Melakukan renovasi rumah type 36 sering kali dianggap akan menghabiskan biaya besar. Salah satu alasannya tentu saja karena meskipun ukuran rumah dengan type 36 terbilang kecil, tetap akan ada banyak material yang dibutuhkan.

Di sisi lain, sebenarnya ada beberapa cara untuk menekan budget dalam melakukan renovasi rumah. Terutama untuk rumah tipe 36.

Renovasi rumah type 36, terutama dengan desain minimalis sebenarnya bisa dilakukan tanpa perlu biaya besar.

Sebaliknya ada sederet trik yang dapat dilakukan untuk menghemat biaya saat melakukan renovasi untuk rumah dengan type 36.

Sederet cara dan juga trik ini yang nantinya akan membantu dalam proses renovasi rumah sehingga akan hemat biaya.

Trik renovasi rumah type 36 desain minimalis hemat budget

1. Pastikan desain

desain renovasi rumah type 36

Pastikan desain rumah lebih dulu sebelum melakukan renovasi. Salah satu kesalahan besar, dan juga alasan renovasi rumah menghabiskan banyak biaya adalah tak adanya arahan yang pasti dari segi desain.

Desain yang selalu berubah atau tak dipastikan dengan matang membuat pengerjaan renovasi menjadi berulang-ulang.

Untuk itu sebelum melakukan renovasi rumah, pastikan lebih dulu sudah memiliki desain yang matang. Bila ingin melakukan renovasi rumah dengan tipe 36 dan desain minimalis, maka pastikan sudah memiliki gambaran untuk bangunan.

Selain itu desain yang sudah dipastikan ini membantu dalam proses renovasi nantinya.

2. Perhatikan tingkatan renovasi

Ada beberapa tingkatan berbeda saat melakukan renovasi. Pertama merupakan renovasi total. Renovasi total untuk rumah dengan type 36 memang akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

Sedangkan tingkatan renovasi berikutnya merupakan tidak total. Tingkatan renovasi ini akan meninggalkan pondasi rumah. Sehingga hanya akan mengubah susunan ruang serta desain lain dari bangunan rumah.

Tingkatan renovasi berikutnya tak akan menghabiskan banyak biaya. Renovasi dengan tingkatkan berikutnya ini tak memerlukan bangunan baru.

Bahkan mungkin tak mengubah bangunan dari rumah. Renovasi hanya dilakukan dengan mengganti warna cat, atau mungkin lantai.

Sebelum melakukan renovasi, pelajari dulu pula tingkatan renovasi yang akan dilakukan. Apakah renovasi keseluruhan, sebagian, atau hanya tingkatan berikutnya saja.

3. Miliki skema bangunan

Skema bangunan akan sangat penting. Setelah memastikan desain dari rumah, berikutnya merupakan membuat skema atau gambar bangunan.

Sebaiknya saat melakukan renovasi dengan tingkatan keseluruhan atau sebagian, memiliki skema gambar bangunan akan sangat penting. Skema gambar bangunan pun sebaiknya dibuat sedetail mungkin.

Detail yang wajib ada dalam skema bangunan meliputi ukuran, tata letak, peletakan jendela, pintu, dan lan-lain.

Serta tentunya pastikan skema yang dibuat benar-benar sesuai dengan ukuran dan desain rumah yang diinginkan.

Membuat gambar skema bangunan untuk renovasi sering kali tak mudah dan akan membutuhkan bantuan dari profesional.

Baca juga: Contoh Surat Perjanjian Sewa Rumah Beserta Pembahasannya

4. Buat jadwal secara detail

jadwal renoasi rumah type 36

Jadwal merupakan trik lain untuk menghemat biaya saat melakukan renovasi rumah type 36. Adanya jadwal bukan hanya memastikan renovasi selesai sesuai waktu yang diinginkan.

Namun juga untuk mengontrol progres dan menekan biaya yang tak diperlukan. Terutama bila proses renovasi melibatkan pekerja dari pihak luar.

Selain itu, jadwal yang mendetail juga memastikan biaya yang dikeluarkan benar-benar terkontrol. Perencanaan dengan jadwal yang mendetail ini menjadi bagian penting saat melakukan renovasi rumah dengan type 36.

Memastikan tak ada pengeluaran biaya yang tak seharusnya. Serta tentunya proses renovasi akan sesuai dengan jadwal. Saat membuat jadwal, pastikan bekerja sama sesuai proses dari renovasi rumah.

5. Pemilihan material

Pemilihan material saat renovasi menjadi bagian penting lain untuk menghemat biaya. Beberapa material untuk membangun dan renovasi rumah memang tak akan murah.

Meski untuk rumah dengan tipe 36 yang memiliki ukuran tidak begitu luas. Pemilihan material juga sebaiknya sesuai dengan desain serta gambar skema yang sudah dibuat untuk bangunan.

Saat memilih material untuk renovasi, pertimbangkan alternatif lain dengan harga lebih terjangkau. Misalnya saja penggunaan jenis kayu, besi, dan lain-lain.

Alternatif material untuk renovasi rumah ini akan sangat membantu dalam menekan biaya yang dikeluarkan nantinya. Tentunya saat memilih material alternatif pun tetap berpacu pada desain dan skema untuk bangunan renovasi.

Baca juga: 10+ Tips Desain Minimalis Yang Ramah Untuk Ruang Keluarga

6. Tak menghilangkan pondasi bangunan

Cara lain untuk menekan biaya renovasi rumah secara signifikan? Pastikan tak mengubah fondasi. Saat melakukan desain dan gambar skema rumah, usahakan renovasi ruang dan bangunan tak mengubah fondasi.

Mengubah pondasi rumah berarti merobohkan keseluruhan dan akan menghabiskan biaya sangat banyak.

Untuk itu desain dan gambar skema renovasi rumah tipe 36 sebaiknya diatur sedemikian rupa agar tak mengubah fondasi.

Untuk desain minimalis pada rumah dengan type 36, mungkin bisa menggunakan cara mengganti ruangan di dalam rumah. Sehingga nantinya tak perlu mengubah fondasi utama pada bangunan itu sendiri.

7. Partisipasi aktif

Trik lain untuk menghemat biaya saat renovasi rumah type 36 merupakan dengan memiliki keterlibatan langsung.

Menyerahkan seluruh proses renovasi pada profesional memang akan sangat mudah. Tak perlu stress dan lain-lain. Di sisi lain, biaya yang akan dikeluarkan bisa meningkat tajam.

Untuk itu partisipasi aktif saat melakukan renovasi akan membantu untuk menurunkan biaya nantinya.

Renovasi rumah merupakan proses yang cukup rumit. Terutama untuk rumah minimalis. Sehingga semoga trik di atas akan membantu menekan biaya yang harus dikeluarkan saat melakukan renovasi.

Dengan tips di atas, tentunya pula sudah semakin yakin melakukan renovasi rumah type 36 dengan desain minimalis? Terutama dengan biaya yang tak terlalu besar yang harus dikeluarkan.