Last Updated on

Berkebun atau bercocok-tanam tidak lagi hanya bisa dilakukan di area yang luas, aktivitas ini juga bisa dilakukan di apartemen Anda. Lagipula, caranya tidak rumit. Bagi pemula, berikut ini beberapa tips untuk memulai urban farming di apartemen.

Ada bebarapa hal penting yang perlu Anda perhatikan untuk membuat urban farming di apartemen:

Lokasi yang tepat

urban farming

Photo credit: recycling.moonfruit.com

Area balkon bisa jadi pilihan pertama Anda. Area ini menerima banyak cahaya matahari dan sifatnya terbuka. Satu keuntungan lain, ceceran tanah akan jauh dari area dalam apartemen. Anda bisa meletakkan tanaman di kedua sisi dengan bagian kosong di tengah sebagai akses jalan.

Selain balkon, dinding menyediakan banyak area untuk vertical gardening. Nantinya wadah tanaman bisa disusun menempel pada dinding.

Baca artikel lainnya tentang tips membersihkan kamar mandi dalam 15 menit.

Metode urban farming yang digunakan

urban farming

Photo credit: i.pinimg.com

Ada beberapa pilhan metode urban farming:

  • Vertical farming. Cara terbaik untuk memanfaatkan ruang yang tersedia di apartemen adalah menggunakan metode vertical farming. Cara ini membantu menurunkan suhu pada gedung selain juga jadi bagian dari karya seni. Vertical farming bisa dipasang di balkon, tembok luar gedung, atau area dalam apartemen.
  • Pot gardening. Metode ini sangat sering jadi pilihan. Wadah pot yang digunakan bisa dengan mudah dipindahkan dan bisa disesuaikan dengan balkon. Yang perlu diperhatikan, pastikan wadah tanaman memungkinkan aliran air.
  • Square footing garden. Urban farming ini cocok untuk teras atau balkon. Bila Anda ingin menanam tanaman di area sempit, square footing garden jadi pilihan terbaik.

Sinar matahari

urban farming

Photo credit: housing.com

Kebutuhan penting untuk semua tanaman agar bisa tumbuh adalah sinar matahari yang cukup. Biasanya tanaman membutuhkan setidaknya 6 jam sinar matahari dalam sehari agar tumbuh dengan baik. Tapi di apartemen biasanya terkendala oleh bagian atap yang menahan sinar mahatari.

Coba amati jumlah sinar matahari yang diterima apartemen Anda. Ini penting untuk memahami pola sinar matahari di hunian Anda.

Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi area mana yang sesuai untuk urban farming Anda. Ini bisa ditentukan berdasarkan jumlah maksimal sinar matahari yang diterima.

Tanaman yang ditanam

urban farming

Photo credit: verticalfarmingathomes.com

Pilih tanaman yang Anda dan keluarga sering konsumsi. Akan sia-sia jika Anda menanam tanaman yang tidak Anda sukai. Dengan menanam sayuran yang Anda suka, Anda akan mendapat dua keuntungan, yakni melakukan hobi bercocok tanam sekaligus menikmati hasilnya.

Bila untuk tujuan komersil, akan lebih baik memilih tanaman yang menghasilkan pemasukan ketika Anda menjulanya.

Kondisi cuaca juga jadi pertimbangan penting ketika Anda berencana membuat urban farming. Herbal, sayuran, dan bunga tertentu hanya tumbuh di suhu tertentu. Karenanya musim jadi hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai urban farming.

 

Ingin tinggal di hunian yang hijau, nyaman, serta asri di Jakarta? Jendela360 bisa bantu Anda untuk temukan apartemen yang cocok untuk Anda dengan cepat dan mudah.