Air Jernih tapi Bau Comberan? Ini Penyebab dan Cara Atasinya!

by

|

|

,
penyebab air bau

Penyebab Air Bau — Air yang memiliki bau tidak sedap tentu membuat aktivitas sehari-hari tidak nyaman. Mandi, menggosok gigi, mencuci baju jadi terasa seperti tidak bersih dan bahkan menjijikkan.

Masalah kenapa air bisa bau dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kondisi lingkungan sekitar hingga masalah teknis pada sumur atau pipa air. Dalam beberapa kasus, bau air bisa menandakan adanya pencemaran atau kandungan zat tertentu yang berbahaya jika dikonsumsi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab air bau agar Anda bisa segera mengambil langkah penanganan yang tepat.

Penyebab Munculnya Bau Pada Air


(Sumber: freepik)

1. Gas Hidrogen Sulfida (H2S)

Salah satu penyebab paling umum dari bau air yang mirip telur busuk adalah gas hidrogen sulfida atau H2S. Gas ini terbentuk secara alami di dalam tanah akibat pembusukan material organik atau reaksi kimia tertentu. Selain menimbulkan bau menyengat, konsentrasi H₂S yang tinggi juga dapat membahayakan kesehatan.

Gas ini sering ditemukan pada sumur bor atau sumur gali yang kurang dalam. Bau biasanya terasa paling kuat saat air pertama kali dialirkan. Jika dibiarkan, kandungan H₂S dapat merusak pipa dan peralatan rumah tangga yang menggunakan air tersebut.

2. Bakteri Sulfur

Bakteri sulfur adalah mikroorganisme yang hidup di lingkungan minim oksigen, seperti dalam sumur atau pipa air yang jarang digunakan. Bakteri ini memproduksi gas H₂S dan kadang juga memicu pertumbuhan bakteri besi. Dampaknya, air tidak hanya berbau, tetapi juga dapat menyebabkan endapan atau lendir yang menyumbat saluran air.

Kehadiran bakteri sulfur biasanya disebabkan oleh kondisi sumur yang lembap, kotor, atau jarang dibersihkan. Jika tidak segera ditangani, kualitas air akan semakin memburuk.

3. Bakteri dan Mikroorganisme Lain

Selain bakteri sulfur, ada berbagai jenis mikroorganisme yang bisa mencemari air dan menghasilkan bau tidak sedap. Biasanya, hal ini terjadi jika sumur atau tangki penyimpanan air tidak tertutup rapat sehingga mudah dimasuki hewan kecil atau kotoran.

Kontaminasi mikroorganisme juga bisa berasal dari sumber air yang dekat dengan septic tank atau saluran pembuangan. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan bau, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan.

Baca juga: Air Kamar Mandi Menggenang? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

4. Klorin Berlebih

Klorin memang umum digunakan untuk membunuh bakteri di dalam air. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, air bisa berbau mirip kolam renang. Biasanya, ini terjadi pada air dari PDAM yang baru saja diberi perawatan intensif atau jika Anda menambahkan klorin terlalu banyak saat membersihkan sumur.

Meskipun klorin berfungsi sebagai disinfektan, penggunaan berlebih dapat membuat rasa dan aroma air menjadi tidak nyaman.

5. Kandungan Logam dan Mineral

Air yang mengandung kadar besi atau mangan tinggi sering menimbulkan bau logam yang cukup mengganggu. Selain bau, kandungan logam ini bisa meninggalkan noda kekuningan atau kecokelatan pada pakaian, peralatan dapur, dan sanitasi.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh sumber air yang melewati lapisan tanah atau batuan tertentu. Pipa berkarat juga dapat meningkatkan kandungan logam pada air.

6. Alga dan Lumut

Air yang disimpan dalam tangki terbuka atau wadah yang jarang dibersihkan berisiko ditumbuhi alga dan lumut. Pertumbuhan organisme ini dapat membuat air berbau tanah, apek, atau bahkan amis.

Masalah ini biasanya muncul pada sistem penampungan air yang tidak mendapatkan sinar matahari langsung atau memiliki sirkulasi udara buruk.

7. Kontaminasi Bahan Kimia

Bahan kimia dari limbah industri, pestisida, atau herbisida dapat mencemari air dan menimbulkan bau menyengat. Kontaminasi jenis ini sangat berbahaya karena sering kali mengandung zat beracun yang tidak hanya berbau, tetapi juga berisiko bagi kesehatan.

Penyebab ini umumnya ditemukan di area dekat kawasan industri atau pertanian.

Cara Mengatasi Air Bau


(Sumber: freepik)

1. Menggunakan Kaporit

Kaporit adalah salah satu cara paling efektif untuk membunuh bakteri penyebab bau di dalam air sumur. Caranya adalah dengan menambahkan kaporit dalam dosis yang tepat, lalu membiarkan air selama beberapa hari sebelum digunakan kembali.

Langkah ini tidak hanya menghilangkan bau, tetapi juga membantu menjernihkan air. Namun, pastikan tidak menggunakannya berlebihan agar rasa dan aroma air tetap nyaman.

2. Membersihkan Dinding Sumur

Bakteri sering menempel di dinding sumur atau pipa air. Membersihkannya menggunakan larutan klorin dapat membantu mengurangi bau. Proses ini sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama jika sumur jarang digunakan.

Dengan perawatan rutin, Anda bisa mencegah pertumbuhan bakteri yang menjadi sumber bau.

3. Memperdalam Sumur

Jika sumur Anda dangkal, kemungkinan besar sumber airnya mudah tercemar oleh air permukaan yang kotor. Menggali sumur lebih dalam dapat membantu mendapatkan sumber air yang lebih bersih dan minim bau.

Selain itu, lapisi dinding sumur dengan beton agar air kotor dari permukaan tidak merembes masuk.

4. Desinfeksi Profesional

Jika bau air tidak hilang meski sudah dibersihkan, Anda bisa memanggil jasa profesional untuk melakukan desinfeksi sumur. Mereka biasanya menggunakan larutan klorin atau teknologi khusus yang lebih efektif.

Langkah ini juga membantu memastikan bahwa seluruh bagian sistem air bebas dari bakteri.

5. Gunakan Filter Air

Memasang filter air adalah solusi jangka panjang yang sangat efektif. Beberapa pilihan filter yang bisa digunakan antara lain:

  • Filter Karbon Aktif: Menyerap bau dan rasa tidak sedap.
  • Filter KDF: Menghilangkan logam, klorin, dan H₂S.
  • Filter UV: Membunuh bakteri dan mikroba.
  • Reverse Osmosis (RO): Menyaring berbagai kontaminan secara maksimal.
  • Sistem Multi-Tahap: Kombinasi filter untuk hasil yang lebih optimal.

Sebelum memilih filter, lakukan analisis air terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab utama bau. Perawatan dan penggantian filter secara berkala juga wajib dilakukan.

6. Beritahu Pihak Pemilik Rumah

Apabila Anda tinggal dengan cara sewa apartemen atau rumah, maka beritahu kondisi air yang bau pada pemilik rumah atau pihak pengelola apartemen. Sistem saluran air—terutama pada apartemen dan kompleks perumahan—tidak sesederhana rumah biasa.

Jika air yang keluar di tempat tinggal Anda bau, kemungkinan tetangga Anda di unit lain pun mengalami hal yang sama. Karena itu, segera kabari pemilik atau pengelola agar penyebab air bau bisa cepat ditemukan dan masalah cepat diatasi.

Anda mungkin juga suka: 4 Tips Penting Hindari Kerusakan Di Apartemen Bagi Penyewa

Pilih Hunian yang Lebih Berkualitas dengan Sewa Apartemen melalui Jendela360!

Permasalahan seperti air bau, mampet, atau tidak mengalir juga dapat Anda hindari dengan memilih hunian yang sudah pasti memiliki kualitas yang lebih baik seperti dengan sewa apartemen melalui Jendela360.

Jendela360 merupakan situs sewa apartemen yang telah terpercaya dengan puluhan ribu unit apartemen di kota-kota besar Indonesia.

Jendela360 memiliki fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang dapat membantu melihat apartemen secara lebih detail dan memudahkan proses pencarian apartemen Anda.

Seluruh transaksi Anda dengan Jendela360 juga terjamin aman tanpa adanya hidden fees karena dilakukan secara transparan.

Kunjungi website Jendela360 atau hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut!

Artikel Lainnya