Investasi properti adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkanĀ passive income. Masalahnya, investor, terutama investor pemula sering dipusingkan dengan pilihan lebih baik investasi rumah atau apartemen?

Sebenarnya, ruko juga bisa menjadi pilihan investasi properti yang menarik. Akan tetapi, peminatnya terbatas di kalangan pebisnis saja. Jika Anda menginginkan properti yang banyak diminati semua kalangan, rumah dan apartemen adalah jawabannya.

Baik apartemen maupun rumah, memiliki resikonya masing-masing dalam hal investasi properti. Apapun yang nantinya Anda pilih, perlu disesuaikan dengan posisi finansial dan strategi investasi Anda.

Keuntungan Investasi Apartemen

Mediterania Palace Kemayoran

Banyak orang percaya jika rumah memberikan keuntungan investasi yang lebih tinggi dibanding apartemen. Anggapan yang tidak sepenuhnya salah. Akan tetapi, akhir-akhir ini kepopuleran apartemen sedang melejit, terutama di kalangan milenial.

Menurut studi di Amerika, banyak milenial yang menunda untuk membeli rumah ketika mereka telah beranjak dewasa. Dampaknya, mereka cenderung menyewa apartemen lebih lama dibanding generasi sebelumnya.

Alasan lain untuk investasi apartemen adalah harga belinya yang murah. Jika dengan uang Rp1 miliar Anda hanya bisa membeli satu atau dua rumah, dengan uang yang sama Anda bisa membeli tiga, empat, bahkan lima apartemen studio sekaligus di tempat yang berbeda. Semakin banyak aset, pemasukkan pun semakin beragam.

Bagaimana denganĀ yieldĀ dari investasi apartemen?Ā YieldĀ adalah keuntungan yang diperoleh dengan cara membandingkan harga sewa tahunan dengan harga properti itu sendiri. Misalnya, jika satu unit apartemen studio dihargai Rp300 juta dan harga tahunannya Rp24 juta per bulan, maka yield-nya adalah (Rp24 juta : Rp300 juta) x 100%, atau 8%.

Mengutip laman rumah.com, apartemen menduduki posisi tertinggi untukĀ yieldĀ investasi properti. Besarannya yaitu 7% – 10%. Sewa rumah berada di bawahnya, yaitu 3% – 5%.

Baca juga: 6 Keuntungan Investasi Apartemen di Jakarta Barat yang Pasti Anda Dapat

Kerugian Investasi Apartemen

investasi rumah atau apartemen

Setiap investasi, pasti datang dengan resikonya masing-masing. Khusus untuk apartemen, resiko kerugiannya datang dariĀ tenantĀ atau penyewa yang bisa saja telat bayar atau tidak membayar sama sekali.

Walaupun sebelumnya Anda telah melakukanĀ screeningĀ atau seleksiĀ tenant, masalah-masalah penunggakan mungkin saja terjadi. Apalagi jika Anda memiliki banyak properti untuk dikelola. Di sinilah peranĀ property managerĀ atau pihak ketiga yang menyewakan properti sangat diperlukan.

Resiko lainnya adalah kemungkinan properti rusak olehĀ tenantĀ yang tidak bertanggung jawab. Biaya perbaikan, ditambah dengan biaya perawatan bisa sangat memberatkan.

Hal-Hal yang Menjadi Pertimbangan Sebelum Investasi Apartemen

Untuk memaksimalkan keuntungan dan menghindari kerugian, ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum investasi apartemen, yaitu:

  • Ukuran Apartemen:Ā Lain ukuran apartemen, lain pula cakupan pasarnya. Mahasiswa dan pekerja yang belum mapan biasanya lebih suka tinggal di unit studio berukuran 23-30 m2. Alasannya karena mudah dirawat dan harga sewanya murah. Sedangkan pasangan yang sudah menikah dan pekerja mapan lebih suka tinggal di apartemen 1BR, 2BR atau 3BR dengan ukuran lebih dari 50 m2.
  • Fasilitas:Ā Sudah menjadi rahasia umum jika fasilitas juga berperan dalam menambah nilai properti apartemen. Semakin lengkap dan mewah, maka nilai apartemen Anda menjadi semakin baik.
  • Tingkat Okupansi:Ā Sebelum membeli apartemen, periksalah riwayat okupansi apartemen yang Anda beli. Apakah sering disewa atau tidak? Periksa juga tren yang berlaku beberapa tahun belakangan.
  • Pengembang dan Pengelola:Ā Periksalah pengembang dan pengelola yang ada di balik apartemen milik Anda. Jangan sampai masalah seperti tanah sengketa dan fasilitas rusak baru Anda ketahui setelah Anda membeli apartemen tersebut.

Baca juga: Tips dan Cara Untung Investasi Apartemen di Jakarta

Keuntungan Investasi Rumah

Rumah mungkin memilikiĀ yieldĀ yang lebih kecil dibandingkan apartemen, tetapiĀ capital gainĀ atau nilai rumah ketika dijual kembali peningkatannya jauh lebih besar. Inilah yang membuat investasi apartemen cenderung lebih aman, apalagi jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama.

Kelebihan lainnya adalah rumah mampu menyediakan ruang personal. Pemilik bebas mengkreasikan rumahnya. Berbeda dengan apartemen yang dijual dengan layout yang seragam, dan sulit sekali melakukan perubahan kecuali dengan izin pengelola. Bagi investor yang tidak suka berhubungan dengan pihak pengembang, investasi rumah adalah pilihan sempurna.

Kerugian Investasi Rumah

komisi sewa rumah

Salah satu kelemahan investasi rumah adalah potensi yield yang tidakĀ terlalu besar, karena umumnya, penyewa hanya menempati rumah untuk jangka waktu satu sampai dua tahun.

Jika penyewa adalah ekspatriat, mungkin jangka waktunya bisa menyentuh angka lima tahun. Kekurangan lainnya adalah harga rumah yang mahal. Untuk memiliki rumah yang menarik minat pasar, Anda memerlukan modal yang tidak sedikit.

Jangan lupa juga, jika Anda memutuskan untuk investasi rumah, seluruh tanggung jawab terkait perawatan bangunan, fasilitas dan menjaga kebersihan semua ada di tangan pemilik rumah. Lain halnya dengan apartemen yang fasilitasnya dirawat oleh pengelola.

Jadi selama rumah belum laku tersewa atau terjual, biaya-biaya perawatan dan pemeliharaan akan terus ada.

Baca juga: 6 Investasi Jangka Panjang untuk Mencapai Kebebasan Finansial!

Investasi Rumah atau Apartemen? Sebuah Pertimbangan

investasi rumah atau apartemen

Investasi rumah atau apartemen adalah keputusan besar. Keputusan manapun yang dipilih akan melibatkan nominal uang yang tidak sedikit. Untuk mempermudah Anda dalam memutuskan, berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang bisa Anda tanyakan pada diri sendiri sebelum berinvestasi.

1. Investasi Properti untuk Jangka Panjang atau Jangka Pendek?

Jika Anda ingin investasi properti untuk jangka panjang, maka rumah adalah pilihan yang tepat. Harga rumah yang stabil akan membawa Anda pada keuntungan yang lebih menggiurkan dan aman.

Sedangkan untuk jangka pendek dan menengah, apartemen adalah jawabannya. Apartemen mampu memberikanĀ yieldĀ maksimal untuk waktu yang singkat.

2. Bagaimana dengan Tren Gaya Hidup di Wilayah yang Anda Incar?

investasi rumah atau apartemen

Mengidentifikasi tren di wilayah-wilayah yang Anda incar bisa mempermudah Anda dalam memutuskan investasi apartemen atau rumah. Jika tren apartemen di wilayah tersebut populer, karena banyaknya perkantoran, pusat bisnis dan perbelanjaan, maka apartemen bisa menjadi pilihan terbaik.

Namun jika struktur di wilayah yang Anda incar didominasi oleh rumah, artinya konsumen tidak memiliki pilihan lain. Anda dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan cara membeli rumah.

3. Seberapa Besar Tanggung Jawab yang Anda Inginkan?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pemilik rumah memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada pemilik apartemen. Pemilik apartemen akan dibantu oleh pengelola terkait perbaikan dan perawatan gedung, sedangkan pemilik rumah hanya bergantung pada pemilik atauĀ landlord untuk perawatannya.

Untuk alasan ini, apartemen cocok untuk Anda yang tidak mau repot. Sedangkan rumah cocok untuk Anda yang ingin mengelola secara penuh properti Anda.

4. Apakah Estetika Eksterior Penting untuk Anda?

Apakah Anda memiliki visi tertentu terkait properti yang nantinya Anda beli? Apakah Anda suka mendekor ulang, termasuk layout, kebun dan bagian eksterior bangunan? Jika iya, rumah adalah pilihan properti yang tepat untuk Anda.

Kalau Anda memilih apartemen, daya kreasi akan dibatasi pada tampilan interior saja. Anda tidak dapat merubah apapun, kecuali interior, dan tata letak furniture.

Mulai Pencarian Properti Anda

Sudah memiliki gambaran terkait investasi rumah atau apartemen? saatnya untuk mulai mencari properti yang Anda inginkan. Jendela360 adalah langkah awal yang tepat untuk memulai, karena portal properti ini menyediakan ribuan listing properti, termasuk rumah dan apartemen.

Mencari Apartemen Dijual Mencari Rumah Dijual