Memiliki rumah adalah impian bagi setiap orang. Namun, banyak orang terkendala dengan uang muka atau DP (Down Payment) yang tinggi ketika membeli rumah. Apalagi bagi mereka yang memiliki gaji setara atau di bawah UMR. Jangan khawatir, rumah idaman tetap bisa Anda miliki asalkan tau cara membeli rumah dengan gaji kecil.

Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hanya perlu ketekunan dan kedisiplinan ekstra dalam mengelola keuangan jika ingin memiliki rumah. Pada prinsipnya, hal tersebut dapat dicapai dengan cara-cara berikut:

1. Ikut Program KPR

cara membeli rumah dengan gaji kecil

Menurut perencana keuangan OneShildt, Budi Raharjo, masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin memiliki rumah mau tidak mau harus mengikuti program KPR. Boleh saja jika masyarakat ingin membayar rumah secara kontan. Namun bagi warga dengan penghasilan 3 sampai 4 jutaan per bulan tentu akan memerlukan waktu yang sangat lama.

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah adalah fasilitas kredit yang diberikan perbankan kepada nasabah untuk kebutuhan membeli atau merenovasi rumah. Nantinya, Anda dapat memilih dua jenis skema KPR, yaitu KPR Non Subsidi dan KPR Subsidi.

KPR Non Subsidi lebih diperuntukkan bagi kalangan umum. Persyaratannya ditetapkan oleh bank. Begitu juga dengan suku bunganya.

Sedangkan KPR Subsidi diatur oleh pemerintah. Tidak semua orang berhak untuk memilih KPR Subsidi. Hanya beberapa orang yang telah memenuhi persyaratan dari pemerintah saja.

Baca juga: Mau Buka Usaha? Ini Cara Beli Ruko dengan KPR

2. Menyisihkan 30% dari Pendapatan untuk DP Rumah

cara membeli rumah dengan gaji kecil

KPR pada prinsipnya adalah membiayai terlebih dahulu pembelian rumah Anda. Jadi tanggung jawab untuk membayar cicilan akan beralih ke pihak bank. Namun sebelum itu, Anda perlu memenuhi uang muka atau DP yang tidak sedikit.

Biasanya bank akan membebankan DP sebesar 20-30% dari nilai penjualan rumah. Meski prosentasenya kecil, jumlah uang yang perlu dikeluarkan tidak demikian.

Misalnya saja Anda membeli rumah seharga Rp400 juta. Maka DP yang perlu dikeluarkan adalah Rp80 juta sampai Rp120 juta.

Cara terbaik untuk membayar DP adalah dengan menyisihkan 30% dari pendapatan Anda mulai dari sekarang. Agar lebih konsisten, Anda dapat menabung di awal bulan. Menabung di akhir bulan tidak dianjurkan, karena akan membuat nilai tabungan Anda jadi tidak menentu, kadang besar, seringkali kecil.

3. Gunakan Sistem Autodebet

Jika Anda masih kesulitan untuk menabung di awal bulan, cobalah menggunakan sistem autodebet. Dengan begitu, Anda tidak perlu pusing-pusing memindahkan uang dari rekening gajian ke rekening tabungan. Ini adalah salah satu cara membeli rumah dengan gaji kecil yang cukup efektif.

Perlu diingat, rekening tabungan ini tidak boleh diganggu gugat, agar uang DP cepat terkumpul. Prinsipnya adalah menyisihkan uang, bukan menyisakannya.

4. Terbebas dari Utang

Membayar DP dan cicilan rumah bisa jadi merupakan kewajiban terberat bagi orang yang memiliki ekonomi pas-pasan. Jadi jangan ditambah dengan cicilan lain seperti mobil atau kendaraan bermotor.

Salah-salah ekonomi Anda bisa babak belur. Lagi pula, pihak bank juga akan me-review kondisi ekonomi dan kredit Anda ketika mengajukan KPR. Kemungkinan permohonan KPR ditolak akan lebih besar, jika Anda memiliki riwayat kredit yang buruk.

Baca juga: 6 Bank yang Menerima Agunan AJB, Prosesnya Mudah dan Cepat

5. Pertimbangkan untuk Membeli Rumah Subsidi

Jika ingin cicilan rumah Anda cepat selesai, Anda perlu memilih rumah dengan harga terjangkau. Namun jangan sampai memilih rumah yang terlampau murah, hingga mengorbankan kualitas dan lokasinya. Usahakan mencari titik tengah dari harga dan kualitas.

Pilihannya, Anda dapat membeli rumah subsidi. Rumah subsidi adalah proyek yang diprakarsai pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Rata-rata rumah subsidi dijual dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp120 jutaan di Bekasi dan Rp140 jutaan di Jakarta.

Soal kualitas, rata-rata rumah subsidi dibangun dengan tipe 25, 29 sampai 36 m2, dengan lokasi yang dekat sekolah, jalan protokol, pusat perbelanjaan dan landmark lainnya.

6. Mulai Berinvestasi

Jika Anda baru mulai, tabungan saja mungkin tidak akan cukup untuk melunasi DP rumah impian. Anda bisa menambahnya dengan melakukan investasi. Pilihlah investasi dengan resiko yang minim, seperti reksadana pasar uang dan pendapatan.

Selain itu, Anda juga bisa berinvestasi emas, jika ingin nilai yang stabil. Rata-rata nilai emas akan naik 15-25% setiap tahun, mengungguli margin pinjaman rumah atau mobil dengan margin flat rata-rata 11% per tahun.

Alasan lain mengapa Anda perlu mempertimbangkan investasi selagi menabung DP rumah adalah agar Anda memiliki dana darurat jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tabungan Anda sebagian besar akan terpakai untuk DP dan cicilan rumah. Oleh karena itu, masalah finansial rentan terjadi pada Anda, jika tidak disokong oleh dana darurat.

7. Ubah Gaya Hidup Boros

Anda memiliki 70% pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari belanja kebutuhan makanan, pakaian, transportasi, sampai hiburan. Manfaatkanlah anggaran ini sebaik-baiknya, jangan sampai mengganggu pos tabungan untuk DP dan cicilan rumah.

Bila perlu, Anda menerapkan gaya hidup hemat mulai dari sekarang. Catat pengeluaran apa saja yang terjadi dalam sebulan. Jika masih ada sisa dari 70%, tabunglah di pos DP dan cicilan rumah. Akan tetapi jika tidak ada sisa dan malah kelebihan pengeluaran, evaluasi apa yang salah.

Biasanya kita akan cenderung bersikap konsumtif di awal bulan, ketika baru terima gaji. Dengan membuat anggaran yang jelas untuk pengeluaran dan menabung di awal, tindakan boros niscaya dapat dihindari.

8. Konsisten dan Disiplin

DP rumah tidak akan terkumpul jika Anda berhenti di tengah jalan. Jangan pedulikan jumlahnya. Biarpun kecil, yang penting Anda tetap menabung secara rutin dengan porsi 30% dari pendapatan. Jumlah yang mungkin tidak Anda sadari, namun berdampak besar terhadap pembelian rumah Anda.

Konsistensi juga diperlukan ketika Anda berinvestasi reksadana pasar uang. Bagi pemula mungkin akan merasa was-was ketika melihat portofolio investasi mereka mengalami penurunan nilai. Padahal hal ini lumrah terjadi.

Kunci mengatasinya adalah jangan terburu-buru untuk langsung menarik investasi, tunggu dulu. Sejarah menunjukkan, setiap penurunan pasar yang terjadi akan selalu diikuti dengan kenaikan nilainya.

Dengan berinvestasi secara rutin, Anda dapat memperoleh harga diskon reksadana ketika kondisi pasar sedang turun. Ketika ekonomi kembali normal, di sanalah Anda akan memperoleh imbal hasil yang jauh lebih optimal.

Terlebih jika Anda berinvestasi reksadana untuk keperluan jangka panjang seperti DP rumah, nilai kerugiannya bisa tidak nampak sama sekali. Yang ada malah keuntungan yang menjanjikan, asal dilakukan secara konsisten.

Baca juga: 6 Investasi Jangka Panjang untuk Mencapai Kebebasan Finansial!

9. Tentukan Besaran Cicilan yang Masuk Akal

Anggaplah Anda sudah membayar DP pembelian rumah, sekarang tinggal membayar cicilannya. Usahakan ketika membayar cicilan, besarannya tidak boleh lebih dari 30%. Supaya Anda tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari disamping membayar cicilan.

Jadi, jika pendapatan Anda adalah sebesar Rp4 juta per bulan, idealnya Anda mengambil cicilan yang tidak lebih dari Rp1,2 juta per bulan. Anda dapat memperkecil lagi biaya cicilan dengan masa pembayaran yang lebih lama, misalnya 20 sampai 30 tahun ke depan.

Jadi intinya, pendapatan kecil bukanlah halangan bagi Anda untuk memiliki rumah. Asalkan tahu cara membeli rumah dengan gaji kecil, menabung secara rutin, mengelola pendapatan dan mampu berhemat, rumah idaman rasanya sudah ada di depan mata.