktu yang lama.
4. Langsung Menyimpan Tas dalam Kondisi Lembap
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menyimpan tas ketika masih lembap. Kondisi ini bisa memicu pertumbuhan jamur dan menimbulkan bau apek yang sulit dihilangkan. Dalam jangka panjang, kelembapan juga bisa merusak serat kain dan membuat tas terlihat kusam.
Pastikan tas benar-benar kering sebelum disimpan di lemari atau rak. Untuk perlindungan ekstra, gunakan penyerap kelembapan seperti silica gel agar tas tetap segar meskipun disimpan dalam waktu lama.
Merawat barang pribadi seperti tas agar tetap bersih dan awet memang penting untuk kenyamanan aktivitas sehari-hari. Sama halnya dengan memilih hunian yang nyaman dan praktis, Anda juga membutuhkan tempat tinggal yang mendukung gaya hidup modern. Jika sedang mencari apartemen dengan lokasi strategis, fasilitas lengkap, dan proses sewa yang mudah, Anda bisa menemukannya di Jendela360.
Jendela360 adalah situs sewa apartemen yang telah terpercaya dengan puluhan ribu unit di kota-kota besar di Indonesia. Kualitas setiap unitnya terjamin karena telah melalui proses verifikasi.
Jendela360 memiliki fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang memungkinkan Anda untuk apartemen secara lebih detail tanpa harus beranjak dari tempat duduk Anda. Tim kami juga selalu bersedia dengan senang hati untuk membantu menemukan apartemen yang terbaik untuk Anda.
Seluruh transaksi Anda dengan Jendela360 juga terjamin aman tanpa adanya hidden fees karena dilakukan secara transparan.
Kunjungi website Jendela360 atau hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut!
Riana adalah seorang SEO writer dan copywriter di Jendela360. Riana memiliki pengalaman selama 3 tahun, khususnya dalam bidang properti dan gaya hidup. Dalam menulis, Riana percaya bahwa konten yang berorientasi pada autentisitas adalah kunci dalam menciptakan sebuah tulisan yang lebih berkualitas. Di waktu luang, Riana senang membaca buku untuk terus memperluas wawasan dan memperkaya inspirasinya dalam menulis.




