Bagi yang senang memasak, dapur mini nan apik di apartemen bukan masalah. Namun, tanpa sadar, saking hebohnya memasak, dapur jadi berasap. Langit-langit apartemen yang rendah dan dilengkapi alarm kebakaran malah bikin perkara. Asap masakan langsung mangaktifkan alarm kebakaran!

asap dapur

Beberapa apartemen memang dilengkapi dengan alarm kebakaran atau detektor asap (smoke detector). Di satu sisi, fitur ini dapat menjamin keselamatan penghuni dan seisi gedung apartemen. Namun, jangan sampai kegiatan memasak menyebabkan terjadinya false alarm, yaitu aktifnya alarm kebakaran bukan karena adanya api yang memicu kebakaran.

Bagaimana cara memasak aman tanpa mengaktifkan alarm kebakaran di apartemen? Mari kita cek satu persatu:

1. Cek dulu kadar sensitivitas alarm kebakaran di apartemen

Anda bisa bertanya pada pihak manajemen properti yang bersangkutan. Bahkan, Anda bisa meminta tes untuk menguji kadar sensitivitas alarm kebakaran di unit hunian. Tidak hanya untuk memasak aman, langkah ini juga meyakinkan Anda mengenai kualitas keamanan tinggal di apartemen tersebut.

Jangan takut juga untuk banyak bertanya pada pihak manajemen properti apartemen mengenai jadwal maintenance alarm kebakaran.

2. Perhatikan letak alarm kebakaran

Kebanyakan alarm kebakaran di apartemen terletak di bagian yang agak ke tengah pada langit-langit dapur. Namun, ada juga alarm kebakaran yang letaknya agak ke pinggir di langit-langit. Bila sudah mengetahui letaknya, mari kita lanjut ke langkah berikut.

alarm asap dapur

Ada juga alarm kebakaran yang berjenis portabel. Keuntungannya, Anda bisa memindahkan sendiri alarm agar tidak mengganggu kegiatan memasak di dapur.

3. Perhatikan letak kompor hingga oven dan microwave

Apakah letak kompor dan oven (serta microwave) tepat di bawah alarm kebakaran atau sedikit menjauh? Di satu sisi, kompor dan oven yang terletak pas di bawah alarm kebakaran bagus untuk memperingatkan Anda. Misalnya: masakan ternyata gosong dan hampir hangus, dengan asap memenuhi dapur. Kebakaran di dapur dapat segera dicegah.

Namun, di sisi lain, alarm kebakaran yang terlalu sensitif juga dapat mengganggu. Tidak hanya kegiatan memasak, namun dapat membuat bunyi alarm berikutnya tidak ditanggapi serius oleh pihak manajemen – meskipun misalnya saat itu benar-benar terjadi kebakaran.

Setelah mengetahui letak alarm kebakaran di dapur, barulah fokus ke kegiatan memasak.

Baca juga: Tinggal Di Apartemen, Pilih Masak Sendiri Atau Pesan Catering?

4. Gunakan api yang kecil saja

Tidak hanya di apartemen, ini juga cara memasak aman di mana pun Anda berada. Gunakan api yang kecil saja untuk mencegah masakan gosong lebih cepat. Masakan yang panas lebih cepat gara-gara api kompor yang terlalu besar cepat menimbulkan asap. Tentu saja, asap yang memenuhi dapur kemudian dapat mengaktifkan alarm kebakaran.

Untuk pengguna oven dan microwave, jangan sampai melupakan masakan terlalu lama di dalamnya.

Salah satu keuntungan dari memasak dengan oven dan microwave adalah fitur pengatur waktunya. Bila timer berbunyi, Anda tinggal segera mengeluarkan masakan dari dalam oven maupun microwave. Masakan juga tidak akan gosong gara-gara Anda tidak sadar memasaknya terlalu lama.

Namun, sebaiknya jangan sampai melupakan masakan meskipun di dalam oven dan microwave yang menyala. Tinggalkan sebentar, seperti ingin mengerjakan hal lain, sebenarnya masih boleh. Misalnya: Anda ingin melipat pakaian atau membersihkan meja sebentar. Menonton TV sejenak atau berselancar di internet juga bisa.

Bila sampai lupa, apalagi karena ketiduran…wah, bahaya. Timer terus menjerit-jerit tapi tidak kedengaran. Saat akhirnya Anda terbangun dan mendengarnya, Anda pasti juga akan mencium bau hangus masakan…dan mendengar alarm kebakaran menyala.

Baca juga: 10 Merk Kompor Listrik Terbaik, No.4 dan 7 Pake Layar Digital!

Fungsi Alarm Kebakaran

National Fire Protection Association merilis data yang cukup mengejutkan: dua pertiga kasus kebakaran properti terjadi karena tidak adanya alarm kebakaran. Apalagi di apartemen yang terdiri dari banyak penghuni, fitur ini sangat penting sehingga wajib dipasang. Baik saat penghuni sedang tidur atau pergi, alarm bekerja selama 24 jam berturut-turut.

Alarm kebakaran berfungsi sebagai pemantau udara otomatis dari api dan asap di dalam ruangan. Tidak hanya yang bersuara, ada juga alarm kebakaran yang khusus dibuat untuk penghuni tuna rungu atau yang menderita gangguan pendengaran. Alarm ini mengaktifkan strobo-flash maupun sensor getar untuk memperingatkan penghuni akan bahaya kebakaran.

Sumber Daya dari Alarm Kebakaran

Sumber daya untuk alarm kebakaran dapat berasal dari baterai maupun sistem listrik pada bangunan. Ada alarm kebakaran yang menggunakan baterai 9 volt. Bila menggunakan baterai lithium, alarm kebakaran akan awet menyala hingga sepuluh tahun tanpa harus diganti. Ini berbeda dengan baterai lain yang setiap tahun harus diuji secara berkala hingga diganti.

Tentu saja, apa pun bisa terjadi. Setiap bulan, ada baiknya baterai alarm kebakaran dicek. Bila sistem baterai lemah, segeralah meminta ahli listrik untuk menggantinya. Jangan sekali-sekali mencoba melakukannya sendiri bila tidak punya pengetahuan yang memadai untuk melakukan hal ini.

Jangan nonaktifkan alarm kebakaran saat memasak!

Meskipun dapat mencegah alarm menyala gara-gara asap di dapur, cara ini sama sekali tidak disarankan. Selain ada kemungkinan lupa untuk mengaktifkannya kembali, alarm kebakaran harus dimatikan dan dinyalakan dengan sepengetahuan pihak manajemen apartemen.

Ada juga kemungkinan Anda akan melakukan kesalahan, seperti malah merusak alarm atau menyakiti diri sendiri. (Contoh: tersengat aliran listrik). Makanya, alarm kebakaran sebaiknya hanya boleh diaktifkan oleh ahli listrik profesional, dengan sepengetahuan pihak manajemen apartemen.

Bagaimana bila alarm kebakaran terlanjur menyala gara-gara asap di dapur?

Bila tidak sengaja mengaktifkan alarm kebakaran gara-gara memasak, inilah yang bisa dilakukan:

1. Jangan panik.

Segera lihat sekeliling. Bila penyebabnya jelas-jelas asap dari masakan, tarik napas panjang. Jangan langsung berlari keluar apartemen.

2. Segera hentikan kegiatan memasak.

Matikan kompor, oven, maupun microwave yang sedang digunakan untuk memasak.

3. Tekan tombol ‘diam’ pada alarm kebakaran dan segera buka pintu dan jendela

Membuka pintu dan jendela apartemen akan membersihkan udara dari asap akibat masakan di dapur.

4. Lambaikan handuk di depan alarm kebakaran

Cara ini dapat membantu menghentikan bunyi alarm kebakaran dengan segera, sekaligus membersihkan udara dari asap akibat masakan di dapur.

5. Pindahkan alarm kebakaran dari lokasi sumber jika memungkinkan

Jika alarm kebakaran portabel, Anda bisa memindahkannya dari lokasi penyebab alarm mendadak aktif. Misalnya: memindahkan alarm dari dapur ke ruang tengah. Cara ini juga dapat mematikan bunyi alarm kebakaran dengan segera.

6. Segera laporkan ke manajemen apartemen untuk tindakan lebih lanjut

Setelah lima cara di atas, segera laporkan ke manajemen apartemen untuk tindakan lebih lanjut. Misalnya: untuk pengecekan alarm sekaligus menuliskan laporan insiden.

7. Jangan nekat menonaktifkan alarm kebakaran seorang diri

Bila pihak manajemen apartemen belum segera datang ke lokasi, jangan nekat mencoba menonaktifkan alarm kebakaran seorang diri.

Inilah cara memasak aman tanpa mengaktifkan alarm kebakaran di apartemen. Jangan takut fitur tersebut akan mengganggu kesenangan Anda. Banyak cara untuk memasak dengan nyaman, di mana pun Anda berada.