Sebutan Jakarta sebagai “Kota Metropolitan dan Gudang Ekonomi” sangat akrab didengar oleh masyarakat Indonesia, terutama bagi warga asli dan pendatang. Rata-rata UMR per 1 Januari 2019 sekarang adalah sekitar Rp 3.900.000, berarti meningkat 8% dibandingkan rata-rata pada tahun 2018.

Oleh sebab itu, Jakarta selalu mendapatkan predikat dari berbagai kalangan sebagai kota termahal di dunia, bersanding dengan kota global lainnya seperti Sydney, New York, London, Tokyo, Paris, Singapura dan Seoul.

Ungkapan umum di atas juga diikuti beberapa pola hidup Jakarta yang terbilang sangat glamor. Hampir seluruh biaya yang dibutuhkan sangat tinggi sehingga memaksakan masyarakat meminimalisir pengeluaran. Tetapi, sebelum lebih lanjut, coba kita telaah dulu, yuk! apa yang menyebabkan kota Jakarta ini digandrungi sebagai kota termahal!

Jakarta Sudah Menjadi Pusat Ekonomi Di Tahun 1970-an

Tidak heran mengapa zaman dahulu orang-orang sering melabelkan Jakarta sebagai “Kota Metropolitan” dan “Ibu Kota Lebih Keras Dari Ibu Tiri”, tahun 70-an merupakan urbanisasi besar-besaran lantaran pembangunan baik secara ekonomi maupun sumber daya terpusat pada kota ini.

Dan juga, fenomena diskotik di Jakarta serta pusat perbelanjaan yang  menawarkan beberapa produk mewah membuat masyarakat luar kota ingin berbondong-bondong menuju ke sana. Dikarenakan membeludak nya urbanisasi saat itu, para investor melihat prospek bisnis yang menjanjikan, baik itu bergerak di bidang korporat maupun kuliner.

Sehingga, pergerakan ekonomi di sekitar Jakarta selalu meningkat setiap tahun. Tentunya, ini mempunyai pengaruh kepada masyarakat luas, yaitu harga barang yang juga semakin naik.

Tahun 2015, Jakarta sudah menjadi kota ekonomi

Hal ini disebabkan oleh fenomena pasar bebas, pergerakan bisnis semakin diperluas sehingga menciptakan pertumbuhan ekonomi kreatif. Tentunya, ini juga membuka peluang pekerjaan semakin besar, baik kaum perantau maupun ekspatriat.

Pengaruhnya tidak hanya soal ketenagakerjaan, melainkan juga berperan dalam peningkatan harga bahan pokok. Pertama, dengan kedatangan ekspatriat, tentunya restoran internasional ingin membuka gerai yang dipatok sesuai standar negara asal. Kedua, penggenjotan infrastruktur di Indonesia juga mempengaruhi grafik finansial, terlebih pasca diresmikannya MRT dan LRT.

Dengan demikian, tidak mengherankan mengapa kota ini menjadi sangat maju baik dari segi perekonomian maupun infrastruktur sehingga mendapatkan predikat kota dengan revenue termahal. Karena itulah, sangat umum bila ongkos hidup menjadi tinggi.

Nah, bagi yang sudah tinggal di Jakarta atau ingin merantau ke sana, penulis ingin memberikan cara menghemat di Jakarta. Yuk, mari!

Baca juga: Selamat Tinggal Pemborosan! Ini Cara-Cara Mengatur Keuangan Anda Dengan Cermat

1. Catat Pengeluaran Pribadi

cara menghemat di jakarta

Kalau sudah gajian, atau tanggal muda bagi mahasiswa, terkadang sering kalap saat membeli peralatan. Nah, supaya tidak terjadi hal seperti itu, usahakan simpan struk belanja dan lakukan pembukuan. Ini dilakukan agar bisa mengukur nominal uang yang digunakan dan dikeluarkan!

2. Sering-sering gunakan transportasi umum

transportasi publik untuk menghemat di jakarta

Jika hendak pergi ke kantor atau kampus, coba beralih ke transportasi umum. Selain mengirit tabungan, kamu juga berperan untuk mengurangi polusi udara. Sekarang, kendaraan publik sudah terintegrasi dengan nyaman, seperti MRT, KRL, Ojek Online, dan Busway.

3. Cari makanan pinggir jalan

makan pinggir jalan

Penulis pernah membuat artikel mengenai kuliner legendaris dan makanan 24 jam, di situ banyak sekali ragam pilihan makanan yang enak serta ramah di kantong. Bukan berarti tidak boleh makan mewah, seperti yang disebutkan bahwa hidup di Jakarta sangat mahal! Sehingga harus memerlukan namanya biaya.

Makanan di pinggir jalan hanya menghabiskan paling tidak 10 ribu kalau paling mahal sekitar 30 ribuan saja. Lumayan menghemat lebih banyak uang, kan?

4. Kalau dekat dengan tempat tinggal, tinggal jalan kaki saja!

Pejalan Kaki

Ini merupakan poin plus ketika tempat tinggal hanya beberapa jarak saja dari kampus atau kantor. Bila tempat tinggal kamu berdekatan, idealnya cukup jalan kaki saja. Tidak hanya mengeluarkan biaya banyak, namun juga sekaligus berolahraga dan membakar lemak juga, lho!

 

5. Bawa Bekal

bawa bekal untuk menghemat kebutuhan di jakarta

Mengingat kebutuhan hidup di Jakarta yang mahal sehingga harus menghemat, coba sekali-kali masak bekal untuk diri sendiri.Tidak usah yang terlalu rumit, cukup nasi goreng saja sudah cukup. Dengan membawa bekal, kamu juga tidak mudah jajan sembarangan!

 

6. Beli Barang Saat Diskon (%)

diskon harga

Jika ada diskon besar-besaran, jangan lewatkan segera manfaatkan! Selain mendapatkan barang idaman, simpanan ATM akan selalu terjaga karena tidak mengeluarkan uang banyak!

 

7. Belanja di tempat murah

toko kain

Meskipun berbelanja di tempat murah, setidaknya belilah yang berkualitas dan tokonya sudah terakreditasi terhadap produk diciptanya. Umumnya, pusat perbelanjaan yang menjual barang ekonomis bisa ditemukan di ITC Mangga Dua, Harco Glodok, dan Pasaraya Blok M

 

8. Kalau Ada Acara Teman Kantor, Boleh Ikut!

pesta ulang tahun

Seringkali jika ada acara ulang tahun atau pernikahan dari kolega kantor, banyak undangan disebarkan untuk datang. Nah, ini kesempatan emas! alangkah baiknya langsung konfirmasi kedatangan kamu ke acaranya. Biasanya ada makan gratis! Jadi, tidak usah repot-repot keluar uang buat cari makan. Ditambah, kamu sekaligus menghargai momen mereka, lho!

9. Jangan sering hangout!

berkata tidak

Ada kalanya juga dibutuhkan namanya me time, sekali-kali belajar menolak bila diajak pergi. Jangan paksakan diri kalau tabungan sedang menipis, itu bakalan buat rugi diri sendiri!

Me time bisa kamu siasati dengan menonton Netflix, olahraga, membersihkan kamar, atau mungkin tidur sampai pulas!

10. Cari Tempat Hiburan Gratis

hiburan gratis untuk menghemat gaya hidup di jakarta

Umumnya seperti taman hijau, keliling kota, dan gelanggang olahraga. Selain bisa menjadi alternatif cara mengemat di Jakarta, kamu juga tidak sumpek berada di kamar terus-menerus!

 

11. Cari Tempat Tinggal Yang Dekat dengan Tempat Kantor/Kampus

apartemen

Saat ini, Jakarta merupakan kota yang diincar-incar perantau. Umumnya, kos-kosan adalah tempat tinggal termurah yang dicari berbagai kalangan

Namun, dikarenakan banyaknya ekspatriat berdatangan, pihak pengembang memutuskan untuk fokus ke pembangunan apartemen. Ditambah, kos-kosan yang terkadang sering kehabisan kamar. Nah, perlu diketahui juga, apartemen juga memiliki kriteria kelas menengah.

Pilihlah hunian kelas menengah dengan single bedroom atau studio, karena kriteria tersebut sangat ekonomis. Hunian kelas menengah yang ingin didapatkan bisa dicari lewat situs perantara sewa-menyewa apartemen, yaitu Jendela360.com.

Baca juga: 8 Tips Menghemat Saat Tinggal di Apartemen

12. Kalau ingin beli stok makanan, beralih ke pasar tradisional

pasar-tradisional

Karena bahan pokok yang dijual langsung dari pertanian. Tidak hanya itu, kamu juga bisa melakukan tawar-menawar harga terhadap pihak produsen dibandingkan pasar swalayan. Selain itu, kamu sekaligus menelusuri tempat-tempat unik, lho!

13. Ikut Komunitas

komunitas lingkungan

Untuk terhindar dari pemborosan, kamu bisa luangkan waktu untuk bergabung ke komunitas. Di Jakarta, kamu akan banyak menemukan paguyuban-paguyuban seperti paguyuban daerah, paguyuban keagamaan, dan paguyuban olahraga.

Prinsip dari paguyuban sendiri adalah “gotong royong”. Ketika sedang ada masalah kehidupan, umumnya mereka akan membantu kamu. Selain itu, kehadiran komunitas juga bisa membantu kamu untuk beradaptasi di Ibu Kota lebih cepat!

Selalu banyak cara menghemat di Jakarta. Dari tips di atas, diharapkan kamu bisa mengerti cara mengatur uang agar tidak boros dan bisa menggunakan tabungan untuk keperluan lain. Nah, dengan demikian, ucapkan selamat tinggal kepada pemborosan!