Last Updated on

Tinggal di apartemen memang menyenangkan. Selain bisa mendapat pemandangan yang bagus dan fasilitas yang cukup lengkap, keamanan juga lebih terjamin daripada di rumah tapak karena ada security yang berjaga 24 jam dan CCTV terpasang.

Namun, ada biaya-biaya tertentu yang hanya akan ditemukan di apartemen saja. Sebelum kamu pindah ke hunian vertikal, pastikan kamu telah mengetahui apa saja biaya di apartemen yang harus kamu siapkan.

1. IPL (Iuran Pengelolaan Apartemen

Biaya IPL lebih dikenal dengan sebutan maintenance fee atau service fee. Biaya ini tercantum dalam PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli), biasanya dengan perhituangn Rp X per meter persegi.

Jadi, semakin luas unit apartemenmu, maka akan semakin mahal IPL yang dibayar dibandingkan dengan pemilik unit yang lebih kecil. Biaya IPL akan digunakan untuk pengelolaan operasional gedung, kebersihan, keamanan, asuransi, dan gaji karyawan apartemen.

Biasanya biaya IPL adalah Rp10.000 hingga Rp 50.000 per meter persegi tergantung dari kondisi dan fasilitas gedung apartemen. Jika kamu memutuskan untuk sewa apartemen, biasanya kamu juga harus membayar IPL, listrik, dan air di luar biaya sewa unit.

2. Sinking fund

Biaya di apartemen

choicecomfort.com

Pengertian sinking fund mirip dengan IPL, hanya saja sinking fund lebih berfokus pada pemeliharaan fasilitas yang rusak sementara IPL untuk perawatan fasilitas bersama.

Misalnya, plafon unitmu mengalami kerusakan, maka biaya untuk perbaikan dan penggantian plafon akan diambil dari sinking fund sehingga kamu tidak perlu langsung dihadapkan dengan tagihan yang besar.

Bisa dibilang sinking fund adalah tabungan yang digunakan untuk perbaikan kerusakan. Biaya sinking fund berkisar dari Rp 100 – Rp 200 ribu per bulannya.

Baca juga : Apa Itu Sinking Fund?

3. Biaya parkir

Jika kamu memiliki kendaraan pribadi seperti motor dan mobilmaka lahan parkir tentu menjadi hal yang wajib ada. Ketentuan dari tiap apartemen berbeda-beda terkait biaya parkir.

Ada apartemen yang menggratiskan biaya parkir, jatah satu parkir kendaraan gratis untuk tiap unit dan biaya tambahan untuk kendaraan kedua, atau membebankan biaya parkir bulanan untuk semua kendaraan.

Siapkan biaya parkir berlangganan Rp 20.000 hingga Rp 100 ribu per bulannya untuk motor dan Rp 100 – Rp 300 ribu per bulan untuk mobil.

Ketahui juga bagaimana keamanan di parkiran tersebut, apakah pengelola akan melakukan ganti rugi apabila terjadi hal tak diinginkan seperti kerusakan atau kehilangan kendaraan saat diparkir dalam kompleks apartemen?

4. Biaya listrik

Tentu kamu sudah pernah mendengar bahwa biaya listrik merupakan salah satu biaya di apartemen yang cukup menguras kantong. Hal itu dikarenakan perhitungan biaya listrik di apartemen dan rumah tapak berbeda.

Perhitungan listrik di apartemen disamakan golongannya dengan gedung kantor dan mall sehingga lebih mahal dibandingkan dengan perhitungan listrik rumah tapak.

Jika misalnya kamu tinggal di rumah tapak hanya menerima tagihan listrik Rp 500 ribu, bisa saja tagihannya menjadi Rp 700 ribu di apartemen meskipun peralatan elektronik yang kamu nyalakan tetap sama dengan yang di rumah tapak. Sisi baiknya, mati lampu di apartemen lebih jarang dibandingkan dengan matiu lampu di rumah tapak yang lebih tidak menentu.

Kalaupun ada mati lampu, biasanya hanya sesaat saja dan langsung hidup lagi. Apabila ada gangguan dari PLN yang mengakibatkan mati lampu agak lama, biasanya apartemen sudah bersiap menyediakan genset untuk membantu aliran listrik.

Untuk apartemen kelas menenengah, biaya listrik berkisar di angka Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per bulannya tergantung dari kebiasaan pemakaian elektronik.

5. Biaya air

Kalau untuk biaya air, apartemen biasanya akan mengikuti cara perhitungan air dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) di wilayah tersebut.

Biaya air akan dhitung Rp X per meter kubik yang terpakai. Biasanya biaya air akan berkisar pada Rp 100 hingga Rp 200 ribu tiap bulannya. Ada satu cara yang bisa kamu gunakan untuk mensiasati biaya air, yaitu dengan menampung air bekas cucian baju untuk flush toilet.

6. Biaya renovasi dan dekorasi

Biaya di apartemen

keepmyfareslow.org

Dikenal juga dengan nama biaya fitting out, biaya ini memang agak asing dan jarang terdengar karena hanya beberapa apartemen di Jakarta saja yang membebankan biaya ini pada penghuninya.

Biaya ini harus dibayarkan apabila penghuni berniat memasang sesuatu di unitnya seperti kitchen set. Penghuni wajib melapor dahulu ke pengelola apartemen sebelum melakukan pemasangan atau akan terkena denda jika tidak melapor dan ketahuan pengelola.

Memang cukup merepotkan, bahkan ada apartemen yang membebankan biaya pemasangan cermin! Biaya di apartemen jadi semakin mahal dengan adanya biaya renovasi ini.

Baca juga: Ingin Mendesain Interior Apartemen Anda? Hitung Biayanya Dahulu

7. Laundry

Jika unit apartemenmu tidak cukup luas untuk menampung mesin cuci dan kamu juga tidak punya waktu untuk mencuci pakaian, maka ada satu lagi biaya di apartemen yang harus kamu siapkan, yaitu biaya laundry.

Biasanya di dalam kompleks apartemen sudah tersedia kios-kios kecil yang bisa menjadi tempat usaha seperti menjual makanan, salon, laundry, atau minimarket.

Perhitungan laundry biasanya secara kiloan sehingga pastikan kamu telah memaksimalkan berat pakaian yang akan kamu kirim ke laundry untuk menghemat biaya. Biasanya biaya laundry berkisar Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per kilogramnya.

Jika kamu hanya tinggal sendirian, maka biaya laundrymu diperkirakan sekitar Rp 50 ribu per bulan. Lain halnya untuk keluarga kecil, tentu semakin banyak pakaian yang dikirim ke laundry dan akan semakin mahal biayanya.

 

Sudah paham apa saja biaya yang harus disiapkan sebelum pindah ke apartemen? Jendela360 siap membantumu temukan apartemen yang ideal dengan cepat dan mudah.

Cek Jendela360.com untuk mengetahui informasi harga sewa apartemen di Jakarta maupun cari informasi sewa apartemen di Bandung terlengkap se-Indonesia!