Jangan Asal! 9 Jenis Pakaian Ini Tidak Boleh Masuk Mesin Cuci

by

|

|

,
pakaian yang tidak boleh masuk mesin cuci

Pakaian yang Tidak Boleh Masuk Mesin Cuci — Memiliki mesin cuci di rumah memang sangat membantu dalam meringankan pekerjaan sehari-hari, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat sepanjang hari. Namun, tidak semua pakaian bisa dicuci menggunakan mesin cuci. Beberapa jenis kain memiliki karakteristik khusus yang bisa rusak jika terkena putaran mesin, air berlebih, atau gesekan kuat.

Jika Anda sembarangan memasukkan semua pakaian ke mesin cuci, risikonya cukup besar. Mulai dari pakaian menjadi melar, menyusut, warnanya pudar, hingga aksesoris atau detail pakaian rontok. Selain merusak pakaian, ada kemungkinan juga mesin cuci ikut terganggu kinerjanya karena serat, bulu, atau manik-manik yang tersangkut di dalam drum.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis pakaian apa saja yang tidak boleh dicuci pakai mesin agar koleksi busana Anda tetap awet dan mesin cuci bertahan lebih lama. Berikut penjelasan lengkap mengenai jenis kain yang tidak boleh dicuci di mesin cuci beserta alternatif cara perawatannya.

Jenis Pakaian yang Tidak Boleh Masuk Mesin Cuci

1. Setelan Jas dan Blazer

pakaian yang tidak boleh masuk mesin cuci
(Sumber: freepik)

Setelan jas dan blazer memiliki struktur berlapis yang kaku agar tetap terlihat rapi dan profesional. Jika dimasukkan ke mesin cuci, lapisan tersebut bisa berubah bentuk, mengkerut, bahkan membuat pakaian kehilangan siluet aslinya. Inilah sebabnya jas tidak pernah direkomendasikan untuk dicuci dengan cara biasa.

Selain itu, bahan jas sering kali terbuat dari serat khusus seperti wol, polyester campuran, atau bahkan sutra. Semua bahan ini sensitif terhadap gesekan keras dan air berlebih. Dengan kata lain, memasukkan jas ke mesin cuci hanya akan memperpendek umur pakainya.

Solusi alternatif: Gunakan jasa dry cleaning profesional. Jika ada noda kecil, bersihkan hanya di bagian tertentu menggunakan kain lembap dan sabun lembut.

2. Pakaian Berbahan Kulit


(Sumber: freepik)

Pakaian kulit, baik asli maupun sintetis, termasuk dalam kategori pakaian yang tidak boleh masuk mesin cuci. Hal ini karena air dan deterjen bisa merusak lapisan kulit, membuat tekstur pecah-pecah, dan warna menjadi pudar. Dalam jangka panjang, kualitas pakaian kulit akan menurun drastis jika dicuci mesin.

Selain itu, mesin cuci dengan putaran tinggi bisa membuat kulit menjadi kaku atau berubah bentuk. Padahal, daya tarik utama pakaian kulit adalah kelembutannya dan kesan elegan yang ditimbulkan.

Solusi alternatif: Cukup dilap dengan kain lembap, gunakan cairan pembersih khusus kulit, lalu simpan di tempat sejuk agar tetap awet.

3. Baju dengan Payet, Renda, atau Manik-manik

pakaian yang tidak boleh masuk mesin cuci
(Sumber: aadhambharaa.com)

Baju yang dihiasi dengan payet, renda, atau manik-manik tampak mewah dan indah saat dikenakan. Sayangnya, dekorasi tersebut sangat rapuh dan mudah rontok jika terkena gesekan drum mesin cuci. Selain itu, manik atau renda bisa tersangkut di pakaian lain dan membuatnya robek.

Tak hanya merusak pakaian, payet atau manik yang lepas juga bisa menyumbat saluran mesin cuci. Akibatnya, Anda tidak hanya kehilangan detail pada baju, tetapi juga harus mengeluarkan biaya lebih untuk memperbaiki mesin.

Solusi alternatif: Cuci menggunakan tangan dengan gerakan lembut. Jika memungkinkan, gunakan laundry profesional khusus pakaian pesta.

Anda mungkin juga suka: Cara Mencuci Baju dengan Tangan, Anak Kost Harus Simak!

4. Pakaian Berbahan Wol dan Kasmir


(Sumber: freepik)

Wol dan kasmir adalah jenis kain yang tidak boleh dicuci di mesin cuci karena seratnya sangat halus dan mudah berubah bentuk. Getaran mesin dapat membuat kain ini menyusut, melar, atau bahkan berbulu sehingga tampak kusam.

Selain itu, bahan wol dan kasmir cenderung menyerap air lebih banyak. Jika dicuci dengan mesin, pakaian akan lebih berat dan berisiko merusak serat. Akibatnya, sweater atau syal kesayangan Anda tidak lagi nyaman dipakai.

Solusi alternatif: Cuci menggunakan tangan dengan air dingin dan deterjen yang tidak terlalu keras, lalu keringkan dengan handuk bersih tanpa diperas.

5. Pakaian Olahraga dan Baju Renang

pakaian yang tidak boleh masuk mesin cuci
(Sumber: freepik)

Pakaian olahraga seperti jersey dan baju renang biasanya terbuat dari bahan elastis yang ringan. Jika masuk mesin cuci, bahan ini berisiko kehilangan elastisitas sehingga tidak lagi nyaman digunakan. Warna pakaian olahraga juga lebih mudah pudar karena sifat bahannya yang sensitif.

Selain itu, putaran mesin dapat merusak lapisan khusus yang ada pada kain olahraga. Misalnya, baju renang memiliki lapisan yang menjaga fleksibilitas kain di air, sementara jersey sering dilapisi kain breathable yang mudah rusak bila dicuci sembarangan.

Solusi alternatif: Segera cuci menggunakan tangan setelah digunakan dan jemur di tempat teduh agar elastisitasnya tetap terjaga.

6. Pakaian dengan Bulu Hewan


(Sumber: freepik)

Jaket atau pakaian dengan bulu sintetis memberikan kesan hangat dan modis. Namun, bulu tersebut tidak cocok dicuci mesin karena mudah rontok dan menggumpal. Akibatnya, bulu akan menempel pada pakaian lain atau menyumbat filter mesin cuci.

Selain merusak mesin, hasil cucian juga menjadi tidak maksimal karena bulu yang menempel sulit dihilangkan. Inilah sebabnya pakaian berbulu termasuk dalam daftar jenis pakaian yang tidak boleh dicuci pakai mesin.

Solusi alternatif: gunakan sikat khusus atau rol pembersih untuk menghilangkan bulu sebelum dicuci tangan dengan air dingin.

7. Pakaian Dalam

Bra—terutama yang berkawat—tidak boleh masuk mesin cuci karena strukturnya mudah rusak. Kawat bisa bengkok, keluar dari jahitan, dan merusak drum mesin. Selain itu, bentuk bra bisa melar sehingga tidak lagi memberikan kenyamanan dan support yang maksimal.

Tak hanya bra berkawat, bra berbahan lembut pun bisa cepat rusak bila dicuci dengan mesin. Kain elastis akan kehilangan daya lenturnya dan membuat pakaian dalam menjadi kurang nyaman dipakai.

Solusi alternatif: cuci bra dengan tangan menggunakan air suam-suam kuku, lalu jemur di permukaan datar tanpa digantung.

8. Pakaian Berbahan Sutra

pakaian yang tidak boleh masuk mesin cuci
(Sumber: baaciinc.com)

Sutra dikenal sebagai kain mewah yang halus dan ringan. Meski terlihat elegan, kain ini sangat rapuh dan mudah rusak jika dicuci dengan mesin cuci. Sutra bisa menyusut, seratnya rusak, bahkan kehilangan kilau alami yang menjadi daya tarik utamanya.

Selain itu, sutra tidak tahan terhadap deterjen biasa. Penggunaan sabun yang terlalu keras akan merusak serat kain dan membuatnya tampak kusam.

Solusi alternatif: cuci tangan dengan air dingin menggunakan deterjen khusus sutra, lalu keringkan di tempat teduh.

9. Dasi


(Sumber: kingsmen.com.br)

Dasi termasuk jenis pakaian yang tidak boleh masuk mesin cuci, meski bentuknya kecil dan tampak sederhana. Kebanyakan dasi terbuat dari sutra atau wol tipis yang sangat sensitif terhadap gesekan. Jika dicuci mesin, dasi bisa kehilangan bentuk, menjadi kusut, dan sulit untuk dirapikan kembali.

Karena dasi sering dipakai untuk acara formal, tampilannya harus selalu rapi. Mengandalkan mesin cuci justru bisa membuat dasi cepat rusak dan tidak lagi layak digunakan.

Solusi alternatif: gunakan dry cleaning atau bersihkan bagian yang terkena noda dengan kain basah secara hati-hati.

Tips Cuci Baju Agar Pakaian Tetap Awet dan Mesin Cuci Tidak Rusak

1. Selalu Periksa Label Perawatan Pakaian

pakaian yang tidak boleh masuk mesin cuci
(Sumber: sewport.com)

Setiap pakaian biasanya dilengkapi label perawatan yang berisi petunjuk mencuci, mengeringkan, hingga menyetrika. Label ini sangat penting karena memberikan informasi apakah pakaian boleh masuk mesin cuci, hanya boleh dicuci tangan, atau harus dry clean. Banyak orang mengabaikannya, padahal label adalah panduan utama untuk merawat pakaian sesuai bahan dasarnya.

Dengan mengikuti instruksi pada label, Anda bisa mencegah kerusakan kain seperti menyusut, melar, atau warna memudar. Selain itu, mesin cuci juga tidak dipaksa mencuci bahan yang tidak sesuai sehingga performanya tetap terjaga.

2. Pisahkan Pakaian Berdasarkan Jenis Kain

Memisahkan pakaian berdasarkan jenis kain adalah langkah sederhana yang sering dilupakan. Pakaian berbahan tebal seperti jeans sebaiknya tidak dicuci bersama pakaian berbahan tipis seperti sutra atau katun halus. Perbedaan tekstur ini bisa menyebabkan pakaian halus cepat rusak karena gesekan dengan kain kasar.

Selain itu, memisahkan pakaian juga membantu mencegah warna luntur bercampur. Dengan begitu, pakaian putih tetap cerah, dan pakaian berwarna tetap terjaga intensitas warnanya.

3. Gunakan Laundry Bag untuk Pakaian yang Mudah Rusak


(Sumber: marleysmonsters.com)

Laundry bag atau kantong jaring bisa menjadi penyelamat bagi pakaian mudah rusak yang masih ingin dicuci menggunakan mesin. Kantong ini melindungi kain dari gesekan langsung dengan drum mesin dan pakaian lain. Misalnya, pakaian dalam atau baju berbahan tipis bisa lebih aman dicuci dengan tambahan perlindungan laundry bag.

Selain melindungi kain, laundry bag juga membantu menjaga bentuk pakaian agar tidak mudah melar. Dengan begitu, Anda tetap bisa memanfaatkan mesin cuci tanpa khawatir pakaian sensitif cepat rusak.

Baca juga: Bolehkah Jemur Baju di Balkon Apartemen? Ini Penjelasannya!

4. Hindari Memasukkan Pakaian Terlalu Banyak

Mengisi mesin cuci hingga penuh memang terlihat lebih praktis karena bisa mencuci banyak pakaian sekaligus. Namun, kebiasaan ini justru membebani mesin cuci dan membuat hasil cucian tidak maksimal. Pakaian juga tidak tercuci dengan bersih karena ruang gerak air dan deterjen terbatas.

Beban berlebih juga bisa mempercepat kerusakan komponen mesin, terutama motor dan drum. Oleh karena itu, lebih baik mencuci dalam beberapa kali putaran dengan kapasitas yang sesuai rekomendasi.

5. Pilih Deterjen yang Tepat

pakaian yang tidak boleh masuk mesin cuci
(Sumber: theasianparent.com)

Penggunaan deterjen yang sesuai sangat berpengaruh pada umur pakaian dan mesin cuci. Deterjen dengan formula terlalu keras bisa merusak serat kain, terutama pada jenis kain yang tidak boleh dicuci di mesin cuci seperti wol, kasmir, atau sutra. Selain itu, residu deterjen yang berlebihan juga bisa menumpuk di mesin dan memengaruhi performanya.

Dengan memilih deterjen lembut atau khusus mesin cuci, pakaian tetap terjaga kelembutannya, dan mesin cuci Anda pun lebih tahan lama. Pastikan juga menggunakan takaran sesuai anjuran agar tidak menimbulkan busa berlebih.

6. Rutin Bersihkan Mesin Cuci

Mesin cuci juga membutuhkan perawatan agar tetap bekerja optimal. Residu deterjen, kotoran, dan serat kain bisa menumpuk di drum atau filter mesin. Jika dibiarkan, hal ini bisa menyebabkan bau tidak sedap, pakaian tidak bersih maksimal, bahkan kerusakan mesin dalam jangka panjang.

Dengan membersihkan mesin cuci secara rutin, Anda bisa memperpanjang umur penggunaannya sekaligus menjaga kebersihan pakaian. Cukup jalankan siklus pembersihan dengan air panas atau cairan khusus pembersih mesin minimal sebulan sekali.

Meskipun mesin cuci memang membuat kegiatan sehari-hari jadi lebih praktis, namun tetap harus digunakan secara bijak agar pakaian dan mesin cuci Anda tetap dalam keadaan baik.

Kalau Anda cari hunian modern praktis yang sudah include mesin cuci, Anda bisa sewa apartemen fully furnished melalui Jendela360.

Jendela360 adalah situs sewa apartemen yang telah terpercaya dengan puluhan ribu unit di kota-kota besar di Indonesia. Kualitas setiap unitnya terjamin karena telah melalui proses verifikasi.

Jendela360 menawarkan kerjasama menarik untuk mempromosikan apartemen yang dilengkapi dengan jasa fotografi, dekorasi, hingga fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang dapat memudahkan calon penyewa apartemen Anda untuk melihat interior apartemen secara lebih detail tanpa harus beranjak kediamannya.

Seluruh transaksi dengan Jendela360 juga terjamin aman karena dilakukan secara transparan.

Kunjungi website Jendela360 atau hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut!

Artikel Lainnya