Daftar Isi:
- 13 Hal yang Harus Diperhatikan saat Survei Rumah
- 1. Lokasi
- 2. Arah Mata Angin
- 3. Buat List Hal yang Tidak Dapat Ditawar
- 4. Buat Daftar Pertanyaan
- 5. Foto Unit saat Show Unit
- 6. Ketuk Kusen Kayu
- 7. Gelindingkan Kelereng di Lantai Kamar Mandi
- 8. Nyalakan Keran Air
- 9. Perhatikan Jalur Darurat Jika Tinggal di Apartemen
- 10. Keliling di Sekitar Area Rumah
- 11. Mengobrol dengan Orang Sekitar
- 12. Take Your Time!
- 13. Kerjasama dengan Agen Properti
Mencari hunian idaman bukan hanya soal lokasi atau harga saja. Ada banyak hal yang harus diperhatikan secara langsung dan karena itulah survei rumah menjadi tahap yang sangat penting.
Survei rumah, apartemen, bahkan kosan sekalipun tidak boleh dilewatkan. Tahap ini dapat membantu Anda dalam memutuskan untuk melakukan transaksi. Dari sinilah Anda bisa mengetahui apakah rumah tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan. Tanpa survei yang teliti, bisa jadi Anda melewatkan detail kecil yang nantinya menimbulkan masalah besar.
Selain memastikan kondisi fisik bangunan, survei rumah juga membantu Anda melihat lingkungan sekitar, akses transportasi, hingga fasilitas umum yang tersedia. Hal-hal ini sering kali menjadi penentu kenyamanan dan nilai investasi sebuah rumah dalam jangka panjang. Oleh karena itu, survei tidak boleh dilakukan secara terburu-buru, melainkan dengan observasi yang matang dan terencana.
Bagi Anda yang sedang dalam proses mencari hunian baru, pahami beberapa hal berikut yang harus diperhatikan saat Anda survei rumah!
13 Hal yang Harus Diperhatikan saat Survei Rumah
1. Lokasi

(Sumber: freepik)
Lokasi adalah faktor utama yang menentukan kenyamanan dan nilai sebuah rumah. Anda perlu memperhatikan jarak rumah ke tempat kerja, kampus, sekolah, rumah sakit, pusat belanja, dan fasilitas lain. Semakin strategis lokasinya, biasanya harga akan lebih tinggi, namun hal ini sepadan dengan kemudahan yang Anda dapatkan.
Selain itu, periksa juga kondisi akses menuju rumah. Pastikan jalannya mudah dilalui kendaraan, tidak rawan banjir, dan tersedia transportasi umum di sekitar. Lokasi yang baik akan meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.
2. Arah Mata Angin

(Sumber: freepik)
Arah mata angin berpengaruh pada sirkulasi udara dan pencahayaan alami di dalam rumah. Rumah yang menghadap ke arah tertentu bisa mendapatkan cahaya matahari lebih optimal sehingga lebih sehat dan menghemat energi listrik.
Selain itu, arah rumah juga memengaruhi kenyamanan suhu. Misalnya, rumah yang mendapat sinar matahari sore bisa terasa lebih panas. Dengan memperhatikan hal ini, Anda bisa memilih rumah yang sesuai dengan preferensi kenyamanan keluarga.
3. Buat List Hal yang Tidak Dapat Ditawar
Sebelum survei rumah, apartemen, atau kosan, buatlah daftar hal-hal yang wajib dimiliki sesuai kebutuhan Anda. Misalnya jumlah kamar, luas lahan, garasi, atau akses dekat transportasi. Dengan adanya daftar ini, Anda lebih fokus saat menilai rumah.
Daftar tersebut membantu agar Anda tidak mudah tergoda oleh penawaran menarik, tetapi melupakan kebutuhan utama. Dengan begitu, keputusan yang diambil akan lebih rasional dan sesuai dengan prioritas.
4. Buat Daftar Pertanyaan

(Sumber: freepik)
Membawa daftar pertanyaan saat survei rumah sangat penting untuk menggali informasi yang mungkin tidak terlihat langsung. Pertanyaan bisa seputar legalitas, biaya bulanan, riwayat renovasi, hingga alasan rumah disewakan atau dijual.
Dengan bertanya, Anda bisa lebih yakin terhadap kondisi rumah. Informasi yang jelas akan memudahkan Anda membandingkan beberapa pilihan rumah sebelum membuat keputusan akhir.
Baca juga: Ingin Sewa Apartemen? Ini 10 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
5. Foto Unit saat Show Unit
Tidak perlu malu-malu untuk mengambil foto di dalam dan luar rumah saat survei. Foto dapat membantu Anda mengingat detail kondisi unit, terutama jika Anda membandingkan beberapa rumah sekaligus.
Selain itu, foto bisa menjadi bahan diskusi dengan keluarga atau konsultan properti. Dokumentasi visual akan memudahkan Anda meninjau kembali kelebihan dan kekurangan rumah setelah survei selesai.
6. Ketuk Kusen Kayu
Kusen kayu perlu diperiksa dengan mengetuknya untuk mengetahui apakah masih kokoh atau sudah keropos. Kusen yang lapuk bisa menjadi tanda adanya serangan rayap atau kelembaban yang tinggi.
Jika ditemukan kerusakan, Anda harus mempertimbangkan biaya perbaikan tambahan. Hal kecil seperti ini sering terabaikan, padahal bisa berpengaruh besar pada kenyamanan dan keamanan rumah.
7. Gelindingkan Kelereng di Lantai Kamar Mandi

(Sumber: freepik)
Cara sederhana untuk memeriksa kemiringan lantai kamar mandi adalah dengan menggulirkan kelereng. Jika kelereng berhasil menggelinding ke lubang pembuangan air dengan cepat dan lancar, maka lantai kamar mandi tersebut cukup miring.
Sebaliknya, jika kelereng Anda ada yang tidak menggelinding ke lubang pembuangan air atau menggelinding tapi tidak cepat, maka lantai kamar mandi kurang miring dan dapat berpotensi menimbulkan genangan air.
8. Nyalakan Keran Air

(Sumber: freepik)
Cobalah menyalakan keran air di dapur maupun kamar mandi. Perhatikan tekanan air, kejernihan, serta aliran yang keluar dari keran. Hal ini bisa menjadi indikator kondisi instalasi air di rumah atau apartemen yang Anda pilih.
Jika tekanan air rendah atau air keruh, kemungkinan ada masalah pada pipa atau sumber air. Dengan mengecek sejak awal, Anda bisa menghindari biaya perbaikan yang besar.
9. Perhatikan Jalur Darurat Jika Tinggal di Apartemen

(Sumber: freepik)
Bagi Anda yang sedang survei apartemen, jalur darurat menjadi aspek penting yang sering terlupakan. Pastikan ada tangga darurat, pintu evakuasi yang tidak terkunci, dan rambu yang jelas di setiap lantai.
Hal ini sangat krusial untuk keamanan, terutama jika terjadi kebakaran atau gempa. Dengan memperhatikan jalur darurat, Anda memastikan apartemen memenuhi standar keselamatan.
10. Keliling di Sekitar Area Rumah

(Sumber: freepik)
Jangan hanya fokus pada rumah yang Anda pilih saja, tetapi juga luangkan waktu untuk berkeliling area sekitar rumah. Perhatikan kondisi jalan, kebersihan lingkungan, hingga keamanan area sekitar.
Suasana lingkungan akan sangat memengaruhi kenyamanan Anda sehari-hari. Dengan mengamati sekitar, Anda bisa menilai apakah rumah tersebut cocok untuk ditinggali jangka panjang.
Anda mungkin juga suka: Begini Cara Mengetahui Rumah Rawan Banjir Biar Gak Kejebak
11. Mengobrol dengan Orang Sekitar

(Sumber: freepik)
Mengobrol dengan tetangga sekitar bisa memberi gambaran nyata mengenai kehidupan di lingkungan tersebut. Anda bisa bertanya tentang keamanan, suasana, atau kebiasaan warga.
Informasi langsung dari warga biasanya lebih jujur dibandingkan hanya dari pemilik rumah. Dengan begitu, Anda bisa lebih yakin apakah lingkungan tersebut sesuai dengan gaya hidup Anda.
12. Take Your Time!
Memilih tempat tinggal bukan keputusan yang bisa diambil secara terburu-buru. Luangkan waktu untuk mengobrol dengan keluarga, pasangan, atau teman mengenai pilihan hunian yang Anda miliki. Coba pikirkan secara objektif sebelum mengambil keputusan.
13. Kerjasama dengan Agen Properti
Jika Anda masih kebingungan dalam memilih hunian mana yang paling pas untuk Anda, cobalah berkonsultasi dengan agen properti. Agen properti tidak hanya mengetahui properti yang dikelolanya saja, tetapi juga memahami kondisi area di sekitar, hingga harga pasaran yang pas.
Kalau Anda ingin tinggal di apartemen dengan kualitas terbaik, Anda bisa sewa apartemen melalui Jendela360.
Jendela360 adalah situs sewa apartemen yang telah terpercaya dengan puluhan ribu unit di kota-kota besar di Indonesia. Kualitas setiap unitnya terjamin karena telah melalui proses verifikasi.
Jendela360 menawarkan kerjasama menarik untuk mempromosikan apartemen yang dilengkapi dengan jasa fotografi, dekorasi, hingga fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang dapat memudahkan calon penyewa apartemen Anda untuk melihat interior apartemen secara lebih detail tanpa harus beranjak kediamannya.
Seluruh transaksi dengan Jendela360 juga terjamin aman karena dilakukan secara transparan.
Kunjungi website Jendela360 atau hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut!
Riana adalah seorang SEO writer dan copywriter di Jendela360. Riana memiliki pengalaman selama 3 tahun, khususnya dalam bidang properti dan gaya hidup. Dalam menulis, Riana percaya bahwa konten yang berorientasi pada autentisitas adalah kunci dalam menciptakan sebuah tulisan yang lebih berkualitas. Di waktu luang, Riana senang membaca buku untuk terus memperluas wawasan dan memperkaya inspirasinya dalam menulis.




