16 Tanaman yang Tidak Butuh Sinar Matahari, Mudah Dirawat!

by

|

|

,
tanaman yang tidak butuh sinar matahari

Tanaman yang tidak butuh sinar matahari — Siapa yang tidak ingin memiliki tempat tinggal yang asri dan segar? Semua orang pasti menginginkan hunian yang membuatnya merasa fresh setiap hari. Karena itulah merawat tanaman menjadi kegiatan yang berhasil menggaet  banyak peminat.

Bagi penggemar tanaman hias, merawat tanaman bukan hanya soal mempercantik rumah saja, tetapi juga menjadi kegiatan yang bisa melepas penat. Bahkan, sebuah penelitian juga membuktikan bahwa merawat tanaman secara aktif dapat mengurangi stress.

Tidak perlu khawatir kalau Anda tinggal di apartemen atau di tempat yang tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam, karena tanaman-tanaman berikut ini tidak butuh sinar matahari yang terlalu banyak sehingga bisa Anda letakkan di dalam ruangan.

16 Tanaman yang Tidak Butuh Sinar Matahari

1. Bromeliad

tanaman yang tidak butuh sinar matahari
(Sumber: thespruce.com)

Bromeliad merupakan tanaman tropis yang bisa ditanam di dalam ruangan karena mampu tumbuh subur di tempat minim cahaya dan lembap. Ukurannya yang kecil menjadikan tanaman bromeliad cocok untuk ditempatkan di rak buku, meja, kamar mandi, maupun di dekat jendela.

Merawat bromeliad juga tidak sulit. Anda cukup menyiramnya sekali dalam satu hingga dua minggu. Ini karena tanaman bromeliad mampu bertahan dalam keadaan tanah yang kering. Cocok untuk Anda yang ingin memiliki tanaman hias dengan perawatan yang minimal.

2. Peace Lily


(Sumber: ruralsprout.com)

Peace lily juga menjadi salah satu tanaman yang tidak membutuhkan banyak sinar matahari. Meski di ruang tamu, sudut kamar, maupun sudut-sudut lain yang cenderung teduh, peace lily tetap dapat tumbuh dengan baik. Warna bunga yang putih dan daun hijau juga memberikan kesan yang lebih elegan pada ruangan Anda.

Selain indah, peace lily juga mampu menyaring udara dari gas beracun dan spora jamur yang bisa menyebabkan gangguan pernapasan serta iritasi kulit dan mata. Jadi, kalau Anda tinggal di pusat kota yang ramai dan penuh polusi seperti di Jakarta Selatan atau apartemen di SCBD, meletakkan peace lily di dalam rumah bisa membantu Anda memiliki rumah yang lebih segar.

3. ZZ Plant (Permata Zanzibar)

tanaman yang tidak butuh sinar matahari
(Sumber: realsimple.com)

Kalau Anda baru terjun ke dunia tanaman hias, maka tanaman satu ini cocok untuk Anda. ZZ plant atau daun permata zanzibar (zamioculcas zamiifolia) tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Tanaman ini tidak butuh sinar matahari terlalu banyak, dapat tumbuh dalam keadaan kering, dan dalam berbagai jenis tanah. Malahan, ZZ plant justru akan menguning dan melengkung jika terkena sinar matahari langsung.

Tampilan daunnya yang hijau gelap dan mengilap membuat ZZ plant cocok untuk Anda yang menginginkan tampilan ruangan minimalis aesthetic. Cocok untuk mempercantik rumah Anda.

Sama seperti peace lily, ZZ plant juga mampu menyaring udara kotor. Akan tetapi, ZZ plant bersifat beracun. Jadi, jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Cuci tangan Anda setelah menyentuh ZZ plant.

4. English Ivy


(Sumber: southernliving.com)

Ingin membuat vertical garden di balkon apartemen atau di halaman belakang rumah Anda? English ivy bisa menjadi pilihan Anda!

English ivy (hedera helix) adalah tanaman rambat yang khas dengan bentuk daunnya yang kecil dan berjari. Anda bisa meletakkannya di pot gantung, di atas meja, maupun di rak dalam rumah Anda karena english ivy tidak butuh terlalu banyak sinar matahari.

Menariknya lagi, english ivy tidak membutuhkan perawatan yang intense. Cukup disiram seminggu sekali saja saat suhu sedang tinggi dan kurang intensitasnya saat musim hujan.

Namun, seperti ZZ plant, english ivy juga beracun. Jadi, letakkan di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

5. Fittonia

tanaman yang tidak butuh sinar matahari
(Sumber: thespruce.com)

Satu lagi rekomendasi untuk Anda yang menggemari tanaman daun kecil, yaitu fittonia. Selain daunnya kecil, fittonia juga tidak dapat tumbuh besar. Tinggi maksimalnya hanya sekitar 15 cm saja, sangat cocok untuk Anda yang menginginkan tampilan rumah yang minimalis.

Tanaman hias ini sebenarnya berasal dari Amerika Selatan, khususnya Peru. Akan tetapi, kini juga mudah ditemukan di Indonesia, baik dalam versi impor maupun lokal. Fittonia impor biasanya memiliki daun yang lebih kecil dengan variasi warna lebih beragam, sedangkan fittonia lokal memiliki daun agak lebih lebar dan pilihan warnanya terbatas.

Fittonia juga termasuk tanaman yang tidak butuh sinar matahari terlalu banyak. Anda bisa meletakkannya di sudut-sudut ruangan yang teduh. Agar fittonia dapat tumbuh subur, pastikan tanahnya selalu lembab dan jangan dibiarkan kering.

Anda mungkin juga suka: 11 Tanaman Hias Daun Kecil, Mampu Percantik Ruangan

6. Cast Iron Plant (Tanaman Besi Cor)


(Sumber: thespruce.com)

Bukan, bukan! Tanaman ini bukan tumbuh dari besi cor. Tanaman ini memiliki nama cast iron plant atau tanaman besi cor karena kemampuannya untuk tumbuh di lingkungan yang keras, termasuk dalam keadaan cahaya minim. Cast iron plant masih bisa bertahan meskipun lama diabaikan sehingga cocok untuk Anda yang cari tanaman dengan perawatan super minim.

Untuk merawat cast iron plant, Anda hanya perlu menyiramnya sekali dalam satu hingga dua minggu. Biarkan tanahnya mengering terlebih dahulu sebelum menyiramnya kembali. Sebagai perawatan tambahan, Anda juga bisa mengelap daunnya seminggu sekali menggunakan kain lembap agar daun tetap bersih dan dapat menyerap nutrisi secara optimal.

7. Blanceng (Daun Bahagia)

tanaman yang tidak butuh sinar matahari
(Sumber: bouqs.com)

Blanceng (dieffenbachia amoena) atau yang dikenal juga dengan daun bahagia atau dumb cane adalah tanaman dengan daun besar yang mampu tumbuh hingga setinggi 2 meter. Seperti cast iron plant, blanceng juga mampu bertahan dalam kondisi yang keras dan minim cahaya.

Tapi, Anda perlu hati-hati karena seluruh bagian tanaman ini beracun. Apa bila getahnya terkena kulit atau tertelan akan menyebabkan pembengkakan. Jadi, jauhkan tanaman ini dari jangkauan anak-anak dan peliharaan.

8. Philodendron


(Sumber: thespruce.com)

Philodendron merupakan salah satu tanaman hias paling populer dengan sekitar 450 varietas yang menarik. Bagi para pemula dalam dunia tanaman hias, philodendron bisa menjadi pilihan tepat karena sangat mudah dirawat.

Philodendron tidak membutuhkan banyak sinar matahari, mampu tumbuh di air, dan memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, baik di dalam maupun luar ruangan.

Keunggulan philodendron tidak sampai di situ saja. Tanaman ini juga dapat berperan sebagai pembersih udara sekaligus meningkatkan kelembapannya sehingga cocok pada tempat-tempat yang cenderung panas seperti Indonesia.

Perlu diingat untuk menjauhkan philodendron dari jangkauan anak-anak dan peliharaan karena tanaman ini mengandung kristal kalsium oksalat sehingga beracun jika tertelan.

9. Pothos

tanaman yang tidak butuh sinar matahari
(Sumber: housebeautiful.com)

Pothos atau yang dikenal juga sebagai sirih gading adalah tanaman hias indoor yang mudah ditemukan di Indonesia dengan harga terjangkau. Tanaman ini tidak hanya dapat mempercantik ruangan saja, tetapi juga dapat membersihkan udara dengan mengurangi partikel berbahaya.

Cara merawat pothos juga tidak sulit dan cocok untuk pemula. Cukup disiram satu hingga dua kali saja selama seminggu dan letakkan di tempat yang teduh, pothos bisa tumbuh dengan baik. Jangan menyiramkan air yang terlalu banyak karena justru dapat membuat akar pothos membusuk. Hindari juga dari paparan sinar matahari yang terlalu berlebihan karena dapat membuat daun pothos menguning.

Tanaman pothos lebih baik ditempatkan di tempat tinggi seperti digantung atau di atas rak karena daunnya beracun dan berbahaya bagi hewan peliharaan.

10. Sri Rejeki


(Sumber: umoya.it)

Aglonema atau yang lebih sering dikenal dengan nama sri rejeki merupakan salah satu tanaman hias paling populer di Indonesia. Daun tanaman ini khas dengan paduan warna merah dan hijau yang unik. Tanaman ini juga dipercaya dapat membawa keberuntungan, sehingga tidak heran kalau disebut “sri rejeki”.

Selain dapat membawa keberuntungan, sri rejeki juga mampu membantu membersihkan udara di rumah Anda. Tanaman ini dapat menyerap partikel berbahaya seperti benzena, formaldehid, karbon monoksida, dan trikloretilen.

Sri rejeki juga termasuk tanaman yang tidak membutuhkan sinar matahari terlalu banyak dan dapat diletakkan di tempat teduh. Anda juga cukup menyiramnya dua kali seminggu saja.

Baca juga: 12 Tanaman Indoor ini Bisa Menjadi Pembersih Udara di Rumah

11. Peperomia (Terang Bulan)

tanaman yang tidak butuh sinar matahari
(Sumber: kompas.com)

Peperomia atau yang dikenal juga dengan terang bulan adalah jenis tanaman dari famili piperaceae. Meski bisa ditemukan di Indonesia, namun habitat asli peperomia adalah Brazil. Jadi, wajar saja kalau tanaman ini dapat bertahan di negara-negara dengan iklim tropis.

Peperomia memiliki beberapa jenis, seperti golden gate, watermelon, hope, obtusifolia, tetraphylla, postrata, dan lain-lain. Biasanya dijual berdasarkan ukuran dan kondisi tanamannya.

Peperomia atau terang bulan dapat tumbuh optimal di bawah cahaya yang teduh. Hindari paparan sinar matahari langsung karena justru dapat membakar daun. Peperomia juga dapat bertahan dalam kondisi tanah yang kering.

12. Spider Plant


(Sumber: bhg.com)

Spider plant adalah pilihan tepat untuk Anda yang sibuk karena perawatannya sangat mudah dan tidak membutuhkan perhatian khusus. Tanaman ini khas dengan bentuk daunnya yang panjang menyerupai kaki laba-laba. Variasi warna hijau tua dan hijau terang juga membuat tanaman ini semakin cantik.

Spider plant dapat tumbuh baik di kondisi cahaya terang maupun teduh, asalkan jangan biarkan tanaman ini terpapar sinar matahari secara langsung. Anda juga hanya perlu menyiramnya sekali seminggu saja.

Akan tetapi, daun tanaman ini beracun. Karena itu, letakkan spider plant di tempat yang aman dari jangkauan anak-anak maupun hewan peliharaan.

13. Lidah Mertua (Snake Plant)

tanaman yang tidak butuh sinar matahari
(Sumber: leafency.co.uk)

Lidah mertua merupakan tanaman yang mampu tumbuh dalam kondisi apapun. Tidak hanya dapat bertahan di tempat teduh, lidah mertua juga dapat tumbuh di bawah sinar matahari langsung. Kondisi hujan maupun panas juga tidak jadi masalah bagi tanaman lidah mertua. Jadi, bisa Anda letakkan di dalam rumah, di balkon apartemen, maupun di halaman.

Menyiram lidah mertua juga tidak perlu terlalu sering. Cukup dua kali seminggu saja dan lidah mertua Anda dapat tumbuh subur. Sebaliknya, hindari menyiram lidah mertua terlalu sering karena dapat membuat akar menjadi busuk.

Selain tangguh, lidah mertua juga dapat menjadi pembersih udara. Tanaman ini mampu menyerap karbon dioksida dan radiasi dari alat-alat elektronik seperti laptop dan televisi sehingga dapat membantu mengurangi efek Sick Building Syndrome.

14. Anthurium


(Sumber: homesandgardens.com)

Kalau Anda cari tanaman hias yang cocok diletakkan di ruang kerja atau ruang tamu, maka anthurium patut menjadi pertimbangan. Anthurium adalah tanaman hias dengan warna bunga yang vibrant, menghadirkan suasana tropis yang segar di dalam rumah Anda.

Anthurium juga dapat bertahan di tempat yang minim sinar matahari. Paparan sinar matahari langsung justru dapat membakar daun anthurium. Jadi, Anda bisa meletakkannya di sudut-sudut rumah yang teduh.

Lebih menariknya lagi, anthurium juga mampu menyaring polusi dan zat berbahaya seperti amonia dan formaldehida. Kalau Anda mencari tanaman pembersih udara, anthurium bisa menjadi pilihan Anda.

15. Tanaman Doa (Prayer Plant)

tanaman yang tidak butuh sinar matahari
(Sumber: thespruce.com)

Tanaman doa atau prayer plant (maranta leuconeura) dikenal dengan keunikan daunnya yang melipat seperti tangan berdoa saat malam tiba. Tanaman doa termasuk tanaman yang tidak butuh terlalu banyak sinar matahari. Meskipun termasuk tanaman tropis, sinar matahari yang terlalu intense justru dapat menyebabkan bercak cokelat dan membuat warna daun memudar.

Merawat tanaman ini agak rumit. Tanaman doa membutuhkan udara yang cenderung lembap. Tanah tanaman doa juga tidak boleh dibiarkan kering. Anda perlu menyiram tanaman doa menggunakan air bersuhu ruang atau cenderung hangat.

16. Meranti Sepat Merak (Peacock Plant)


(Sumber: thespruce.com)

Meranti sepat merak atau peacock plant (calathea makoyana) seringkali disamakan dengan tanaman doa. Keduanya memang berasal dari famili marantaceae, namun genusnya berbeda.

Jangan samakan juga dengan tanaman kembang merak. Meski sama-sama memiliki nama “merak”, namun keduanya tanaman yang berbeda.

Meranti sepat merak tidak terlalu rewel soal tanah, tetapi cukup sensitif terhadap cahaya. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di tempat teduh, meskipun pertumbuhannya cenderung lambat. Tapi, jangan berikan paparan sinar matahari langsung karena dapat memudarkan corak khas daunnya.

Meranti sepat merak juga sensitif dengan kebutuhan airnya. Tanaman ini lebih menyukai suhu lembap dan air sulingan atau air hujan. Tanah meranti sepat merak juga harus terus lembap namun tidak terlalu basah. Karenanya, menggunakan moisture meter sangat disarankan agar Anda dapat memastikan tanah meranti sepat merak dalam kondisi kelembapan yang pas.

 

Rekomendasi tanaman di atas cocok untuk Anda yang tinggal apartemen atau hunian yang tidak memiliki halaman karena tidak butuh sinar matahari berlebihan sehingga dapat diletakkan di dalam rumah.

Tapi, pastikan juga apartemen Anda tetap memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik agar tanaman dapat tetap tumbuh subur dan tidak membuat ruangan terlalu lembap hingga mengundang jamur. Anda bisa menemukan apartemen berkualitas dengan sirkulasi yang baik melalui Jendela360.

Jendela360 adalah situs sewa apartemen yang telah terpercaya dengan puluhan ribu unit apartemen di kota-kota besar Indonesia. Setiap unit apartemen di Jendela360 telah melalui proses verifikasi untuk menjamin kualitasnya.

Proses pencarian Anda juga lebih mudah karena Jendela360 memiliki fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang dapat membantu Anda melihat apartemen lebih detail. Jadi, Anda bisa memastikan apartemen yang Anda pilih memiliki tata ruang dan sirkulasi yang baik tanpa harus mendatanginya secara langsung.

Seluruh transaksi Anda dengan Jendela360 dijamin aman tanpa hidden fees karena dilakukan secara transparan.

Kunjungi website Jendela360 atau hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut!

Artikel Lainnya