Daftar Isi:
Anda memiliki rumah atau apartemen kosong dan bingung ingin dijual atau disewa? Simak artikel berikut ini!
Memiliki properti memang dapat menjadi investasi yang menjanjikan. Akan tetapi, agar investasi ini dapat berjalan dengan lancar dan terus membuahkan hasil yang optimal, properti tersebut harus selalu dalam keadaan terawat.
Mengeluarkan uang untuk perawatan rumah kosong secara terus menerus tentunya membutuhkan uang yang tidak sedikit, akan tetapi menjual rumah juga artinya Anda melepas salah satu aset Anda secara permanen.
Jadi, manakah yang lebih baik? Menjual atau menyewakan rumah kosong? Berikut penjelasannya!
Keuntungan dan Tantangan Jika Rumah Kosong Dijual

(Sumber: realestate.com.au)
Keuntungan Menjual Rumah Kosong
1. Dana Tunai Besar dalam Waktu Cepat
Salah satu keuntungan utama menjual rumah kosong adalah Anda bisa memperoleh dana tunai dalam jumlah besar dalam waktu relatif singkat. Hal ini sangat membantu jika Anda sedang membutuhkan biaya darurat, seperti untuk pendidikan, kesehatan, atau modal usaha. Uang hasil penjualan rumah juga lebih likuid dibanding aset properti yang sifatnya jangka panjang.
Selain itu, menjual rumah kosong membuat Anda terbebas dari risiko nilai properti yang stagnan di pasar tertentu. Dengan menjual pada waktu yang tepat, Anda bisa mengamankan keuntungan sekaligus menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan yang lebih mendesak atau produktif.
2. Bebas dari Biaya Perawatan
Rumah kosong yang dibiarkan begitu saja tetap membutuhkan biaya perawatan. Mulai dari listrik, air, keamanan, hingga perbaikan kecil yang sering kali tidak terduga. Jika rumah tidak segera ditempati, beban biaya ini justru akan menguras keuangan Anda secara perlahan. Dengan menjual rumah, Anda terbebas dari pengeluaran rutin semacam ini.
Selain mengurangi beban finansial, menjual rumah juga membuat Anda tidak perlu lagi khawatir akan kondisi properti yang semakin rusak karena lama tidak dihuni. Beban perawatan akan sepenuhnya berpindah ke pemilik baru sehingga Anda bisa lebih fokus pada aset atau properti lain yang lebih menguntungkan.
Anda mungkin juga suka: Apartemen: Investasi Jangka Panjang yang Menguntungkan?
3. Potensi Keuntungan dari Lokasi Strategis
Jika rumah kosong Anda berada di lokasi strategis, seperti dekat pusat bisnis, fasilitas umum, atau akses transportasi, harga jual bisa meningkat signifikan. Permintaan yang tinggi di kawasan tersebut membuat properti lebih mudah terjual dengan harga yang kompetitif. Ini merupakan peluang besar bagi Anda untuk mendapatkan keuntungan optimal.
Selain itu, tren pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi juga bisa menjadi faktor pendorong kenaikan harga. Misalnya, pembangunan jalan tol, stasiun kereta, atau pusat perbelanjaan baru. Menjual rumah pada saat nilai pasarnya naik karena faktor eksternal ini bisa mendatangkan imbal hasil yang jauh lebih tinggi.
4. Modal untuk Investasi Lain
Menjual rumah kosong juga bisa menjadi strategi untuk memutar aset ke dalam bentuk investasi lain yang lebih sesuai dengan tujuan finansial Anda. Uang hasil penjualan dapat dialokasikan ke bisnis, properti baru dengan potensi lebih tinggi, atau instrumen investasi lain seperti saham maupun reksa dana. Dengan begitu, aset Anda bisa lebih produktif dan sesuai kebutuhan jangka panjang.
Langkah ini juga membantu diversifikasi portofolio, sehingga Anda tidak hanya bergantung pada satu aset properti saja. Apabila kondisi pasar properti sedang tidak stabil, mengalihkan dana ke investasi lain bisa menjadi solusi untuk menjaga kesehatan keuangan Anda.
Tantangan Menjual Rumah Kosong
1. Proses Legalitas yang Panjang
Salah satu hambatan dalam menjual rumah adalah proses legalitas yang panjang dan cukup kompleks. Anda perlu menyiapkan dokumen penting seperti sertifikat tanah, IMB, hingga bukti pembayaran pajak. Selain itu, ada biaya tambahan seperti BPHTB dan jasa notaris yang wajib dipenuhi agar proses jual beli sah secara hukum.
Proses administrasi ini tidak hanya memakan biaya, tetapi juga waktu yang bisa memperlambat transaksi. Jika ada dokumen yang bermasalah, misalnya status tanah sengketa atau sertifikat belum pecah, penjualan rumah bisa tertunda lebih lama. Oleh karena itu, kesiapan dokumen menjadi faktor penting sebelum memutuskan menjual.
2. Harga Bisa Turun Karena Pasar Lesu
Tidak selamanya harga rumah mengalami kenaikan. Jika kondisi pasar properti sedang lesu, menjual rumah bisa membuat Anda menerima harga yang lebih rendah dari harapan. Hal ini biasanya terjadi karena menurunnya daya beli masyarakat atau adanya banyak pilihan properti di pasaran.
Kondisi ini membuat proses menjual rumah bisa memakan waktu lebih lama, bahkan berbulan-bulan. Jika Anda terburu-buru, kemungkinan besar harus menurunkan harga agar lebih cepat laku. Situasi seperti ini bisa menjadi kerugian tersendiri bagi pemilik rumah kosong.
3. Membutuhkan Strategi Pemasaran yang Tepat
Menjual rumah bukan hanya soal memasang iklan, tetapi juga membutuhkan strategi pemasaran yang tepat. Tanpa strategi yang jelas, rumah bisa saja sulit terjual meski lokasinya strategis. Anda perlu menyiapkan promosi, foto yang menarik, hingga penawaran harga yang sesuai dengan pasar.
Menggunakan bantuan agen properti bisa menjadi solusi untuk mengatasi tantangan ini. Agen berpengalaman mampu membantu memasarkan rumah dengan lebih efektif, menargetkan calon pembeli potensial, hingga membantu proses negosiasi. Dengan begitu, peluang rumah cepat terjual akan lebih besar.
Keuntungan dan Tantangan Jika Rumah Kosong Disewa

(Sumber: wallst.com)
Keuntungan Menyewakan Rumah Kosong
1. Mendapatkan Pendapatan Pasif Rutin
Salah satu keuntungan terbesar dari menyewakan rumah kosong adalah Anda bisa memperoleh pendapatan pasif secara rutin. Uang sewa yang diterima bulanan atau tahunan dapat menjadi tambahan pemasukan yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari atau menambah tabungan. Hal ini sangat bermanfaat bagi Anda yang ingin memiliki sumber income tambahan tanpa harus menjual aset.
Selain itu, pendapatan pasif dari menyewakan rumah bisa dijadikan instrumen investasi jangka panjang. Selama rumah dalam kondisi baik dan berada di lokasi strategis, peluang untuk mendapatkan penyewa akan selalu terbuka, sehingga arus kas tetap terjaga stabil.
2. Nilai Properti Tetap Tumbuh
Menyewakan rumah tidak menghentikan kenaikan nilai aset Anda. Properti pada umumnya memiliki tren harga yang terus naik, apalagi jika berada di kawasan berkembang. Dengan menyewakan, Anda tetap bisa menikmati pertumbuhan nilai properti sambil mendapatkan penghasilan dari uang sewa.
Kombinasi antara pendapatan pasif dan kenaikan nilai properti membuat opsi menyewakan rumah lebih menarik untuk jangka panjang. Saat nanti Anda memutuskan untuk menjualnya, kemungkinan besar harga rumah sudah lebih tinggi dibandingkan saat pertama kali disewakan.
3. Rumah Lebih Terawat dan Aman
Rumah yang dibiarkan kosong dalam waktu lama rentan mengalami kerusakan, misalnya karena kelembapan, bocor, atau dimasuki oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan menyewakan rumah, keberadaan penyewa membantu menjaga rumah tetap dalam kondisi terawat dan aman dari risiko tersebut.
Selain itu, rumah yang ditempati cenderung lebih terjaga kebersihannya. Penyewa biasanya melakukan perawatan rutin karena mereka juga ingin tinggal di lingkungan yang nyaman. Hal ini bisa mengurangi risiko kerusakan yang lebih besar di kemudian hari.
Baca juga: 9 Rahasia Tips Foto Apartemen yang Bagus agar Dilirik Penyewa!
4. Fleksibilitas Kontrak Sewa
Keuntungan lain dari rumah kosong dijual atau disewakan dalam bentuk kontrakan adalah fleksibilitasnya. Anda bisa menyesuaikan kontrak sewa sesuai kebutuhan, baik harian, bulanan, maupun tahunan. Fleksibilitas ini memberi keleluasaan bagi Anda untuk menyesuaikan strategi sesuai kondisi pasar.
Misalnya, jika rumah berada di kawasan wisata atau dekat kampus, sewa harian dan bulanan bisa lebih menguntungkan. Namun, jika lokasinya berada di area perumahan, sewa tahunan biasanya lebih stabil dan mengurangi risiko pergantian penyewa terlalu sering.
Tantangan Menyewakan Rumah Kosong
1. Risiko Penyewa Bermasalah
Salah satu risiko dari menyewakan rumah adalah kemungkinan bertemu dengan penyewa yang bermasalah. Contohnya, penyewa yang sering telat membayar, tidak mematuhi perjanjian, atau bahkan meninggalkan kerusakan pada properti. Hal ini tentu bisa menimbulkan kerugian bagi pemilik rumah.
Untuk mengurangi risiko ini, penting bagi Anda membuat kontrak sewa yang jelas dan rinci sejak awal. Selain itu, lakukan seleksi penyewa dengan hati-hati, misalnya dengan memeriksa latar belakang atau meminta referensi sebelum memberikan kunci rumah.
2. Kewajiban Biaya Perawatan
Meski sudah disewakan, pemilik rumah tetap memiliki tanggung jawab atas perawatan tertentu. Beberapa kerusakan besar seperti perbaikan atap, instalasi listrik, atau saluran air biasanya tetap menjadi beban pemilik. Artinya, Anda harus menyiapkan dana cadangan untuk hal-hal tak terduga.
Selain itu, agar rumah tetap diminati calon penyewa, pemilik juga perlu menjaga kondisi properti dalam keadaan layak huni. Renovasi kecil seperti pengecatan ulang, perbaikan pintu, atau penggantian perabot tertentu bisa menjadi tambahan biaya yang perlu diperhitungkan sebelum memutuskan menyewakan rumah.
3. Kewajiban Pajak Sewa
Menyewakan rumah juga memiliki konsekuensi pajak yang perlu diperhatikan. Pemilik rumah biasanya dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) dari hasil sewa, dan dalam kondisi tertentu juga bisa terkena Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Hal ini tentu menambah beban administrasi yang harus diurus dengan baik.
Jika tidak memahami aturan perpajakan dengan jelas, risiko denda bisa muncul karena keterlambatan atau kesalahan pelaporan. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan notaris atau konsultan pajak agar kewajiban Anda sebagai pemilik rumah tetap terpenuhi secara legal dan aman.
Jual atau Sewa Rumah Kosong? Apa Saja Pertimbangannya?
1. Kebutuhan Finansial
Kebutuhan finansial menjadi faktor utama dalam memutuskan rumah kosong dijual atau disewa. Jika Anda membutuhkan dana cepat untuk keperluan besar, seperti biaya pendidikan, kesehatan, atau modal usaha, menjual rumah bisa menjadi pilihan terbaik. Uang yang diperoleh dari hasil penjualan biasanya cukup besar dan langsung dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Namun, jika kondisi keuangan Anda relatif stabil dan tidak mendesak, menyewakan rumah atau apartemen kosong bisa memberikan keuntungan jangka panjang. Pendapatan pasif yang rutin masuk setiap bulan atau tahun akan membantu memperkuat keuangan Anda tanpa harus kehilangan aset berharga. Dengan begitu, properti tetap menjadi investasi sekaligus sumber pemasukan tambahan.
2. Lama Kepemilikan Rumah
Lama kepemilikan juga berpengaruh pada keputusan jual atau sewa rumah kosong. Jika rumah sudah dimiliki sejak lama, kemungkinan besar nilai asetnya telah meningkat cukup signifikan. Dalam kondisi ini, menjual rumah bisa memberi keuntungan besar dari selisih harga beli.
Sebaliknya, jika rumah baru dibeli dalam kurun waktu 1–2 tahun terakhir, kenaikan harga biasanya belum terlalu begitu terasa. Dalam situasi seperti ini, menyewakan rumah lebih masuk akal karena Anda tetap bisa mendapatkan pemasukan sembari menunggu nilai properti meningkat. Strategi ini juga membantu menjaga properti tetap terawat dan tidak terbengkalai.
3. Lokasi dan Permintaan Pasar
Lokasi rumah atau apartemen sangat menentukan apakah lebih baik dijual atau disewakan. Jika properti berada di kawasan strategis, seperti dekat pusat bisnis, kampus, atau perkantoran, biasanya permintaan sewa lebih tinggi. Menyewakan dalam kondisi ini akan lebih menguntungkan karena Anda bisa menetapkan harga sewa kompetitif sesuai tingginya permintaan pasar.
Namun, jika properti berada di kawasan yang sedang berkembang atau berpotensi naik karena adanya pembangunan infrastruktur, menjual bisa memberikan keuntungan lebih besar. Nilai jual rumah atau apartemen di area seperti ini cenderung meningkat cepat sehingga menjual pada saat yang tepat bisa memberi hasil maksimal dibandingkan hanya mengandalkan pendapatan sewa saja.
Jadi, Mana yang Lebih Menguntungkan?
Soal mana yang lebih menguntungkan antara menjual atau menyewakan rumah kosong sangat relatif. Tidak ada keputusan yang sudah pasti lebih baik atau lebih menguntungkan. Jika Anda ingin keuntungan yang lebih cepat dan besar, Anda bisa jual rumah. Namun, jika Anda menginginkan penghasilan pasif yang rutin, maka disewa jauh lebih dianjurkan.
Apabila Anda ingin menyewakan apartemen yang Anda miliki, Anda bisa titipkan ke Jendela360.
Jika Anda ingin apartemen milik Anda cepat tersewa, titipkan sekarang di Jendela360.
Jendela360 adalah situs sewa apartemen yang telah terpercaya dengan puluhan ribu unit di kota-kota besar di Indonesia. Kualitas setiap unitnya terjamin karena telah melalui proses verifikasi.
Jendela360 menawarkan kerjasama menarik untuk mempromosikan apartemen yang dilengkapi dengan jasa fotografi, dekorasi, hingga fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang dapat memudahkan calon penyewa apartemen Anda untuk melihat interior apartemen secara lebih detail tanpa harus beranjak kediamannya.
Seluruh transaksi dengan Jendela360 juga terjamin aman karena dilakukan secara transparan.
Kunjungi website Jendela360 atau hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut!
Riana adalah seorang SEO writer dan copywriter di Jendela360. Riana memiliki pengalaman selama 3 tahun, khususnya dalam bidang properti dan gaya hidup. Dalam menulis, Riana percaya bahwa konten yang berorientasi pada autentisitas adalah kunci dalam menciptakan sebuah tulisan yang lebih berkualitas. Di waktu luang, Riana senang membaca buku untuk terus memperluas wawasan dan memperkaya inspirasinya dalam menulis.




