Daftar Isi:
Berkebun di balkon — Tinggal di apartemen bukan berarti Anda harus melepas hobi berkebun atau keinginan untuk memiliki ruang hijau pribadi. Dengan sedikit kreativitas dan perencanaan yang tepat, balkon apartemen bisa disulap menjadi taman mini yang menyegarkan.
Aktivitas berkebun di balkon kini semakin diminati, terutama oleh para penghuni apartemen di Jakarta Selatan dan kota besar lainnya yang ingin menghadirkan nuansa alami di tengah padatnya suasana perkotaan.
Balkon apartemen yang luasnya terbatas justru bisa menjadi tempat yang ideal untuk memiliki taman pribadi yang minimalis. Tanaman hias, sayuran, hingga rempah-rempah bisa tumbuh subur jika Anda memahami cara menyesuaikan jenis tanaman, wadah, serta pencahayaan yang tersedia. Selain mempercantik tampilan hunian, berkebun juga dapat menjadi kegiatan yang menenangkan pikiran setelah lelah beraktivitas seharian.
Simak tips berikut ini agar Anda bisa menciptakan taman sendiri dengan berkebun di balkon!
8 Tips Berkebun di Balkon, Bisa untuk Apartemen
1. Pastikan Cahayanya Cukup

(Sumber: freepik)
Bentuk balkon setiap apartemen berbeda-beda sehingga cahaya matahari yang dapat masuk pun belum tentu sama. Bahkan, beda posisi saja bisa membedakan suhu dan banyaknya cahaya yang masuk. Balkon yang menghadap ke barat cenderung lebih panas dibandingkan yang menghadap ke arah lain.
Meskipun sinar matahari memang diperlukan tanaman, namun tidak semua tanaman dapat bertahan di bawah sinar yang terlalu intens. Sebaliknya, beberapa tanaman juga hanya dapat tumbuh subur jika terpapar sinar matahari langsung.
Jadi, selain memastikan balkon Anda memiliki cahaya alami yang cukup dan tidak terlalu teduh bagi tanaman, pilih juga jenis tanaman yang tepat.
2. Pilih Tanaman yang Mudah Dirawat

(Sumber: thespruce.com)
Kalau Anda ingin mencoba berkebun di balkon apartemen, terutama untuk Anda yang masih pemula, pilihlah tanaman yang low maintenance atau mudah dirawat. Tanaman hias seperti philodendron dan spider plant bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Anda yang baru mulai bercocok tanam. Tanaman-tanaman ini juga tidak membutuhkan sinar matahari yang terlalu banyak sehingga cocok diletakkan di balkon yang cenderung teduh.
3. Pertimbangkan untuk Tanam Sayuran

(Sumber: homesandgardens.com)
Siapa bilang berkebun di balkon hanya bisa untuk bunga dan tanaman hias saja? Anda juga bisa menanam sayuran di balkon, loh! Jenis sayuran yang bisa Anda tanam memang lebih terbatas karena Anda harus menggunakan pot dengan ukuran yang terbatas.
Tapi, jangan salah karena jenis sayuran yang bisa ditanam di pot untuk diletakkan di balkon juga tidak sedikit, seperti tomat, terong, selada, dan lain-lain.
Baca juga: 10 Sayur yang Bisa Ditanam di Pot, Muat di Balkon Apartemen!
4. Gunakan Pot dari Plastik

(Sumber: idealhome.co.uk)
Pot dari plastik memiliki bobot yang lebih ringan dan cocok untuk diletakkan di balkon rumah maupun apartemen. Selain lebih mudah untuk dipindahkan, pot plastik juga bisa digantung sehingga Anda bisa lebih menghemat ruang dan meletakkan tanaman lain atau furniture tambahan di balkon seperti kursi dan meja.
5. Pasang Rak Tanaman

(Sumber: decorlay.com)
Ingin memiliki banyak tanaman di balkon yang sempit? Anda bisa coba pasang rak tanaman. Dengan memasang rak, tanaman Anda tidak hanya terlihat lebih rapi, tetapi juga lebih menghemat ruangan. Pilih rak dari besi atau kayu yang kuat untuk menopang beberapa pot tanaman sekaligus.
6. Buat Vertical Garden

(Sumber: gharpedia.com)
Selain menggunakan rak, Anda juga bisa memaksimalkan ruang balkon Anda dengan membuat vertical garden. Gantung dan susun tanaman Anda secara vertikal di salah satu sisi balkon Anda. Selain dengan menggantung tanaman, Anda juga bisa membuat vertical garden dengan menggunakan tanaman rambat.
7. Perhatikan Sistem Drainasenya

(Sumber: bwhplantco.com)
Sistem drainase berperan penting dalam menjaga kesehatan tanaman dengan mengalirkan air keluar dari media tanam sehingga mencegah terjadinya genangan. Jika air dibiarkan menumpuk di sekitar akar, hal ini dapat memicu pembusukan akar, mengurangi kadar oksigen dalam tanah, dan menciptakan kondisi yang tidak ideal bagi pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, sangat penting memastikan media tanam memiliki sistem drainase yang baik guna menghindari akumulasi air yang berlebihan.
8. Letakkan Tanaman Indoor di Dekat Pintu Balkon

(Sumber: treehugger.com)
Nah, kalau Anda tidak ingin balkon apartemen atau rumah Anda terlalu penuh, Anda juga bisa meletakkan beberapa tanaman di dalam ruangan, namun di posisi yang masih dekat dengan balkon agar tetap mendapatkan cahaya matahari yang cukup.
Beberapa tanaman yang bisa diletakkan di dalam ruangan dengan pencahayaan minim antara lain bromeliad, peace lily, english ivy, fittonia, dan masih banyak lagi. Akan tetapi, beberapa tanaman ini memiliki sifat beracun dan berbahaya jika tidak sengaja terkonsumsi. Jadi, letakkan tanaman di tempat yang aman dari jangkauan hewan peliharaan atau anak kecil.
Anda mungkin juga suka: 16 Tanaman yang Tidak Butuh Sinar Matahari, Mudah Dirawat!
Itu dia beberapa tips untuk berkebun di balkon dengan tempat terbatas dan cocok untuk dilakukan di apartemen. Kalau Anda cari apartemen dengan balkon yang cukup untuk dijadikan taman, Anda bisa menemukannya di Jendela360.
Jendela360 adalah situs sewa apartemen yang telah terpercaya dengan puluhan ribu unit apartemen di berbagai kota-kota besar di Indonesia. Kualitas setiap unitnya terjamin karena telah melalui proses verifikasi.
Jendela360 memiliki fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang memungkinkan Anda untuk melihat apartemen secara lebih detail tanpa harus beranjak dari tempat duduk Anda.
Tim kami juga selalu bersedia dengan senang hati untuk membantu menemukan apartemen yang terbaik untuk Anda.
Seluruh transaksi Anda dengan Jendela360 juga terjamin aman tanpa adanya hidden fees karena dilakukan secara transparan.
Kunjungi website Jendela360 atau hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut!
Riana adalah seorang SEO writer dan copywriter di Jendela360. Riana memiliki pengalaman selama 3 tahun, khususnya dalam bidang properti dan gaya hidup. Dalam menulis, Riana percaya bahwa konten yang berorientasi pada autentisitas adalah kunci dalam menciptakan sebuah tulisan yang lebih berkualitas. Di waktu luang, Riana senang membaca buku untuk terus memperluas wawasan dan memperkaya inspirasinya dalam menulis.




