Daftar Isi:
- 10 Tips Beli Rumah Pertama di Usia Muda
- 1. Cek Kondisi Keuangan Anda Secara Jujur
- 2. Tentukan Budget dan Harga Rumah yang Realistis
- 3. Pahami Skema KPR dan Simulasi Cicilan
- 4. Tentukan Lokasi dan Lingkungan dengan Cermat
- 5. Periksa Kondisi Bangunan dan Legalitas
- 6. Pilih Developer atau Penjual yang Kredibel
- 7. Negosiasi Harga dan Biaya Tambahan
- 8. Minta Bantuan Jasa Agen Properti Terpercaya
- 9. Jangan Ambil Keputusan Terburu-buru
- 10. Sewa Hunian Terlebih Dahulu
Tips Beli Rumah Pertama — Memiliki tempat tinggal pertama adalah salah satu keputusan finansial yang besar. Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga simbol kemandirian, kestabilan, dan pencapaian hidup. Namun di sisi lain, harga properti yang terus naik sering membuat proses ini terasa menakutkan.
Tidak sedikit orang yang ingin segera punya rumah, tetapi bingung harus mulai dari mana. Mulai dari urusan uang muka, cicilan, lokasi, hingga legalitas, semuanya membutuhkan perencanaan yang matang. Tanpa persiapan yang baik, risiko salah pilih rumah atau salah hitung kemampuan finansial bisa cukup besar.
Meski terdapat berbagai tantangan, namun bukan berarti memiliki tempat tinggal sendiri di usia muda jadi hal yang mustahil. Dengan tips-tips berikut ini, memiliki hunian sendiri jadi lebih mudah—bahkan untuk kalangan generasi milenial dan gen z sekalipun. Simak tipsnya berikut ini!
10 Tips Beli Rumah Pertama di Usia Muda

(Sumber: cnbc.com)
1. Cek Kondisi Keuangan Anda Secara Jujur
Langkah paling dasar ketika akan beli pertama kali adalah memahami kondisi keuangan Anda apa adanya. Banyak orang ingin cepat punya rumah, tetapi lupa menghitung kemampuan finansial secara realistis. Padahal, membeli rumah berarti Anda akan berkomitmen pada cicilan jangka panjang. Karena itu, penting untuk mengetahui berapa penghasilan bersih bulanan, berapa pengeluaran rutin, serta sisa dana yang benar-benar bisa dialokasikan untuk cicilan rumah.
Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan rasio cicilan terhadap pendapatan. Idealnya, total cicilan rumah tidak lebih dari 30% dari penghasilan bulanan agar keuangan tetap sehat. Jangan lupa untuk mengecek riwayat kredit Anda. Skor kredit yang baik akan sangat membantu saat mengajukan KPR, baik dari sisi peluang persetujuan maupun besaran bunga yang ditawarkan bank.
2. Tentukan Budget dan Harga Rumah yang Realistis
Salah satu tips membeli rumah pertama yang sering diabaikan adalah soal menentukan budget secara rasional. Banyak pembeli muda tergoda rumah besar dan desain mewah, padahal kemampuan keuangannya belum tentu sejalan. Rumah pertama sebaiknya diposisikan sebagai hunian fungsional yang nyaman dan sesuai kebutuhan saat ini, bukan semata demi gengsi.
Tentukan batas harga rumah berdasarkan kemampuan Anda, termasuk uang muka (DP), cicilan bulanan, serta biaya tambahan seperti pajak dan notaris. Idealnya, Anda juga memiliki tabungan khusus untuk rumah agar dana tidak tercampur dengan kebutuhan harian. Dengan perencanaan seperti ini, proses beli rumah di usia muda akan terasa lebih ringan dan terkontrol.
3. Pahami Skema KPR dan Simulasi Cicilan
Dalam tips beli rumah pertama, memahami skema KPR adalah hal yang sangat krusial. Kredit Pemilikan Rumah memungkinkan Anda membeli rumah tanpa harus membayar lunas di awal. Namun, setiap bank memiliki ketentuan berbeda soal bunga, tenor, dan biaya administrasi. Jika Anda tidak memahaminya dengan baik, risiko salah memilih skema sangat besar.
Lakukan simulasi cicilan di beberapa bank untuk membandingkan mana yang paling sesuai dengan kondisi keuangan Anda. Perhatikan apakah bunganya tetap (fixed) di awal atau langsung mengambang (floating). Selain itu, sesuaikan tenor dengan usia dan rencana finansial Anda. Cicilan yang terlalu panjang memang lebih ringan, tetapi total bunga yang dibayar akan jauh lebih besar.
Anda mungkin juga suka: 8 Tips Beli Rumah Tanpa Harus Cicil KPR, Gak Bayar Bunga Bank!
4. Tentukan Lokasi dan Lingkungan dengan Cermat
Sudah bukan rahasia kalau lokasi selalu menjadi salah satu faktor penentu paling penting dalam memilih tempat tinggal. Akan tetapi, semakin strategis dan premium lokasi yang dipilih, maka harganya juga semakin fantastis. Harga tinggi ini memang bukan tanpa alasan karena lokasi properti tersebut biasanya mudah diakses dari berbagai jalan utama kota dan fasilitas penting.
Untuk mengatasi hal ini, pertimbangkan untuk memilih rumah di pinggir kota. Jika Anda bekerja di Jakarta, maka pertimbangkan memilih tempat tinggal di kota-kota penyangga seperti Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang. Agar akses Anda lebih terjamin mudah, pilih hunian yang dekat dengan sarana transportasi umum seperti halte bus atau stasiun kereta.
5. Periksa Kondisi Bangunan dan Legalitas
Dalam tips beli rumah pertama, jangan hanya fokus pada tampilan luar rumah. Anda perlu mengecek kondisi fisik bangunan secara detail. Perhatikan dinding, atap, lantai, instalasi listrik, serta saluran air. Kerusakan kecil yang diabaikan bisa menjadi biaya besar setelah Anda menempati rumah tersebut.
Selain fisik, aspek legalitas juga sangat penting. Pastikan sertifikat tanah jelas (SHM atau SHGB), tidak dalam sengketa, dan dokumen perizinan lengkap. Jika perlu, gunakan jasa notaris atau agen properti terpercaya agar proses pengecekan lebih aman dan profesional.
6. Pilih Developer atau Penjual yang Kredibel
Tips membeli rumah pertama juga menekankan pentingnya memilih penjual atau developer yang terpercaya. Jika Anda membeli rumah dari developer, cek rekam jejak proyek mereka sebelumnya. Developer yang profesional biasanya punya proyek yang jelas, tepat waktu, dan legalitasnya rapi.
Anda juga bisa mencari ulasan dari pembeli lain untuk mengetahui kualitas bangunan dan pelayanan developer tersebut. Jangan ragu bertanya soal jadwal serah terima, spesifikasi bangunan, serta jaminan atau garansi. Ini penting agar Anda tidak kecewa setelah transaksi selesai.
7. Negosiasi Harga dan Biaya Tambahan
Banyak orang muda ragu untuk menawar harga rumah, padahal negosiasi adalah hal yang wajar. Dalam tips beli rumah pertama, kemampuan bernegosiasi bisa membantu Anda mendapatkan harga terbaik. Anda bisa menawar berdasarkan kondisi rumah, lokasi, atau membandingkan dengan harga properti lain di sekitar.
Selain harga, perhatikan juga biaya tambahan seperti pajak pembeli, biaya notaris, asuransi, dan administrasi KPR. Semua biaya ini perlu dimasukkan dalam perhitungan total agar Anda tidak kaget di akhir proses. Dengan perencanaan matang, membeli rumah di usia muda bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan menegangkan.
8. Minta Bantuan Jasa Agen Properti Terpercaya
Apabila Anda baru pertama kali beli rumah dan masih bingung dengan skema bayar dan surat apa saja yang harus disiapkan, tidak ada salahnya menggunakan jasa agen properti. Agen yang profesional biasanya memahami kondisi pasar, harga wajar di suatu area, serta proses administrasi yang perlu dilalui. Dengan bantuan mereka, Anda bisa menghemat waktu dan menghindari kesalahan teknis saat memilih rumah.
Namun, pastikan Anda memilih agen yang benar-benar terpercaya dan berlisensi. Cek reputasi mereka, portofolio properti yang ditangani, serta ulasan dari klien sebelumnya. Agen yang baik tidak akan memaksa Anda membeli, tetapi justru membantu menyesuaikan pilihan rumah dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda.
9. Jangan Ambil Keputusan Terburu-buru
Salah satu kesalahan umum ketika membeli pertama adalah mengambil keputusan terlalu cepat karena takut “kehabisan”. Padahal, membeli rumah adalah komitmen jangka panjang yang akan memengaruhi kondisi finansial Anda selama bertahun-tahun ke depan. Karena itu, penting untuk memberi waktu pada diri sendiri untuk berpikir rasional, bukan emosional.
Luangkan waktu untuk membandingkan beberapa pilihan rumah, lokasi, dan skema pembiayaan. Jangan ragu untuk menunda jika masih ada keraguan. Rumah yang tepat seharusnya membuat Anda merasa aman dan yakin, bukan tertekan atau panik karena merasa harus segera memutuskan.
Baca juga: Skema Sewa Beli Rumah, Cara Lebih Mudah untuk Punya Rumah
10. Sewa Hunian Terlebih Dahulu
Bagi Anda yang masih ragu dengan lokasi atau gaya hidup ke depan, menyewa hunian bisa menjadi strategi awal sebelum membeli rumah. Dalam konteks tips beli rumah di usia muda, menyewa memberi Anda waktu untuk mengenal area, lingkungan, dan pola hidup yang paling sesuai dengan aktivitas sehari-hari.
Dengan tinggal di tempat tinggal sewa, Anda juga bisa menguji apakah suatu lokasi benar-benar nyaman untuk jangka panjang. Selain itu, selama menyewa, Anda tetap bisa fokus menabung untuk uang muka rumah. Jadi ketika waktunya tiba, Anda membeli rumah bukan karena terburu-buru, tetapi karena sudah benar-benar siap secara mental dan finansial.
Nah, jika Anda ingin sewa sambil menyiapkan dana untuk beli rumah, Anda bisa sewa apartemen murah melalui Jendela360.
Jendela360 merupakan platform sewa apartemen yang telah terpercaya dengan puluhan ribu unit apartemen di kota-kota besar di Indonesia. Kualitas setiap unitnya terjamin karena telah melalui proses verifikasi.
Jendela360 memiliki fitur virtual tour menggunakan kamera 360 yang memungkinkan Anda untuk apartemen secara lebih detail tanpa harus beranjak dari tempat duduk Anda. Tim kami juga selalu bersedia dengan senang hati untuk membantu menemukan apartemen yang terbaik untuk Anda.
Harga yang ditawarkan pun sangat menarik. Ingin sewa apartemen di Jakarta Selatan dengan mudah? Anda bisa langsung klik di sini atau kunjungi website resmi Jendela360 untuk menemukan Apartemen Jakarta Selatan dengan harga sewa mulai dari 1 jutaan per bulan.
Seluruh transaksi Anda dengan Jendela360 juga terjamin aman tanpa adanya hidden fees karena dilakukan secara transparan. Kunjungi websitenya sekarang!
Riana adalah seorang SEO writer dan copywriter di Jendela360. Riana memiliki pengalaman selama 3 tahun, khususnya dalam bidang properti dan gaya hidup. Dalam menulis, Riana percaya bahwa konten yang berorientasi pada autentisitas adalah kunci dalam menciptakan sebuah tulisan yang lebih berkualitas. Di waktu luang, Riana senang membaca buku untuk terus memperluas wawasan dan memperkaya inspirasinya dalam menulis.



