Terrarium merupakan kumpulan tanaman hias berukuran kecil yang tumbuh di lingkungan tertutup. Wadah terrarium biasanya transparan dan memiliki bukaan cukup besar agar pembuatnya bisa mengakses tanaman di dalamnya.

Dengan membuat terrarium sendiri, Anda bisa ciptakan tampilan yang unik dan beda dari yang lain.

Tanaman yang tepat untuk terrarium

Ketika memilih tanaman untuk terrarium, ada beberapa hal yang perlu Anda ingat:

  • Pilih tanaman yang ukurannya cukup kecil untuk wadah kaca Anda. Jangan sampai bagian tanaman menyentuh wadah kaca dan membuat terrarium Anda terkesan sesak.
  • Tanaman yang bisa tumbuh dalam kelembaban paling mungkin bertahan di terrarium. Meski tanaman kaktus tidak suka lembab, Anda bisa gunakan wadah kaca dengan bukaan  kecil.

 

Baca juga: Mau Buat Taman Gantung di Apartemen? Ini Dia Tipsnya

Sebelum mulai membuat terrarium

Baik Anda memilih terrarium terbuka atau tertutup, ingat, semua tanaman yang Anda pilih harus punya kebutuhan lingkungan yang sama. Bila Anda ingin menanam tanaman yang senang sinar matahari, wadah terbuka sangat tepat.

Tanaman yang tumbuh di kelembaban tingkat tinggi harus ditempatkan di wadah tertutup. Pastikan Anda memilih tanah yang tepat untuk tanaman yang Anda pilih, dan juga pastikan memilih tanaman yang pertumbuhannya lambat untuk menghindari kesan sesak.

Photo credit: Google

Wadah plastik atau wadah kaca?

Ketika memilih wadah untuk terrarium, plastik dan kaca jadi pilihan yang paling populer. Meski kaca lebih murah dan mudah ditemukan, wadah plastik lebih ringan. Tapi plastik rentan tergores dan berubah  warna. Sedangkan kaca terbatas pada bentuk dan ukurannya.

Kreatif menggunakan wadah untuk terrarium

Ada banyak pilihan bila Anda ingin membuat terrarium sendiri, tapi harganya bisa mahal. Anda bisa manfaatkan teko kaca, vas bunga, atau bahkan toples bekas selai.

Pasir dan arang untuk pengeringan

Terrarium Anda membutuhkan lapisan pasir dan arang untuk membantu proses pengeringan agar tanaman tidak busuk. Untuk terrarium berukuran sedang, lapisan pasir/arang setebal 1 inci sudah cukup.

Baca juga: 10 Tanaman Hias Yang Cocok Ditanam di Apartemen

Bahan-bahan yang dibutuhkan

Untuk membuat terrarium sendiri, beberapa bahan berikut perlu Anda siapkan:

  • Wadah kaca yang bersih dengan bukaan cukup besar untuk menempatkan tanaman di dalamnya
  • Batu-batu kecil
  • Arang
  • Pasir
  • Tanah
  • Tanaman
  • Aksesoris landscape
  • Corong (opsional)
  • Sumpit

Cara membuat terrarium

Setelah memilih tanaman yang tepat, waktunya memulai. Ikuti langkah berikut untuk menciptakan terrarium sendiri.

  • Lapisi bagian bawah wadah kaca dengan 1,5 inci batu-batuan kecil. Lapisan bawah dari batu-batu kecil ini akan berfungsi sebagai pengeringan untuk terrarium Anda.
  • Tambahkan lapisan tipis arang aktif. Arang aktif akan melawan pertumbuhan bakteri di terrarium Anda.
  • Tuangkan tanah. Anda perlu tambahkan tanah cukup banyak agar bisa menutupi akar tanaman. Sebaiknya lapisan tanah mencapai 2,5 inci.
  • Masukkan tanaman. Mulai dengan menanam tanaman dengan ukuran paling besar. Pindahkan tanaman dari pot dan pangkas akarnya seperti ketika Anda memindahkan tanaman ke pot lain. Lalu buat lubang cukup besar di tanah agar pas dengan akar tanaman. Masukkan tanaman ke lubangnya. Tidak ada aturan yang mengikat dalam mendesain terrarium. Anda bisa bereksperimen dalam penataannya.

Gunakan sarung tangan ketika memegang kaktus atau tanaman berduri lain. Setelah semua tanaman tertata di wadah kaca, lengkapi tampilannya dengan lapisan batu-batu kecil. Anda bisa juga menambah kesan personal pada terrarium dengan miniatur dekoratif.

Photo credit: Google

Setelah terrarium lengkap, Anda perlu merawatnya dengan baik. Sinar matahari dan air jadi dua elemen penting dalam merawat terrarium.

  • Pastikan menyiram tiap dua minggu atau ketika tanah terlihat kering.
  • Anda perlu letakkan terrarium di area yang menerima sinar matahari tidak langsung.

Kesalahan dalam merawat terrarium

Terrarium sangat mudah perawatannya. Tapi ada beberapa kesalahan yang perlu Anda hindari:

Terlalu banyak sinar matahari

Wadah kaca bisa membuat tanaman terbakar. Suhu di dalam wadah kaca bisa sangat panas dan sebelum Anda sadari, terrarium sudah seperti sauna. Kebanyakan tanaman tidak bisa menerima panas ini, jadi pastikan terrarium jauh dari sinar matahari langsung.

Sinar matahari terlalu sedikit

Kebanyakan tanaman membutuhkan sinar matahari untuk bertahan hidup. Meski ada tanaman yang bertahan hidup dengan sedikit sinar matahari, tidak ada yang sama sekali tidak butuh sinar matahari. Penempatan di dekat jendela jadi langkah yang tepat, agar tanaman mendapat sinar matahari yang cukup.

Tidak memangkas tanaman

Awasi tanaman terrarium Anda dan ketika terlihat tidak rapi, segera pangkas. Agar tanaman tetap berukuran kecil, Anda bisa pangkas akarnya. Jangan sampai tanaman menyentuh kaca.

Dibiarkan layu

Bila tanaman terlihat tidak tumbuh dengan baik di terrarium, segera keluarkan atau buang daun yang kering dan mati. Bila tanaman sakit, segera keluarkan karena bisa menginfeksi tanaman lain. Bila satu tanaman terlihat jelek, bisa merusak tampilan seluruh terrarium, jadi keluarkan juga.

Cukup gali tanaman dengan sendok panjang atau alat lain, hati-hati jangan sampai merusak akar tanaman lain. Ganti tanaman dengan ukuran serupa, pastikan akarnya tertutup tanah, jangan sampai terbentuk kantung udara.

Wadah kaca yang kotor

Sesekali Anda perlu membersihkan kaca terrarium baik bagian dalam maupun luarnya. Anda bisa gunakan koran atau lap lembab. Jangan gunakan produk pembersih yang keras pada bagian dalam terrarium karena bisa membahayakan tanaman Anda.

Menyiram terlalu sering

Tanpa Anda sadari Anda bisa berlebihan menyiram terrarium. Satu cara mencegahnya adalah menggunakan botol semprot, bukan air yang dituang. Lebih mudah menyiram sedikit air bila Anda menggunakan botol semprot. Bila Anda kelebihan menyiram, coba serap air berlebih dengan handuk.

Pupuk berlebihan

Kebanyakan terrarium tidak perlu pupuk sama sekali. Karena Anda ingin tanaman tetap kecil, Anda tidak perlu memberi penyubur, yang akan menyebabkan pertumbuhan baru dan tanaman dengan cepat tumbuh memenuhi wadahnya.

Memilih tanaman yang salah

Meski tanaman apapun bisa digunakan pada terrarium, penting untuk memilih tanaman yang bisa bertahan di jenis terrarium yang Anda buat. Bila Anda membuat terrarium tertutup, pilih tanaman yang suka kelembaban. Juga pastikan memilih tanaman berdasarkan jumlah cahaya matahari yang dibutuhkan. Tanaman yang membutuhkan sinar matahari sedikit atau sedang biasanya pilihan tepat.

Menanam sukulen di terrarium tertutup

Sukulen biasanya bertahan hidup bila mendapat sinar matahari di kelembaban rendah. Bila Anda meletakkannya di terrarium tertutup, biasanya lingkungan jadi terlalu lembab sehingga sukulen tidak bisa bertahan hidup. Anda bisa mengatasinya dengan membuat terrarium tanpa tutup di atasnya. Meski kaca berukuran besar bisa terlalu lembab, Anda perlu pastikan udara bisa bersirkulasi di sekitar sukulen Anda.

Lebih jelasnya Anda bisa menonton video singkat dibawah ini tentang membuat terrarium dari bahan-bahan yang mudah ditemukan. Selamat mencoba!