Begini Cara Mengetahui Rumah Rawan Banjir Biar Gak Kejebak

by

|

|

, ,
cara mengetahui rumah rawan banjir

Cara mengetahui rumah rawan banjir — Membeli rumah merupakan keputusan besar yang tidak hanya menyangkut faktor harga dan lokasi strategis, tetapi juga keamanan dari risiko bencana seperti banjir.

Sayangnya, banyak orang tergoda oleh tampilan rumah yang menarik tanpa mengetahui apakah rumah tersebut berada di daerah rawan banjir atau bahkan pernah terkena banjir sebelumnya. Padahal, banjir bisa menyebabkan kerusakan besar dan menurunkan nilai properti secara signifikan.

Untuk menghindari penyesalan di kemudian hari, penting bagi Anda memahami cara mengetahui rumah rawan banjir sejak awal. Mengetahui riwayat banjir dan kondisi lingkungan sekitar bisa menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa rumah yang akan Anda beli aman dari ancaman air bah. Apalagi jika Anda berencana tinggal bersama keluarga atau pasangan, kenyamanan dan keamanan hunian harus jadi prioritas utama.

Ciri–Ciri Rumah yang Berisiko Rawan Banjir

cara mengetahui rumah rawan banjir
(Sumber: freepik)

1. Ada Bekas Noda Cokelat atau Garis Air di Dinding

Bekas genangan air yang menempel di dinding atau tembok menjadi salah satu indikator paling jelas bahwa rumah tersebut pernah terkena banjir. Perhatikan bagian bawah dinding luar maupun dalam rumah saat melakukan survei lokasi.

2. Posisi Rumah Lebih Rendah dari Jalan

Rumah yang posisinya lebih rendah dari permukaan jalan rentan tergenang air ketika hujan deras turun. Air akan dengan mudah mengalir ke area yang lebih rendah dan menyebabkan genangan.

3. Berdekatan dengan Sungai, Danau, atau Saluran Air Besar

Lingkungan yang dekat dengan badan air besar sangat rentan terkena banjir kiriman, terutama saat musim hujan tiba. Meski terlihat sejuk dan alami, pastikan Anda mempertimbangkan risikonya.

4. Saluran Air Tersumbat atau Tidak Terawat

Saluran air yang tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan air hujan tidak mengalir lancar, akhirnya menggenangi sekitar rumah. Periksa kondisi drainase lingkungan sekitar saat hujan atau setelah hujan.

5. Minim Area Resapan seperti Sumur Biopori

Rumah yang tidak memiliki area resapan air yang memadai, seperti taman, sumur resapan, atau biopori, akan kesulitan mengelola air hujan. Akibatnya, air lebih mudah tergenang di sekitar rumah.

Baca juga: Gak Usah Panik! Begini Cara Atasi Kulkas yang Terendam Banjir

6. Pengakuan dari Warga Sekitar Pernah Terjadi Banjir

Cara termudah dan cukup akurat adalah dengan bertanya langsung pada warga sekitar atau ketua RT/RW. Mereka biasanya mengetahui apakah rumah atau daerah tersebut pernah kena banjir sebelumnya.

7. Lingkungan Didominasi Permukaan Beton

Minimnya area terbuka dan dominasi beton menyebabkan air hujan tidak bisa meresap ke tanah. Hal ini mempercepat proses genangan—terutama saat sedang hujan deras—sehingga bisa mengakibatkan banjir.

Cara Cek Daerah Rawan Banjir Sebelum Membeli Rumah


(Sumber: freepik)

Memastikan rumah berada di lokasi yang aman dari banjir adalah langkah penting sebelum Anda memutuskan untuk membeli properti. Tidak cukup hanya melihat tampilan rumah yang rapi, Anda juga perlu melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap riwayat dan kondisi lingkungan sekitar. Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mengecek apakah suatu daerah rawan banjir atau tidak.

1. Gunakan Peta Bencana dari Sumber Resmi

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah memanfaatkan peta bencana yang disediakan oleh instansi resmi seperti BNPB, BPBD, atau situs petabencana.id. Situs ini memberikan informasi berbasis data dan laporan warga secara real-time, sehingga Anda bisa melihat titik-titik rawan banjir di wilayah yang Anda incar.

Dengan mengakses peta ini, Anda bisa mengetahui apakah rumah yang akan dibeli berada di zona merah atau area yang sering dilanda banjir. Informasi ini sangat krusial karena menunjukkan kejadian banjir dalam beberapa tahun terakhir. Mengandalkan data ini akan membantu Anda mengambil keputusan yang lebih akurat dan aman.

2. Telusuri Riwayat Banjir Lewat Berita dan Forum Online

Cari tahu apakah kawasan rumah yang Anda minati pernah mengalami banjir dengan mengetik kata kunci seperti “banjir di [nama lokasi]” di mesin pencari. Portal berita lokal maupun nasional sering memberitakan kejadian banjir yang terjadi di berbagai wilayah, termasuk informasi mengenai ketinggian air dan dampaknya terhadap rumah warga.

Selain itu, forum atau komunitas online seperti media sosial, grup Facebook lokal, atau thread diskusi di Reddit juga bisa menjadi sumber informasi tambahan. Banyak warga yang berbagi pengalaman pribadi terkait banjir di daerah mereka, sehingga Anda bisa mendapatkan gambaran yang lebih nyata tentang kondisi lingkungan tersebut.

3. Tanyakan Langsung ke Warga Setempat atau RT/RW

Tidak ada informasi yang lebih akurat daripada keterangan langsung dari warga sekitar atau pengurus RT/RW. Mereka tahu betul kondisi wilayah tempat tinggal mereka, termasuk seberapa sering banjir terjadi, penyebabnya, dan bagaimana penanganannya selama ini.

Anda bisa mengunjungi lokasi rumah dan berdialog dengan beberapa warga untuk menanyakan apakah rumah tersebut pernah kena banjir. Terkadang, informasi semacam ini tidak akan ditemukan di berita atau peta bencana, sehingga komunikasi langsung menjadi metode yang paling transparan.

4. Lakukan Survei Saat atau Setelah Hujan

Cara lain untuk mengetahui apabila rumah yang Anda incar rawan banjir atau tidak adalah dengan melihatnya setelah hujan. Kunjungi lokasi rumah saat hujan turun atau sesaat setelah hujan reda. Langkah ini berguna untuk melihat secara langsung bagaimana sistem drainase lingkungan bekerja dan apakah ada potensi genangan air yang bisa membahayakan.

Dengan melihat kondisi real-time seperti genangan di jalan, air yang mengalir lambat, atau saluran tersumbat, Anda bisa menilai sendiri apakah rumah tersebut berada di area dengan sistem air yang baik atau justru berisiko tinggi terkena banjir lokal.

5. Periksa Ketinggian Rumah terhadap Jalan

Rumah yang posisinya lebih tinggi dari permukaan jalan memiliki risiko banjir yang jauh lebih rendah. Anda bisa mengamati secara langsung atau menggunakan aplikasi ponsel yang bisa mengukur elevasi atau ketinggian lokasi rumah secara digital.

Jika rumah lebih rendah dari jalan, maka kemungkinan air masuk ke dalam rumah saat hujan deras akan lebih besar. Ini adalah indikator penting yang sering diabaikan, padahal sangat berpengaruh terhadap keamanan rumah dari genangan air.

6. Pelajari Tren Curah Hujan Wilayah Tersebut

Setiap daerah memiliki karakteristik curah hujan yang berbeda. Cek data iklim dan cuaca dari BMKG atau sumber terpercaya lainnya untuk mengetahui seberapa sering dan deras hujan turun di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Tanyakan juga pada warga sekitar ketika Anda melakukan kunjungan langsung.

Tren curah hujan yang tinggi secara konsisten bisa menjadi sinyal bahaya bagi area permukiman yang tidak memiliki sistem drainase dan resapan air yang baik. Jika wilayah tersebut sering hujan lebat, maka risiko banjir akan semakin besar, apalagi jika tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai.

7. Konsultasikan dengan Ahli atau Profesional Properti

Jika Anda masih merasa ragu meski telah melakukan berbagai cara untuk mengetahui apakah rumah tersebut rawan banjir, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan dari ahli properti atau konsultan geoteknik. Mereka dapat membantu menganalisis kondisi tanah, ketinggian lokasi, dan sistem drainase sekitar dengan lebih teknis.

Meski ada biaya tambahan, jasa profesional ini sangat berguna untuk menghindari kerugian besar di masa depan. Dengan laporan dan rekomendasi dari ahli, Anda bisa mengambil keputusan membeli rumah dengan lebih tenang dan penuh pertimbangan.

Tips Memilih Rumah yang Bebas dari Banjir

cara mengetahui rumah rawan banjir
(Sumber: freepik)

Memilih rumah yang aman dari banjir merupakan langkah penting untuk menjamin kenyamanan dan keamanan Anda serta keluarga. Bukan hanya soal lokasi yang strategis atau harga yang sesuai anggaran, tetapi Anda juga perlu mempertimbangkan faktor lingkungan dan infrastruktur di sekitar rumah tersebut. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan saat mencari rumah bebas dari risiko banjir.

1. Prioritaskan Lokasi yang Tidak Punya Riwayat Banjir

Sebelum menjatuhkan pilihan, pastikan Anda melakukan riset terhadap lokasi rumah. Hindari kawasan yang dikenal memiliki riwayat banjir meski hanya terjadi satu atau dua kali. Anda bisa mencari informasi dari warga setempat, pengurus RT/RW, atau berita daring yang mengulas kondisi lingkungan tersebut.

Memilih lokasi yang terbukti aman dari banjir dalam beberapa tahun terakhir akan memberikan ketenangan tersendiri. Selain itu, rumah yang berada di area bebas banjir juga cenderung memiliki nilai investasi yang lebih stabil dan tidak mudah menurun akibat bencana.

Anda mungkin juga suka: Kapan Musim Hujan 2025 Berakhir? Perkiraan BMKG & Tips Agar Tetap Sehat

2. Hindari Rumah yang Berada di Dekat Sungai atau Saluran Besar

Rumah yang berada terlalu dekat dengan sungai, danau, atau saluran air besar memiliki risiko tinggi terdampak banjir, terutama saat curah hujan tinggi. Meski terlihat memiliki pemandangan yang indah dan udara yang sejuk, lokasi semacam ini sering kali rentan terhadap luapan air.

Jika Anda tetap tertarik dengan lokasi tersebut, pastikan ada tanggul pengaman atau sistem pengendalian banjir yang baik di sekitarnya. Namun secara umum, memilih rumah yang berjarak aman dari aliran air alami atau buatan adalah langkah paling bijak untuk menghindari risiko jangka panjang.

3. Pilih Rumah dengan Posisi Tanah Lebih Tinggi dari Jalan

Perhatikan ketinggian rumah terhadap jalan atau lingkungan sekitar. Rumah yang dibangun di atas permukaan jalan cenderung lebih aman dari genangan air. Air hujan akan mengalir ke area yang lebih rendah dan tidak mudah masuk ke dalam rumah.

Anda bisa melihat secara kasat mata atau menggunakan aplikasi pengukur elevasi untuk memastikan perbedaan tinggi ini. Posisi yang lebih tinggi sangat membantu dalam mencegah air hujan masuk ke pekarangan atau ruang dalam rumah saat hujan deras turun.

5. Pastikan Lingkungan Memiliki Sistem Drainase yang Baik

Drainase yang baik sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap kering saat hujan. Perhatikan apakah saluran air bersih dari sampah, tidak tersumbat, dan memiliki alur yang jelas menuju pembuangan akhir seperti sungai atau kolam retensi.

Jika saluran air di sekitar rumah terlihat sempit, rusak, atau penuh endapan, itu bisa menjadi indikator bahwa rumah tersebut rentan terkena genangan. Sistem drainase yang terawat menandakan bahwa lingkungan memiliki perhatian terhadap pengelolaan air hujan.

6. Cek Ketersediaan Area Resapan Air di Sekitar Rumah

Rumah yang dikelilingi oleh taman, lahan terbuka hijau, atau sistem resapan seperti sumur biopori memiliki keunggulan dalam mencegah banjir. Area resapan ini membantu air hujan lebih cepat masuk ke dalam tanah dan tidak menggenang di permukaan.

Lingkungan yang terlalu padat bangunan dan tertutup beton umumnya memiliki risiko banjir lebih tinggi karena air tidak punya tempat untuk meresap. Maka dari itu, pilih rumah yang masih memiliki ruang terbuka atau taman untuk mengurangi risiko genangan saat hujan turun.

7. Tinggal di Apartemen

Dibandingkan dengan rumah tapak biasa, tinggal di apartemen memiliki risiko terkena banjir yang jauh lebih kecil. Kalau Anda ingin tinggal di apartemen, Anda bisa sewa melalui Jendela360.

Jendela360 adalah situs sewa apartemen yang telah terpercaya dengan puluhan ribu unit apartemen di berbagai kota-kota besar di Indonesia. Kualitas setiap unitnya terjamin karena telah melalui proses verifikasi.

Jendela360 memiliki fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang memungkinkan Anda untuk apartemen secara lebih detail tanpa harus beranjak dari tempat duduk Anda.

Seluruh transaksi Anda dengan Jendela360 juga terjamin aman tanpa adanya hidden fees karena dilakukan secara transparan.

Kunjungi website Jendela360 atau hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut!

Artikel Lainnya