Seberapa Sering Kita Harus Mengepel Lantai? Ini yang Benar!

by

|

|

, ,
seberapa sering mengepel lantai

Seberapa sering mengepel lantai — Menjaga kebersihan lantai merupakan bagian penting dari rutinitas rumah tangga yang sering kali diabaikan. Tidak sedikit orang yang bertanya-tanya, seberapa sering mengepel lantai agar rumah tetap bersih namun tidak terlalu merepotkan? Kebiasaan ini memang terlihat sederhana, tapi sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kesehatan seluruh penghuni rumah.

Mengepel lantai bukan hanya soal menghilangkan noda atau debu yang tampak, tetapi juga bagian dari menjaga lingkungan tetap higienis. Kotoran yang menempel bisa menjadi sumber kuman dan alergen, apalagi jika ada anak kecil yang sering bermain di lantai. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui frekuensi yang tepat dan tanda-tanda kapan lantai perlu segera dipel.

Beda Ruangan, Beda Pula Frekuensi Mengepel Lantainya

seberapa sering mengepel lantai
(Sumber: freepik)

Mengepel lantai memang salah satu pekerjaan rumah yang cukup berat. Akan tetapi, kabar baiknya adalah tidak semua ruangan butuh terlalu sering dipel. Beberapa faktor yang mempengaruhi frekuensi mengepel lantai antara lain adalah sebagai berikut:

Volume Lalu Lalang di Dalam Rumah

Semakin banyak aktivitas yang terjadi di dalam rumah, terutama jika anggota keluarga sering keluar masuk, maka frekuensi mengepel juga harus lebih sering. Area seperti pintu masuk, dapur, dan ruang keluarga biasanya memerlukan perhatian ekstra. Jika aktivitas cukup tinggi, disarankan untuk mengepel setidaknya dua kali dalam seminggu.

Jenis Permukaan Lantai

Setiap jenis lantai memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda. Lantai keramik cenderung mudah dibersihkan dan tahan air, sedangkan lantai kayu harus dipel dengan teknik yang lebih hati-hati. Jika Anda memiliki lantai dengan permukaan bertekstur, kotoran lebih mudah menempel sehingga perlu dibersihkan lebih rutin.

Gaya Hidup dan Kebiasaan Penghuni

Rumah dengan anak-anak kecil atau hewan peliharaan membutuhkan perawatan lebih intensif. Tumpahan makanan, jejak kaki, dan bulu hewan bisa menumpuk dan menimbulkan masalah jika tidak segera dibersihkan. Dalam kondisi ini, mengepel setiap dua hari bisa menjadi pilihan yang tepat.

Baca juga: Mudah! Cara Membersihkan Lantai Dapur Berminyak dan Lengket

Seberapa Sering Harus Mengepel Lantai? Ini Jawabannya!


(Sumber: freepik)

Seberapa sering mengepel lantai tergantung dengan aktivitas dan kegiatan masing-masing keluarga di rumah. Semakin cepat kotor, maka lantai harus semakin sering dipel juga. 

Mengepel Satu hingga Dua Kali Seminggu

Untuk rumah dengan aktivitas harian yang tergolong ringan, mengepel satu hingga dua kali seminggu sudah cukup untuk menjaga kebersihan dasar lantai. Metode ini cocok diterapkan pada rumah yang tidak terlalu sering menerima tamu atau dihuni oleh sedikit orang dewasa.

Namun, pastikan Anda tetap memperhatikan area yang berpotensi cepat kotor seperti dapur atau area masuk rumah. Jika terlihat noda atau lantai terasa lengket, jangan ragu untuk mengepel lebih sering walaupun belum masuk jadwal mingguan.

Mengepel Tiga hingga Empat Kali Seminggu

Jika rumah Anda dihuni oleh banyak orang, memiliki anak-anak aktif, atau memelihara hewan peliharaan, maka frekuensi mengepel perlu ditingkatkan. Mengepel tiga hingga empat kali seminggu bisa membantu menjaga lantai tetap higienis dari kotoran, bulu, atau sisa makanan.

Frekuensi ini juga cocok diterapkan di rumah yang berlokasi di daerah berdebu atau dekat jalan raya. Lingkungan luar yang kotor akan lebih mudah terbawa ke dalam rumah, sehingga lantai memerlukan perawatan lebih sering agar tetap bersih dan nyaman.

Mengepel Setelah Terjadi Tumpahan

Selain jadwal rutin, ada kalanya lantai perlu segera dipel di luar jadwal, yaitu ketika terjadi tumpahan cairan, makanan, atau noda tertentu. Membersihkan segera akan mencegah noda menempel lebih lama dan menghindari bau tak sedap.

Tumpahan juga bisa menyebabkan lantai menjadi licin dan berisiko menyebabkan kecelakaan, terutama bagi anak-anak atau lansia. Jadi, meskipun bukan hari untuk mengepel, selalu sediakan alat pel di tempat yang mudah dijangkau agar bisa langsung digunakan saat dibutuhkan.

Menyapu Dua Kali Sehari

Tidak seperti mengepel lantai, menyapu lantai sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu di pagi dan sore hari. Aktivitas ini penting untuk mengangkat debu, remah makanan, atau kotoran kecil lainnya yang mudah menumpuk. Dengan menyapu secara rutin, Anda akan meminimalkan kemungkinan lantai menjadi lengket atau tampak kusam.

Kebiasaan menyapu rutin juga membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah. Debu yang beterbangan bisa menimbulkan gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan penghuni rumah yang memiliki alergi. Selain itu, lantai yang bersih akan membuat rumah terasa lebih nyaman dan menyenangkan.

Anda mungkin juga suka: 11 Tips agar Tidak Malas Membersihkan Rumah, Efektif Loh!

Tanda-tanda Lantai Sudah Harus Dipel

seberapa sering mengepel lantai
(Sumber: freepik)

Permukaan Terasa Lengket atau Kusam

Lantai yang terasa lengket saat diinjak atau tampak kusam meskipun sudah disapu merupakan tanda bahwa permukaan tersebut perlu segera dibersihkan. Sisa minyak, debu, atau keringat dari telapak kaki bisa menyebabkan tekstur lantai menjadi tidak nyaman.

Mengepel area ini akan membantu mengangkat residu dan mengembalikan kesegaran permukaan lantai. Jika dibiarkan terlalu lama, lantai tidak hanya akan tampak kotor tetapi juga bisa menimbulkan bau tidak sedap.

Terdapat Noda Membandel

Noda dari makanan, minuman, atau jejak kaki yang sudah mengering adalah tanda kuat bahwa lantai harus segera dipel. Noda seperti ini tidak akan hilang hanya dengan disapu dan bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Semakin lama noda menempel, semakin sulit untuk dibersihkan. Oleh karena itu, segera lakukan pembersihan menyeluruh menggunakan cairan pembersih yang sesuai agar lantai kembali bersih dan aman.

Muncul Bau Tidak Sedap

Jika Anda mencium bau aneh dari suatu area di rumah, terutama dari dapur atau dekat tempat sampah, bisa jadi itu berasal dari lantai yang kotor. Sisa makanan, cairan yang tumpah, atau kotoran hewan peliharaan bisa menyebabkan aroma tidak sedap.

Mengepel lantai di area tersebut dapat membantu menghilangkan bau sekaligus membersihkan kuman penyebabnya. Gunakan campuran air hangat dan cuka atau cairan pembersih yang memiliki aroma menyegarkan untuk hasil maksimal.

Banyak Debu Meskipun Sudah Disapu

Jika Anda merasa lantai tetap berdebu atau tidak nyaman meskipun sudah disapu, kemungkinan ada debu halus atau partikel yang menempel dan hanya bisa dibersihkan dengan mengepel. Ini biasanya terjadi pada lantai keramik atau lantai dengan pori-pori kecil.

Mengepel dengan kain lembab akan mengangkat debu dan membuat permukaan lantai terasa lebih bersih dan halus. Hal ini penting dilakukan terutama jika ada bayi atau anak kecil yang sering bermain di lantai.

Temukan Juga Hunian Sehat yang Modern dan Berkualitas dengan Sewa Apartemen Melalui Jendela360!

Selain dengan rutin membersihkan rumah, hunian yang baik untuk keluarga Anda juga dapat dirasakan dengan tinggal di tempat yang sehat, modern, dan berkualitas seperti dengan sewa apartemen melalui Jendela360.

Jendela360 adalah situs sewa apartemen yang telah terpercaya dengan puluhan ribu unit apartemen di berbagai kota-kota besar di Indonesia. Kualitas setiap unitnya terjamin karena telah melalui proses verifikasi.

Jendela360 memiliki fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang memungkinkan Anda untuk apartemen secara lebih detail tanpa harus beranjak dari tempat duduk Anda.

Seluruh transaksi Anda dengan Jendela360 juga terjamin aman tanpa adanya hidden fees karena dilakukan secara transparan.

Kunjungi website Jendela360 atau hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut!

Artikel Lainnya