Pilih Kompor Listrik dan Kompor Gas, Mana yang Lebih Hemat?

by

|

|

, ,
kompor listrik dan kompor gas lebih hemat mana

Perbincangan mengenai lebih hemat mana antara kompor listrik dan kompor gas masih sering menjadi perdebatan. Sejak dahulu, kompor gas elpiji sudah menjadi pilihan rumah tangga di seluruh Indonesia. Akan tetapi, kini kompor listrik pun tidak kalah populer. Dengan harga tabung gas yang kian mahal, kompor listrik semakin banyak dipertimbangkan.

Namun, sebenarnya manakah yang lebih hemat antara kompor listrik dan kompor gas? Simak penjelasannya berikut ini!

Perbedaan Kompor Listrik dan Kompor Gas Berdasarkan Cara Kerjanya

kompor listrik dan kompor gas lebih hemat mana
(Sumber: freepik)

Kompor Gas: Praktis dan Lebih Umum Digunakan

Kompor gas menggunakan gas elpiji sebagai sumber bahan bakarnya. Proses memasak terjadi melalui api terbuka yang memanaskan peralatan masak secara langsung. Jenis kompor ini masih menjadi pilihan utama di banyak rumah karena harganya yang terjangkau dan mudah ditemukan di pasaran.

Namun, efisiensi panas dari kompor gas relatif rendah. Sekitar 50–60% energi dari pembakaran gas hilang ke udara dan tidak terserap sempurna ke peralatan masak. Hal ini membuat penggunaan energi menjadi kurang maksimal, terutama untuk memasak dalam waktu lama.

Kompor Listrik dan Induksi: Modern dan Efisien

Kompor listrik memanfaatkan elemen pemanas (resistansi) yang menghantarkan panas ke panci atau wajan. Sementara itu, kompor induksi menggunakan medan elektromagnetik untuk memanaskan langsung bagian bawah panci yang terbuat dari bahan logam feromagnetik.

Kompor induksi dikenal memiliki efisiensi energi yang jauh lebih tinggi dibanding kompor gas maupun listrik biasa. Permukaannya juga tetap dingin saat digunakan, sehingga lebih aman dan mudah dibersihkan. Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua jenis alat masak kompatibel dengan kompor induksi.

Baca juga: Berapa Kisaran Biaya Listrik di Apartemen? Penghuni Harus Tahu!

Kompor Listrik dan Kompor Gas, Mana yang Lebih Hemat?


(Sumber: freepik)

Kalau berbicara soal efisiensi biaya, ternyata kompor listrik bisa memberikan penghematan sekitar 10–15% dibandingkan dengan kompor gas. Menarik, bukan?

Saat ini, harga LPG 3 kg bersubsidi berada di angka Rp.19.000. Tapi, jika Anda membeli dari pengecer atau sub pangkalan LPG, harganya menjadi Rp.22.000.

Di sisi lain, hasil pengujian dari PLN menunjukkan bahwa memasak menggunakan kompor listrik bisa setara dengan biaya sekitar Rp.4.550, angka yang sedikit lebih rendah dari harga tabung gas LPG 3 kg jika dihitung per kilogram.

Namun, perhitungan ini tentu berubah jika Anda menggunakan LPG non-subsidi.

Berdasarkan data PLN, rata-rata rumah tangga kecil menghabiskan sekitar 11,4 kg LPG setiap bulan. Jika menggunakan LPG non-subsidi, maka biaya yang harus dikeluarkan bisa mencapai Rp.210 ribu per bulan hanya untuk kebutuhan memasak.

Sebagai pembanding, 1 kg LPG memiliki nilai energi setara dengan 7,19 kWh listrik. Jika menggunakan tarif listrik non-subsidi sebesar Rp1.444,7 per kWh, maka konsumsi listrik untuk memasak sebanyak 82 kWh per bulan akan menelan biaya sekitar Rp118 ribu. Artinya, Anda bisa menghemat hingga Rp86 ribu setiap bulan dibandingkan dengan memakai LPG non-subsidi.

Tapi, jangan lupa satu hal penting, yaitu kompor listrik umumnya membutuhkan daya antara 900 hingga 2000 watt. Jadi, kalau daya listrik di rumah Anda masih di bawah 2200 watt, ada kemungkinan Anda perlu melakukan peningkatan daya agar kompor listrik bisa digunakan dengan optimal.

Perbandingan Kompor Listrik dan Kompor Gas

kompor listrik dan kompor gas lebih hemat mana
(Sumber: freepik)

Masih bingung ingin beli kompor listrik atau kompor gas? Perbandingan untuk memilih di antara keduanya memang bukan sebatas biaya saja, masih ada beberapa faktor lain yang perlu untuk menjadi pertimbangan. Simak beberapa perbandingan kompor listrik dan kompor gas berikut untuk memudahkan Anda memilih kompor mana yang paling pas untuk menemani kegiatan memasak Anda di rumah.

Harga Kompor Gas dan Kompor Listrik

Dari segi harga, kompor listrik dan kompor gas satu tungku sebenarnya tidak terpaut terlalu jauh. Keduanya dibanderol di kisaran Rp.100.000 hingga Rp.150.000, tergantung merek yang Anda pilih. Namun, perbedaan biaya baru terasa saat masuk ke tahap instalasi, pemakaian sehari-hari, dan perawatannya.

Kompor listrik dinilai lebih ekonomis dibandingkan kompor gas karena proses pemasangannya lebih sederhana dan tidak memerlukan tabung gas. Selain itu, Anda juga tidak perlu repot mengganti selang maupun regulator secara berkala seperti pada kompor gas sehingga lebih praktis dan hemat dalam jangka panjang.

Perbedaan Instalasi Kompor Listrik dan Kompor Gas

Saat memasang kompor listrik, Anda perlu menambahkan Miniature Circuit Breaker (MCB) khusus pada instalasi listrik di rumah. Tujuannya adalah untuk menjaga penggunaan kompor tetap aman dan menghindari risiko korsleting listrik yang bisa membahayakan.

Sementara itu, kompor gas memang tidak membutuhkan pemasangan MCB. Namun, ada hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu penataan dapur agar sesuai dengan posisi kompor dan tabung gas. Selain itu, Anda juga harus menyiapkan perlengkapan tambahan seperti regulator dan selang gas sebelum bisa mulai digunakan.

Perbandingan Luas Penyimpanannya

Kompor listrik hadir dengan desain yang lebih ringkas, minimalis, dan tampak modern. Karena bentuknya yang tidak memakan banyak ruang, jenis kompor ini sangat cocok untuk dapur berukuran kecil atau ruangan yang terbatas. Selain fungsional, penggunaan kompor listrik juga memberikan kesan dapur yang lebih bersih dan stylish.

Sebaliknya, jika Anda memilih kompor gas, ada hal tambahan yang perlu dipikirkan, yaitu ruang penyimpanan tabung yang digunakan dan tabung cadangan untuk berjaga-jaga saat gas habis. Ini tentu memerlukan area ekstra, sehingga kompor gas cenderung lebih memakan tempat dan membutuhkan penataan dapur yang lebih matang.

Anda mungkin juga suka: 10 Kebiasaan yang Bisa Bikin Boros Listrik dan Tagihan Naik

Perbedaan Ketahanan Panas Kompor Gas dan Kompor Listrik

Salah satu keunggulan kompor listrik adalah kemampuannya mempertahankan panas meskipun sudah dimatikan. Fitur ini memungkinkan makanan tetap hangat tanpa perlu dipanaskan ulang terus-menerus.

Lain halnya dengan kompor gas. Begitu api kompor gas dimatikan, maka sumber panasnya pun ikut menghilang saat itu juga.

Meski begitu, kompor gas tetap lebih unggul dalam hal kecepatan mencapai suhu tinggi. Api pada kompor gas dapat langsung memberikan panas maksimal sehingga sangat ideal untuk memasak cepat seperti menumis atau memasak menggunakan wajan besar.

Di sisi lain, kompor listrik membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk mencapai suhu optimal Beberapa tipe juga kurang cocok untuk metode memasak yang membutuhkan perubahan suhu mendadak.

Perawatan Kompor Listrik dan Kompor Gas

Salah satu keunggulan kompor listrik adalah kemudahan dalam membersihkannya. Permukaannya yang datar membuat proses pembersihan jadi lebih praktis, tanpa perlu repot membersihkan bagian pemantik atau komponen api seperti yang biasa ditemukan pada kompor gas.

Sebaliknya, membersihkan kompor gas cenderung lebih merepotkan karena terdiri dari banyak bagian kecil, terutama di area burner yang sering terkena cipratan minyak atau tumpahan makanan.

Dari sisi perawatan, kompor gas juga membutuhkan perhatian lebih, seperti rutin mengganti regulator atau selang gas untuk mencegah risiko kebocoran. Sementara itu, kompor listrik relatif minim perawatan selama digunakan dengan benar.

Jadi, Antara Kompor Listrik dan Kompor Gas Lebih Baik yang Mana?


(Sumber: freepik)

Memilih antara kompor listrik dan gas kembali lagi pada kebutuhan dan kemampuan hunian Anda. Meski jika dihitung-hitung kompor listrik dapat menjadi pilihan yang lebih hemat dibandingkan kompor gas dengan tabung non-subsidi, akan tetapi daya listrik Anda pun juga harus memadai. Jika Anda meningkatkan daya listrik rumah, itu artinya biaya abodemennya ikut naik sehingga biaya listrik Anda per bulan pun ikut lebih mahal.

Akan tetapi, kalau Anda mencari rumah siap huni yang fully furnished lengkap dengan dapur beserta kompornya, Anda bisa sewa apartemen melalui Jendela360.

Jendela360 adalah situs sewa apartemen yang telah terpercaya dengan puluhan ribu unit apartemen di berbagai kota-kota besar di Indonesia. Kualitas setiap unitnya terjamin karena telah melalui proses verifikasi.

Jendela360 memiliki fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang memungkinkan Anda untuk apartemen secara lebih detail tanpa harus beranjak dari tempat duduk Anda.

Seluruh transaksi Anda dengan Jendela360 juga terjamin aman tanpa adanya hidden fees karena dilakukan secara transparan.

Kunjungi website Jendela360 atau hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut!

Artikel Lainnya