Penyebab lantai keramik pecah — Lantai keramik yang retak dan pecah-pecah tidak hanya membuat ruangan tidak enak dipandang saja, tetapi juga dapat berbahaya untuk Anda dan keluarga jika dibiarkan. Kondisi lantai keramik yang disebut dengan “popping” ini dapat disebabkan karena berbagai hal, mulai dari cuaca, kesalahan saat pemasangan, hingga umur keramik.
Kalau Anda ingin memiliki hunian yang kualitasnya lebih terjamin, Anda bisa sewa apartemen melalui Jendela360. Dengan Jendela360, Anda bisa sewa apartemen di Jakarta Pusat, BSD, Surabaya, maupun kota besar lainnya dengan lebih cepat. Prosesnya juga lebih mudah karena Jendela360 dilengkapi dengan fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang memungkinkan Anda untuk melihat seluruh isi apartemen tanpa beranjak dari tempat duduk Anda.
Apa saja penyebab lantai keramik pecah dan bagaimana cara mencegahnya? Simak artikel berikut ini!
Penyebab Lantai Keramik Pecah

(Sumber: kompas.com)
1. Peningkatan Suhu
Suhu di Indonesia memang relatif lebih panas. Saat suhu sedang terik dan menyengat, lantai keramik di rumah Anda dapat memuai. Ketika memuai, keramik akan saling dorong-mendorong sehingga lantai Anda dapat menggembung, bahkan dapat meledak.
2. Keramik Tidak Direndam
Lantai keramik harus direndam terlebih dahulu sebelum dipasang. Langkah ini dilakukan agar semen yang terdapat di bawah keramik dapat lebih mudah menempel saat dipasang. Lantai keramik tidak perlu direndam terlalu lama, cukup 20 menit dan keramik bisa ditiriskan dengan posisi miring.
3. Pernah Terendam Banjir
Banjir juga bisa menyebabkan lantai keramik retak dan pecah-pecah. Lantai yang terendam banjir membuat air merembes melalui celah-celah antar keramik sehingga mengikis perekat di bawahnya. Karenanya, keramik pun jadi lebih mudah terangkat.
Anda mungkin juga suka: Gak Usah Panik! Begini Cara Atasi Kulkas yang Terendam Banjir
4. Permukaan di Bawah Keramik Belum Kering
Jika lantai keramik Anda memiliki beberapa retakan halus, kemungkinan lantai tersebut dipasang sebelum betonnya benar-benar kering.
Beton yang baru dituang biasanya masih mengandung banyak air. Air ini akan menguap dan beton merekat. Apabila lantai keramik dipasang ketika beton belum kering, maka lantai dapat mengalami tekanan dan berpotensi u ntuk retak.
5. Beban Terlalu Berat
Selain karena pemasangan, meletakkan benda dengan beban yang terlalu berat juga dapat membuat lantai keramik retak dan pecah. Hindari meletakkan benda yang terlalu berat di satu titik terlalu lama.
6. Terkena Jatuhan Benda Tumpul
Kejatuhan benda tumpul juga dapat menimbulkan pecahan pada lantai keramik rumah Anda, terlebih jika benda tersebut cukup berat seperti bola golf, barbel, palu, ulekan batu, dan lain-lain.
7. Kesalahan saat Pemotongan Manual
Kesalahan pemotongan keramik manual biasanya tidak akan terlihat secara kasat mata. Namun, seiring waktu pemakaian, dengan paparan suhu tinggi dan tekanan benda lain, retakan ini akan semakin jelas.
Cara Mencegah agar Lantai Keramik Tidak Pecah

(Sumber: aquaproof.co.id)
1. Pastikan Untuk Merendam Keramik
Langkah pertama yang sebaiknya Anda lakukan agar lantai keramik tidak mudah pecah atau bahkan meledak di kemudian hari adalah merendam keramik selama kurang lebih 20 menit sebelum dipasang. Proses perendaman ini tidak hanya membantu perekat menempel lebih kuat pada permukaan keramik, tapi juga berfungsi untuk mengisi rongga-rongga udara di dalamnya yang bisa menyebabkan keramik terasa kopong dan rentan rusak.
2. Gunakan Perekat Khusus Keramik
Proses pemasangan lantai keramik memerlukan daya rekat yang jauh lebih kuat dibandingkan material lainnya. Karena itu, hindari menggunakan semen biasa sebagai perekat, karena hasilnya bisa membuat keramik tidak terpasang dengan sempurna. Menggunakan perekat khusus juga punya keunggulan tersendiri, salah satunya membantu mengurangi penyusutan air yang bisa menyebabkan bagian bawah keramik menjadi kopong.
3. Perhitungkan Campuran Perekat dengan Tepat
Selain memilih jenis perekat khusus untuk lantai, Anda juga perlu memastikan bahwa campurannya dibuat dengan takaran yang tepat. Setiap produk perekat lantai biasanya memiliki komposisi campuran yang berbeda-beda. Jadi, penting bagi Anda untuk benar-benar memperhatikan panduan takaran agar tidak terjadi kesalahan saat mencampurnya. Jika takaran atau bahan yang digunakan tidak sesuai, konsistensi mortar bisa berubah dan justru membuat daya rekatnya menurun saat diaplikasikan ke lantai.
4. Jangan Pasang Nat Terlalu Rapat
Nat bahan yang digunakan untuk mengisi celah antar keramik agar hasil pemasangan lantai terlihat lebih rapi dan kokoh. Idealnya, nat dipasang dengan jarak antara 2 mm hingga 3 mm. Hindari membuat jaraknya terlalu rapat karena bisa meningkatkan risiko keramik saling mendesak dan menyebabkan kerusakan. Supaya hasilnya lebih presisi dan rapi, Anda bisa menggunakan tile spacer sebagai alat bantu. Alat ini tersedia dalam berbagai ketebalan, jadi Anda tinggal pilih sesuai kebutuhan pemasangan.
Baca juga: 15 Perumahan Elit di Jakarta, Harga Sampai 20 M, Tertarik Beli?
Cara Mengatasi Lantai Keramik Pecah

(Sumber: thespruce.com)
Retakan atau pecahan pada lantai keramik, sekecil apa pun, sebaiknya segera ditangani. Meskipun hanya terlihat retakan kecil, bukan berarti kerusakan tersebut tidak akan bertambah parah seiring waktu. Jika Anda sudah menemukan keramik yang pecah di rumah, beberapa langkah berikut ini bisa menjadi solusi untuk membantu Anda mengatasinya dengan tepat.
1. Bersihkan Retakan
Sebelum mulai memperbaiki lantai keramik yang retak, pastikan Anda membersihkan area retakan dan sekelilingnya secara menyeluruh. Tujuannya agar cairan perbaikan dapat menempel lebih maksimal pada permukaan lantai. Setelah dibersihkan, tunggu hingga lantai benar-benar kering sebelum lanjut ke tahap berikutnya.
2. Isi Celah Pecahan
Siapkan campuran epoxy atau glasir terlebih dahulu. Setelah yakin bahwa lantai sudah benar-benar kering, oleskan campuran tersebut ke bagian celah retakan. Pastikan seluruh celah terisi, lalu ratakan campuran di permukaan lantai hingga sekitar 0,5 cm dari area retak atau pecah. Perlu Anda ingat, epoxy memiliki sifat cepat mengering, jadi proses ini harus dilakukan dengan sigap. Hindari terkena bagian lantai lain yang tidak perlu diperbaiki. Gunakan juga alat yang ukurannya sesuai dengan besar kecilnya pecahan lantai, agar hasil perbaikan terlihat lebih presisi dan rapi.
3. Kerik Epoxy yang Berlebih
Setelah campuran epoxy benar-benar kering, langkah selanjutnya adalah mengerik sisa epoxy yang menempel di sekitar area keramik yang pecah. Untuk proses ini, Anda bisa menggunakan cutter agar hasilnya lebih rapi dan presisi.
4. Gunakan Cat Baru
Jika terlihat perbedaan warna yang cukup mencolok, Anda bisa menyamarkannya dengan mengoleskan cat tambahan yang warnanya senada dengan lantai agar hasil perbaikannya tampak lebih menyatu.
5. Ganti Lantai Keramik Pecah
Apabila kerusakan pada lantai keramik sudah terlalu parah dan tidak memungkinkan untuk diperbaiki, maka solusi terakhir yang bisa Anda lakukan adalah mengganti keramik tersebut. Jangan biarkan keramik yang pecah dibiarkan begitu saja, karena hal ini bisa mengganggu tampilan lantai secara keseluruhan. Selain itu, pecahan keramik yang tajam juga berpotensi membahayakan Anda atau anggota keluarga di rumah.
Dengan memahami berbagai penyebab dan cara mengatasi lantai keramik yang pecah, Anda bisa menjaga hunian tetap aman, nyaman, dan indah dipandang.
Memilih hunian yang lebih berkualitas juga penting agar Anda dan keluarga dapat memiliki hunian yang lebih nyaman seperti dengan sewa apartemen melalui Jendela360.
Jendela360 adalah situs sewa apartemen yang telah terpercaya dengan puluhan ribu unit di kota-kota besar di Indonesia. Kualitas setiap unitnya terjamin karena telah melalui proses verifikasi.
Jendela360 memiliki fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang memungkinkan Anda untuk apartemen secara lebih detail tanpa harus beranjak dari tempat duduk Anda. Tim kami juga selalu bersedia dengan senang hati untuk membantu menemukan apartemen yang terbaik untuk Anda.
Seluruh transaksi Anda dengan Jendela360 juga terjamin aman tanpa adanya hidden fees karena dilakukan secara transparan.
Kunjungi website Jendela360 atau hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut!
Riana adalah seorang SEO writer dan copywriter di Jendela360. Riana memiliki pengalaman selama 3 tahun, khususnya dalam bidang properti dan gaya hidup. Dalam menulis, Riana percaya bahwa konten yang berorientasi pada autentisitas adalah kunci dalam menciptakan sebuah tulisan yang lebih berkualitas. Di waktu luang, Riana senang membaca buku untuk terus memperluas wawasan dan memperkaya inspirasinya dalam menulis.




