5 Tips dan Trik Membuat Brosur Perumahan Menarik Konsumen Potensial

by

|

|

Brosur perumahan merupakan salah satu media promosi yang dianggap paling efektif. Tentu saja bila brosur yang dibuat benar-benar mampu menarik perhatian dari calon konsumen di perumahan.

Untuk itu, membuat brosur yang tidak biasa-biasa saja serta mampu menarik perhatian menjadi kunci penting dari suksesnya marketing perumahan. Tentu saja, membuat brosur menarik untuk perumahan bukan hal yang mudah.

Benarkah tidak mudah?

Sebenarnya membuat brosur perumahan yang menarik, hingga dapat menggoda konsumen potensial untuk membeli rumah tidak terlalu sulit dibuat.

Pastinya ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membuat brosur yang akan dapat menarik perhatian tersebut. Brosur yang nantinya mampu menggoda, membuat konsumen merasa ingin untuk tinggal di perumahan yang dipasarkan.

Berikut ini merupakan beberapa tips dan trik untuk membuat brosur yang menarik. Brosur untuk perumahan memang sebaiknya dibuat semenarik mungkin karena menjadi salah satu media marketing yang terbukti efektif.

Hal ini sedikit berbeda dengan marketing untuk sektor lain. Dimana mungkin pemasaran secara online atau digital marketing lebih efektif. Untuk perumahan, brosur masih menjadi salah satu media paling efektif.

5 tips dan trik membuat brosur perumahan menarik

1. Kenali pangsa pasar untuk perumahan

Seperti juga jenis marketing lain, mengenali pangsa pasar merupakan bagian terpenting. Begitu juga saat membuat brosur untuk perumahan.

Kenali dulu pangsa pasar di perumahan tersebut. Untuk siapa perumahan tersebut akan paling menarik, misalnya.

Mengetahui dan mengenali pangsa pasar bukan hanya penting dari segi marketing saja. Melainkan akan sangat berpengaruh saat membuat brosur untuk perumahan itu sendiri. Brosur yang sesuai dengan pangsa pasar yang dituju sudah pasti akan lebih menarik perhatian.

Contohnya saja, bila pangsa pasar untuk konsumen perumahan merupakan keluarga muda. Maka brosur sebaiknya menggunakan apa saja keunggulan lingkungan perumahan, sampai tata letak, serta desain rumah untuk para keluarga muda.

Tidak itu saja, desain dari brosur itu sendiri juga bisa dikaitkan dengan pangsa pasar. Misalnya terdapat foto keluarga muda yang bertempat tinggal di perumahan tersebut.

2. Informasi detail dan menyeluruh

informasi brosur perumahan

Brosur diharapkan bukan hanya memberikan gambaran rumah serta hunian di perumahan tersebut. Melainkan juga informasi mendetail serta menyeluruh. Mulai dari ukuran, material yang digunakan, tipe-tipe rumah yang ada, sampai bila perlu menjelaskan tentang lingkungan serta fasilitas yang ada di perumahan.

Informasi detail dan menyeluruh ini sangat penting untuk ada di dalam brosur. Alasannya, seseorang yang membaca dan secara cermat mempelajari brosur sudah memiliki keinginan atau pun rencana untuk memiliki rumah.

Sehingga seluruh informasi yang diberikan pada brosur mengenai perumahan, diharapkan akan menarik konsumen potensial ini untuk membeli salah satu hunian.

Pemberian informasi detail dan menyeluruh juga seharusnya dibuat sedemikian rupa agar tetap singkat. Para konsumen potensial mungkin tak selalu memiliki waktu untuk membaca brosur panjang dengan isi bertele-tele.

Informasi yang disertakan di dalam brosur perumahan harusnya singkat, padat, menyeluruh, serta mendetail. Lebih bagus lagi bila informasi yang disertakan merupakan poin-poin positif dari fitur hunian di perumahan.

Baca juga: 10 Rumah Subsidi di Jakarta dan Sekitarnya Mulai Rp145 Jutaan

3. Penggunaan foto

 

Menggunakan foto sudah pasti menjadi salah satu bagian tersendiri dari brosur. Rasanya tak akan lengkap brosur untuk perumahan tanpa adanya sederet foto-foto apik.

Baik itu menunjukan gambar depan rumah, bagian di dalam, sampai juga segala fasilitas yang ada di lingkungan perumahan itu sendiri.

Meski sudah pasti ada, banyak brosur untuk perumahan yang justru menggunakan foto kurang menarik. Foto yang digunakan biasanya hanya berupa denah atau gambar desain dari rumah yang ada di perumahan.

Sering kali brosur hanya menunjukan gambar ilustrasi rumah saja. Jenis brosur seperti ini yang sayangnya akan kurang menarik perhatian para konsumen potensial.

Seperti juga saat menawarkan barang dagangan lain, konsumen akan lebih mudah tertarik bila gambar yang disajikan “menggoda.” Brosur untuk perumahan juga sama.

Bila pangsa pasar untuk keluarga muda, misalnya. Foto pada brosur bukan hanya menunjukan gambaran rumah dengan desain modern dan nyaman. Melainkan lingkungan di sekitar perumahan yang ramah untuk anak-anak.

4. Pemilihan warna

desain brosur perumahan

Pemilihan warna akan sangat penting dalam menghadirkan tema brosur untuk perumahan secara keseluruhan. Sebelum membuat brosur memang lebih baik ditentukan lebih dulu tema yang akan digunakan.

Setelah itu baru memilih kombinasi warna apa saja. Akan lebih baik bila tema dan warna brosur sejalan dengan konsep dari perumahan itu sendiri.

Contohnya saja, perumahan dengan konsep hijau dan dekat dengan sungai, atau memiliki danau buatan. Konsep tersebut bisa dijadikan tema dan menggunakan perpaduan warna antara hijau dan biru.

Begitu juga bila perumahan memiliki konsep artistik dan modern. Maka brosur juga bisa menggunakan tema yang sama, dengan warna-warna netral misalnya.

Baca juga: 15 Rekomendasi Rumah Subsidi di Bekasi Mulai dari Rp120 Jutaan

5. Bentuk brosur

Saat ini brosur memang bukan hanya sekedar berupa pamflet fisik yang dibagikan. Di era digital seperti saat ini, brosur dalam bentuk elektronik juga wajib menjadi pertimbangan.

Jangan ragu untuk mengaplikasikan brosur dengan marketing secara digital. Entah itu dengan membuat brosur dalam bentuk website, sampai akun media sosial tersendiri yang berfungsi layaknya sebuah brosur. Kreativitas merupakan kunci penting dalam marketing, bukan?

Setelah 5 tips dan trik untuk membuat brosur perumahan menarik di atas, diharapkan siap mulai menjaring konsumen potensial ya. Brosur yang menarik dan sesuai pangsa pasar akan membantu meningkatkan daya tarik untuk para konsumen pula.

Artikel Lainnya